Diduga Emosi Dan Salah Paham Pria Lansia BC (60) Bacok IRT Samimah Alias Mimah (56) Di Warung Korban

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

DPD PKS Kabupaten Indramayu Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H dan Dukung Kepemimpinan Baru untuk Kemajuan Kabupaten

Indramayu – Momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H menjadi momen istimewa bagi jajaran Pengurus DPD PKS Kabupaten Indramayu untuk men...

Postingan Populer

Minggu, 23 Maret 2025

Diduga Emosi Dan Salah Paham Pria Lansia BC (60) Bacok IRT Samimah Alias Mimah (56) Di Warung Korban

Buserpresisi ll Kuta Cane Aceh Tenggara, Diduga emosi dan salah paham pria lansia bacok IRT Mimah (55) Lalu Serahkan Diri ke Kantor Polisi.

Oleh Jupri P 21:32 WIB, 22 Maret 2025 Seorang IRT di Aceh Tenggara menjadi korban pembacokan oleh pria lansia. 

Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial BC (60) warga Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, provinsi Aceh. 

Pelaku pembacokan BC (60) menyerahkan diri ke kantor polisi usai terlibat dalam kasus pembacokan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT).

Kapolres Aceh Tenggara AKBP R Doni Sumarsono melalui Kasatreskrim Iptu Bagus Pribadi kepada Buserpresisi Sabtu malam (22/3/2025) mengatakan", pelaku mendatangi kantor polisi usai membacok korban berinisial Samimah alias Mimah (54) warga Desa Tanjung Louser, Kecamatan Darul Hasanah, Sabtu (22/3/20 Kata dia.

Ditempat yang sama dan halaman tak berbeda Dia juga mengatakan kasus pembacokan itu terjadi Sabtu sore pukul 16.00 WIB, 

Disalah satu warung di kawasan Lawe Meruntuh Desa Tanjung Louser, Kecamatan Darul Hasanah.Aceh wisata Peristiwa itu berawal saat pelaku BC (60) pergi ke kebunnya di Desa Tanjung Louser menggunakan sepeda motor sekira pukul 07.00 WIB. 
Lalu Serahkan Diri ke Polisi Saat.
Pristiwa sebelum kejadian pelaku melintas tepat di depan Warung Mus atau warung korban, 

ia melihat Samimah dan Mus suaminya seperti menertawakan pelaku yang lewat. "Setiba di kebun, BC (60) melihat kebun karet miliknya sudah dicuri oleh orang yang tak diketahui siapa pencurinya. 

Pelaku menaruh curiga bahwa Mus atau suami korban diduga mencuri karet di kebunnya, karena ia teringat saat melintas tadi ditertawakan oleh Mus dan korban," kata Iptu Bagus.

Polisi Lakukan Penyelidikan Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku BC pulang dari kebunnya dan singgah di warung Mus. Ketika itu BC bertemu dengan salah satu warga Alam (40) warga Desa Tanjung.

Kemudian berbincang-bincang terkait hilangnya getah karet yang selama ini dia Deres dari kebunnya. 

Lantas, korban Samimah yang mendengar percakapan tersebut langsung mengatakan dalam bahasa Alas, “silap kae merandal kau, de merandal kau tengkah gat (silap apa, kalau hebat kau bacok/tengkah terus).

Kemudian dijawab oleh pelaku BC, kalau ada barang buktinya,"ku tengkah gat (ku bacok terus). Pelaku pembacokan saat diamankan di Kantor Polisi. Tak lama Samimah pun seketika berdiri dari posisinya di dapur kemudian mendatangi pelaku BC yang jaraknya cuma terpaut beberapa meter. 

Korban pun berdiri persis di hadapan pelaku dan menantangnya dengan mengungkapkan kalimat, “de merandal kau tengkah gat (kalau berani kau bacok terus). "Ternyata pelaku terpancing emosinya dan membacok korban di bagian paha kanan sebanyak 2 kali dan paha bagian kiri satu kali dengan luka bacok cukup dalam dengan menggunakan sebuah parang," kata Kasatreskrim Polres Agara itu. 

Tak lama setelah pelaku dengan nekatnya membacok korban, lalu ia pergi ke rumahnya dan menyampaikan peristiwa yang terjadi kepada istri pelaku. Setelah itu sekitar pukul 16.30 WIB, 

pelaku BC (60) datang seorang diri ke Polsek Darul Hasanah untuk menyerahkan diri atas penganiayaan atau pembacokan tersebut.

 Untuk barang bukti yang diamankan sebuah parang dan sarungnya yang digunakan pelaku BC (60) saat membacok korban," kata Bagus Pribadi.

Untuk motif peristiwa pembacokan tersebut dalam penyidikan tetapi dugaan awal karena salah paham atau salah tuduh atas hilangnya buah karet dikebun pelaku. "Kini pelaku sudah diamankan dan kasus tersebut dalam penyidikan aparat kepolisian," katanya.

(MHD SABRI)

0 comments:

Posting Komentar