Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Medan Terjal Tak Jadi Halangan, Regu Damkar Kodim 0728/Wonogiri dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Bukit Bondokerep Giriwono

Wonogiri – Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri kembali menunjukkan kesigapannya melaksanakan pemadaman kobaran api yang membakar lahan ...

Postingan Populer

Kamis, 01 Oktober 2026

Medan Terjal Tak Jadi Halangan, Regu Damkar Kodim 0728/Wonogiri dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Bukit Bondokerep Giriwono


Uploaded Image

Wonogiri – Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri kembali menunjukkan kesigapannya melaksanakan pemadaman kobaran api yang membakar lahan di kawasan Perbukitan Bondokerep, Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri, Rabu (30/09/2026) malam.

Setelah menerima informasi adanya kebakaran, personel gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Regu Damkar Kodim bekerja sama dengan Damkar Kabupaten Wonogiri dan warga setempat bahu-membahu memadamkan titik-titik api sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah api kembali membesar dan merambat ke area hutan di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan pemadaman, personel menghadapi kondisi medan yang cukup sulit karena lokasi berada di kawasan perbukitan dan terdapat vegetasi kering yang mudah terbakar. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi yang solid antara regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri dengan warga sekitar, proses pemadaman dapat dilakukan secara maksimal.

Personel Koramil 01/Wonogiri Kodim 0728/Wonogiri Serma Giri Suarao yang berada di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi di kawasan Perbukitan Bondokerep tetap aman.

"Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan Damkar Kabupaten Wonogiri. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ujarnya.

Masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api.

Penulis : Arda 72

Sigap Regu Pemadam Kodim Wonogiri Bersama Petugas Gabungan Padamkan Api di Giriwono


Uploaded Image

Wonogiri — Regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri kembali melaksanakan upaya pemadaman kobaran api yang membakar lahan Perbukitan Bondokerep Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri. Rabu (30/9/2028) malam. 

Setelah menerima informasi adanya kebakaran, personel gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Regu Damkar Kodim bekerja sama bersama warga memadamkan titik-titik api sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah api kembali membesar dan merambat ke area hutan di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan pemadaman, personel menghadapi kondisi medan yang cukup sulit karena lokasi berada di kawasan perbukitan dan terdapat vegetasi yang mudah terbakar. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi antara regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri dengan warga sekitar , proses pemadaman dapat dilakukan secara maksimal.

Personel Koramil 01/Wonogiri Kodim 0728/Wonogiri Serma Giri Suarao yang berada di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi di kawasan Perbukitan Bondokerep tetap aman.

“Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan Damkar Kabupaten Wonogiri. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api.

Penulis : Arda 72

Rabu, 30 September 2026

Polres Bangka Barat Perkuat Pemantauan Aktivitas Tambang di Perairan DAS Kampak Jebus



Bangka barat, Pemantauan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah perairan Kabupaten Bangka Barat terus dilakukan aparat kepolisian. Pada Minggu (27/9/2026) malam,

personel Pos Pangkalan Sandar Jebus Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan pengecekan dan pemantauan di perairan DAS Kampak, Kecamatan Jebus.

Pemantauan dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk memastikan kondisi perairan tetap aman serta memonitor kemungkinan adanya aktivitas pertambangan yang tidak sesuai ketentuan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, kegiatan pemantauan di wilayah perairan merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah terjadinya aktivitas pertambangan ilegal.

“Polres Bangka Barat terus berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan pemantauan di wilayah perairan. Setiap informasi yang diterima akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan,” kata Yos.

Dari hasil pengecekan personel Pos Pangkalan Sandar Jebus Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, tidak ditemukan aktivitas pertambangan pada saat pemantauan berlangsung di wilayah perairan DAS Kampak Jebus.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi perairan tetap aman dan kondusif.

Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pertambangan yang melanggar aturan serta segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan dugaan aktivitas ilegal di wilayah perairan maupun daratan.

“Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat diperlukan. Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila menemukan adanya aktivitas yang diduga melanggar hukum, sehingga dapat segera dilakukan pengecekan di lapangan,” ujar Yos.

(HR) 

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim Surakarta Sertu  Parso bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Selasa (28/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari berbagai bahaya termasuk bahaya kebakaran yang saat ini sering terjadi."tegas Sertu Parso.

Penulis : Arda 72

Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Winong, Lima Pelajar Diamankan

CIREBON – Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aksi tawuran di wilayah Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026) sore.

Respon cepat tersebut dilakukan setelah Tim Raimas menerima informasi adanya sekelompok pemuda yang menggunakan sepeda motor dan diduga hendak melakukan tawuran di sekitar depan Kantor Basarnas, Jalan Raya Winong KM 20.

Kasat Samapta Polresta Cirebon, Kompol Endang Sujana, S.H., M.M., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama personel Raimas Macan Kumbang 852 dan Unit Patroli Polsek. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran hingga ke area jalan persawahan arah Desa Winong.

Meski kelompok pemuda sebelumnya telah membubarkan diri, petugas kembali menemukan lima orang pemuda yang diduga sedang menunggu kelompok lawan untuk melakukan tawuran.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua bilah senjata tajam jenis celurit kecil yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Kelima pemuda tersebut kemudian berusaha melarikan diri sehingga petugas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan seluruhnya.

Kelima pemuda yang diamankan masing-masing berinisial MFE (16), D (18), AP (15), HN (14), dan F (15). Mereka diketahui masih berstatus sebagai pelajar di sejumlah sekolah menengah di wilayah Cirebon.

Dari penindakan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, tiga unit telepon seluler, satu jaket warna merah bertuliskan "PERJUANGAN WNG", serta dua bilah celurit kecil.

Selanjutnya, kelima pemuda beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif dan respons cepat Polresta Cirebon dalam menjaga keamanan serta mencegah aksi tawuran yang dapat meresahkan masyarakat.

"Kami terus meningkatkan patroli dan merespons cepat setiap informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah tawuran sebelum terjadi dan memastikan masyarakat tetap merasa aman," ujar Imara.

Ia juga mengajak para orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya para pelajar, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi aksi tawuran atau gangguan keamanan lainnya.

"Peran masyarakat sangat penting. Jangan ragu untuk melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
Polresta Cirebon memastikan patroli preventif akan terus ditingkatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan guna mencegah aksi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan keamanan dapat menghubungi layanan Call Center 110 Polri, yang siap menerima laporan dan merespons kebutuhan masyarakat.

((A, Rahmat))

Selasa, 29 September 2026

Proyek SMPN 11 Pangkalpinang Rp2,18 Miliar Disorot, Pekerja Diduga Abaikan APD.

PANGKALPINANG — Proyek pembangunan sekolah baru SMP Negeri 11 Pangkalpinang yang berlokasi di eks Terminal Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, menjadi sorotan setelah tim investigasi awak media menemukan adanya pekerja yang diduga mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat berada di lokasi proyek.

Pantauan tim investigasi pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, menunjukkan sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa perlengkapan keselamatan yang semestinya. Bahkan, terdapat pekerja yang masih menggunakan sandal jepit dan terlihat tidak mengenakan helm maupun sarung tangan.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena proyek pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang menggunakan sumber dana APBD dengan nilai kontrak mencapai Rp2.185.500.000 atau sekitar Rp2,18 miliar.
Berdasarkan dokumen yang menjadi bahan penelusuran awak media, proyek tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 002/SP/PPK/DIKBUD/APBD/VIII/2026, tertanggal 18 Agustus 2026.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 130 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Prima Mandiri Utama.
K3 Dipertanyakan, Keselamatan Pekerja Jadi Sorotan. 

Penggunaan APD bukan sekadar persoalan kelengkapan pekerja di lapangan. Dalam pekerjaan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian penting yang semestinya menjadi perhatian sejak proyek dimulai.

Namun, hasil pantauan di lapangan justru memperlihatkan sejumlah pekerja yang diduga belum menggunakan perlengkapan keselamatan dasar.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) diterapkan pada proyek yang bersumber dari uang negara tersebut.

Dalam bahan investigasi disebutkan, anggaran K3/SMKK pada proyek konstruksi umumnya berada pada kisaran tertentu dari nilai kontrak, tergantung tingkat risiko dan kompleksitas pekerjaan. Namun, besaran maupun realisasi anggaran K3/SMKK secara spesifik pada proyek SMP Negeri 11 ini belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

Karena itu, perlu ada penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai bagaimana standar keselamatan diterapkan di lapangan serta bentuk pengawasan yang dilakukan.

Kontraktor dan Pengawas Tidak Terlihat di Lokasi. 

Tim investigasi kemudian mencoba menggali informasi dari salah seorang pekerja mengenai keberadaan pihak kontraktor dan pengawas dari dinas terkait.

Namun, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka di lokasi saat pemantauan dilakukan.
"Tidak tahu, Bang," demikian jawaban pekerja ketika ditanya mengenai keberadaan kontraktor dan pengawas.

Keterangan tersebut semakin membuka pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan proyek, khususnya dalam memastikan setiap pekerja menjalankan prosedur keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Apalagi, proyek ini merupakan pembangunan fasilitas pendidikan yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat. Dengan nilai kontrak mencapai miliaran rupiah, aspek kualitas pekerjaan dan keselamatan selama proses pengerjaan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Peletakan Batu Pertama Dihadiri Pejabat Daerah. 

Proyek pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang ini sebelumnya juga mendapat perhatian dalam agenda peletakan batu pertama yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang bersama rombongan.

Kehadiran pimpinan daerah dalam momentum tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.

Namun, di balik seremoni pembangunan tersebut, kondisi keselamatan pekerja di lapangan kini menjadi salah satu hal yang patut mendapat perhatian.

Pertanyaannya, apakah standar K3 dan SMKK benar-benar berjalan sebagaimana mestinya selama pekerjaan berlangsung?

Menunggu Penjelasan Kontraktor dan Dinas Terkait. 

Tim investigasi awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak CV Prima Mandiri Utama selaku pelaksana proyek serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang terkait temuan tersebut.

Konfirmasi diperlukan untuk mengetahui apakah penggunaan APD telah diwajibkan kepada seluruh pekerja, bagaimana pengawasan K3 dilakukan, serta apakah terdapat petugas atau personel yang bertanggung jawab terhadap penerapan SMKK di lokasi proyek.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai penjelasan pihak kontraktor dan dinas terkait belum diperoleh.

Awak media membuka ruang koreksi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(HR/TIM) 

Sidokkes Polres Cirebon Kota Periksa Keamanan MBG di SPPG Drajat Kesambi 2

Cirebon Kota - Sidokkes Polres Cirebon Kota melakukan pemeriksaan keamanan pangan atau food safety terhadap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Drajat Kesambi 2, Kota Cirebon, Selasa (29/9/2026) pagi. Pemeriksaan dilakukan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat untuk memastikan kondisi makanan memenuhi aspek keamanan pangan.

Kasi Dokkes Polres Cirebon Kota Ipda Septriani, S.H., S.Farm., mengatakan pemeriksaan dilaksanakan sejak pukul 06.30 WIB dengan metode organoleptik dan pemeriksaan kimiawi terhadap makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat.

Pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik makanan, termasuk warna, rasa, aroma, tekstur, serta kondisi makanan secara keseluruhan. Jenis makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, ayam saus asam manis, tahu goreng, tumis sawi putih wortel dan buah jeruk.

Dari hasil pemeriksaan, nasi putih masih dalam kondisi hangat dengan tekstur yang baik serta tidak ditemukan perubahan rasa maupun bau. Ayam saus asam manis dan tahu goreng juga masih hangat serta tidak menunjukkan perubahan tekstur, rasa maupun aroma.

Pemeriksaan turut dilakukan terhadap tumis sawi putih wortel dan buah jeruk. Tumis sayuran berada dalam kondisi baik tanpa perubahan tekstur, rasa dan aroma, sedangkan buah jeruk terlihat segar dan tidak ditemukan perubahan rasa maupun bau.

Selain pemeriksaan organoleptik, petugas melakukan pemeriksaan kimiawi untuk mengetahui sejumlah parameter keamanan pangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi fisik makanan baik, nilai pH berada dalam batas normal, serta tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh makanan yang disiapkan untuk program MBG di SPPG Drajat Kesambi 2 dinyatakan laik untuk didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada 147 penerima manfaat Posyandu Balita serta 77 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan kader.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, mengatakan pemeriksaan food safety menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat telah melalui pengecekan sebelum didistribusikan. “Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi baik dan memenuhi aspek keamanan pangan, sehingga proses pendistribusian MBG dapat berjalan dengan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat.”

Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota Sosialisasikan Layanan 110 kepada Warga Desa Suranenggala Lor

Cirebon Kota - Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan sambang Bhabinkamtibmas di Balai Desa Suranenggala Lor, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Suranenggala Lor Aipda Warsidi, S.H. dengan menyambangi Kuwu Desa Suranenggala Lor Sureni serta warga yang tengah mengurus berbagai keperluan administrasi di kantor desa. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan perangkat desa dan masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga diajak berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya, menerima maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dapat memicu berbagai gangguan keamanan. Peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian, terutama pencurian kendaraan bermotor. Warga diminta segera melapor apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut menyosialisasikan layanan kepolisian 110. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan kehadiran petugas.

Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota AKP Rudiana, S.H., M.H., CPHR mengatakan, sambang merupakan sarana untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memastikan pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan baik oleh warga.

“Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila terjadi gangguan keamanan atau masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, segera hubungi Bhabinkamtibmas, kantor polisi terdekat, atau layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKP Rudiana, S.H., M.H., CPHR.

Gerak Cepat Polsek Kesambi dan Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Sunyaragi Cirebon


Cirebon Kota - Gerak cepat personel Polsek Kesambi Polres Cirebon Kota bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon berhasil menangani kebakaran lahan kosong di Gang Jalak 1 RT 03 RW 06, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (28/9/2026) malam.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WIB setelah warga melihat kepulan api dari lahan kosong yang belum diketahui pemiliknya. Warga kemudian segera menghubungi Polsek Kesambi dan Damkar Kota Cirebon untuk mendapatkan penanganan.

Menerima laporan tersebut, personel piket fungsi Polsek Kesambi langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas juga segera berkoordinasi dengan Damkar Kota Cirebon guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke area sekitar.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Kesambi Bripka Azis bersama Briptu Dedi Topik melakukan pemantauan situasi sekaligus membantu memastikan proses penanganan kebakaran berjalan aman dan lancar. Ketua RT dan Ketua RW setempat turut hadir dalam penanganan di lokasi.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Kesambi IPTU Suganda mengatakan, respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga.

“Begitu menerima laporan adanya kebakaran, personel langsung kami arahkan menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Kota Cirebon. Kecepatan dalam merespons laporan sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar IPTU Suganda.

Berdasarkan keterangan saksi, Ayung Budiarjo selaku Ketua RT 03, dirinya mendapat informasi dari warga bernama Hj. Manisa mengenai adanya kepulan api di lahan kosong tersebut. Setelah melakukan pengecekan, ia kemudian segera menghubungi Polsek Kesambi dan Damkar Kota Cirebon.

Upaya pemadaman berlangsung cepat. Sekitar pukul 18.40 WIB, api berhasil dipadamkan menggunakan satu unit kendaraan pemadam kebakaran dengan nomor polisi E 9905 A. Lahan kosong yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 400 meter persegi.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Polsek Kesambi juga melakukan pendataan terhadap saksi-saksi, berkoordinasi dengan Damkar, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan. Selama proses pemadaman berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar.

Berkepanjangan, Kodim 0707/Wonosobo Bersama BPBD Kembali Salurkan Air Bersih


WONOSOBO – Musim kemarau yang masih berlangsung hingga saat ini membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Wonosobo mengalami keterbatasan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 0707/Wonosobo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali melaksanakan dropping air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.(29/9/2026) 

Penyaluran air bersih kali ini menyasar masyarakat Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak musim kemarau.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos. menyampaikan bahwa musim kemarau hingga saat ini masih berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekurangan air bersih.

“Musim kemarau masih berlangsung, sehingga ada beberapa wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Melihat kondisi tersebut, untuk kesekian kalinya Kodim 0707/Wonosobo bersama BPBD kembali mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dandim.

Menurutnya, kegiatan dropping air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat dan wujud kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Dandim menambahkan, Kodim 0707/Wonosobo akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Sinergi tersebut diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi selama musim kemarau.

Bagi warga Desa Trimulyo, bantuan air bersih tersebut sangat berarti. Air yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah terbatasnya ketersediaan sumber air akibat musim kemarau.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau serta memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.


(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image