Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

140 Ponton Masih Terparkir, Warga Khawatir Konflik Tambang Tembelok-Keranggan.

Bangka barat, Keberadaan sekitar 140 ponton, terdiri atas 100 ponton selam dan 40 ponton user-user, yang masih terparkir di kawa...

Postingan Populer

Sabtu, 26 September 2026

140 Ponton Masih Terparkir, Warga Khawatir Konflik Tambang Tembelok-Keranggan.



Bangka barat, Keberadaan sekitar 140 ponton, terdiri atas 100 ponton selam dan 40 ponton user-user, yang masih terparkir di kawasan Batubrani, berdekatan dengan perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.Sabtu 26 September 2026

Sejumlah warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah sebelum keberadaan ponton-ponton tersebut kembali memicu aktivitas penambangan dan berkembang menjadi gesekan antara masyarakat dengan para penambang.

"Jangan menunggu sampai terjadi keributan antara warga dengan penambang. Pemerintah dan aparat harus hadir lebih dulu. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan sampai masyarakat berhadapan langsung," kata seorang warga, Sabtu.

Menurut warga, keberadaan ratusan ponton tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Tembelok-Keranggan belum sepenuhnya selesai. Meski aktivitas penambangan tidak selalu terlihat ketika petugas berada di lokasi, ratusan sarana tersebut masih berada di kawasan sekitar.

"Kalau memang tidak boleh beraktivitas, mengapa ponton sebanyak itu masih berada di sana? Kalau nanti bekerja lagi, siapa yang mengatur, siapa yang mengoordinasikan dan siapa yang bertanggung jawab?" ujarnya.

Warga juga mempertanyakan pihak-pihak yang selama ini mengatasnamakan nelayan maupun masyarakat dalam persoalan aktivitas tambang di kawasan tersebut.

Menurut dia, pemerintah dan aparat perlu memastikan apakah pihak yang mengatasnamakan nelayan dan warga benar-benar mewakili kepentingan masyarakat atau hanya membawa kepentingan kelompok tertentu.

"Jangan semua mengatasnamakan nelayan, jangan semua mengatasnamakan warga. Masyarakat yang sebenarnya tinggal di sekitar sini juga punya kepentingan. Jangan sampai nama masyarakat dijadikan tameng untuk kepentingan pihak tertentu," katanya.

Warga berharap Polres Bangka Barat tidak hanya menunggu ketika aktivitas penambangan kembali terlihat. Jika kegiatan kembali berlangsung, aparat diminta menelusuri seluruh mata rantainya berdasarkan bukti.

Mulai dari siapa pemilik ponton, siapa yang menyediakan modal, siapa yang mengoordinasikan pekerja, siapa yang mengatur pergerakan ponton hingga siapa yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

"Kalau setiap kali ditertibkan kemudian berhenti sementara dan setelah itu muncul lagi, berarti ada sesuatu yang harus dicari. Jangan hanya orang yang bekerja di ponton yang dilihat. Siapa yang menggerakkan dan siapa yang mengoordinasikan juga harus diketahui," ujarnya.

Warga menilai pola tersebut berpotensi menjadi permainan kucing-kucingan. Ketika petugas berada di lokasi, aktivitas berhenti. Setelah pengawasan berkurang, aktivitas berpotensi kembali berjalan.

Kondisi itu, kata warga, apabila dibiarkan dapat memicu persoalan yang lebih besar. Masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas penambangan bisa berhadapan langsung dengan para pekerja tambang.

"Ini yang kami khawatirkan. Jangan sampai nanti warga marah, penambang juga bertahan, lalu terjadi keributan. Kalau sampai terjadi konflik, siapa yang dirugikan? Masyarakat juga," katanya.

Karena itu, warga meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum mengambil langkah pencegahan sejak sekarang. Tidak hanya melakukan patroli ketika aktivitas sudah berlangsung, tetapi juga memastikan status dan keberadaan ponton-ponton tersebut serta menelusuri pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Bagi masyarakat, 140 ponton yang masih terparkir bukan sekadar persoalan sarana tambang yang berhenti bekerja. Keberadaan ratusan ponton itu menjadi pertanyaan: jika memang tidak akan digunakan lagi, untuk apa masih berada di sana dan siapa yang bertanggung jawab atas keberadaannya?

Warga berharap negara hadir sebelum persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.

Jangan sampai aparat baru bergerak setelah warga dan penambang berhadapan. Pencegahan harus dilakukan sebelum keributan terjadi, dan jika aktivitas kembali muncul, siapa pun yang terbukti berada di baliknya harus ditelusuri berdasarkan fakta dan alat bukti.

(red/HR) 

Lahan Warga Terbakar di Ngadirojo, Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api


Uploaded Image

Wonogiri - Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari Damkar Kabupaten Wonogiri, BPBD, SAR, Relawan dan masyarakat melaksanakan penanggulangan kebakaran lahan milik warga di Dusun Sambirejo, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (26/09/2026)

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia. Petugas gabungan bersinergi dengan masyarakat setempat untuk memadamkan api serta mengendalikan titik api agar tidak meluas ke area lain dan pemukiman warga.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga menyisir area sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menyampaikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dengan kerja sama antara TNI, BPBD/SAR, Damkar dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.

Pada kesempatan tersebut, Pasiops Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Suraji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar di musim kemarau ini.

Penulis : Arda 72

Kembali Regu Pemadam Kebakaran Kodim Wonogiri Bersama Petugas Gabungan Padamkan kebakaran Lahan Di Ngadirojo


Uploaded Image

Wonogiri – Regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari Damkar Kabupaten Wonogiri, BPBD,SAR,Relawan dan masyarakat melaksanakan penanggulangan kebakaran lahan milik warga di Dusun Sambirejo, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (26/9/2026).

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia. Petugas gabungan dan masyarakat setempat untuk memadamkan api serta mengendalikan titik api agar tidak meluas ke area lain.

Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menyampaikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dengan kerja sama antara TNI, BPBD/SAR, Damkar dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.

Pasiops Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Suraji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Penulis : Arda 72

Agar Wilayah Tetap Aman & Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Serda Catur Handoko bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Jum'at (25/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari berbagai bahaya termasuk bahaya kebakaran yang saat ini sering terjadi."tegas Serda Catur Handoko.

Penulis : Arda 72

Peduli Kebersihan Lingkungan, Babinsa Kestalan Bersama Saberling Pilah Sampah Keliling Kampung


Uploaded Image

Surakarta – Wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan Babinsa Kelurahan Kestalan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta.

Bertempat di wilayah Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jum'at (25/09/2026) pukul 07.00 WIB, Babinsa Kelurahan Kestalan Sertu Supriyanto bersama Tim Saberling (Sapu Bersih Lingkungan) Kelurahan Kestalan melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan secara door to door.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara berkeliling menyusuri gang-gang pemukiman warga, mengambil dan mengumpulkan sampah-sampah rumah tangga warga untuk kemudian diangkut menggunakan mobil sampah kelurahan.

Tidak hanya sekadar membersihkan, kegiatan ini juga mengedukasi warga akan pentingnya pengelolaan sampah. Setelah dikumpulkan, sampah-sampah tersebut kemudian dipilah-pilah secara manual menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, sampah non organik, serta sampah daur ulang yang masih memiliki nilai ekonomis.

Sertu Supriyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus digalakkan sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri, serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, kita bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA dan sampah daur ulang bisa dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai jual," ujar Sertu Supriyanto.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan gotong-royong bersama tim Saberling ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dengan perangkat kelurahan dan masyarakat Kestalan.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, mereka menyambut baik kehadiran Babinsa dan tim Saberling yang membantu menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan masyarakat Kelurahan Kestalan dapat terhindar dari berbagai penyakit dan hidup lebih nyaman.

Penulis : Arda 72

Jumat, 25 September 2026

5 Hektare Lahan Terbakar di Jatiroto, Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri Bergerak Cepat Jinakkan Api


Uploaded Image

Wonogiri – Kebakaran lahan melanda dua titik di wilayah Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, yakni di Dusun Guno Kidul Desa Guno dan Dusun Dewe Kidul Desa Ngelo, dengan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 5 hektare, Sabtu [25/09/2026].

Mendapat laporan kejadian tersebut, Regu Pemadam Kebakaran Kodim 0728/Wonogiri bersama Regu Damkar Kabupaten Wonogiri bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area sekitar.

Tiba di lokasi, personel pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama petugas gabungan dari Polsek, BPBD, SAR, PMI dan warga masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar kobaran tidak semakin meluas.

Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, petugas berjibaku memadamkan titik-titik api serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat di sekitar lahan. Berkat kesigapan petugas di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasiops Kapten Inf Suraji mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama mengingat kawasan tersebut merupakan area terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.

"Kodim 0728/Wonogiri terus berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana dan kejadian kebakaran, serta bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga keamanan dan keselamatan wilayah Kabupaten Wonogiri," pungkas Pasiops.

Penulis : Arda 72

Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri Bergerak Cepat Saat Kobaran Api Hanguskan Lahan Di Jatiroto


Uploaded Image

Wonogiri - Kebakaran melanda di dua titik yakni di kawasan Dusun Guno Kidul Desa Guno dan Dusun Dewe Kidul Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, dengan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 5 hektare. Sabtu (25/9/2026). 

Regu pemadam kebakaran Kodim 0728/Wonogiri  bersama regu Damkar Kabupaten Wonogiri bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan kobaran api dan mencegahnya meluas ke area sekitar.

Tiba dilokasi personel pemadam kebakaran Kodim 0728/Wonogiri bersama petugas gabungan dari Polsek, BPBD, SAR, PMI dan warga masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar kobaran tidak semakin meluas ke area lainnya.

Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, petugas berjibaku memadamkan titik-titik api serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat di sekitar lahan. Berkat kesigapan petugas di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasiops Kapten Inf Suraji mengatakan, Kejadian tersebut menjadi perhatian bersama mengingat kawasan tersebut merupakan area terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.

“Kodim 0728/Wonogiri terus berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana dan kejadian kebakaran, serta bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga keamanan dan keselamatan wilayah Kabupaten Wonogiri,” pungkas Pasiops.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kapolsek Kedawung Antar Jenazah Korban, Bentuk Empati Polisi kepada Keluarga


Cirebon Kota - Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. bersama anggota Polsek Kedawung mengantar jenazah korban penganiayaan berinisial A hingga proses pemakaman di TPU Simaja, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (25/9/2026). Kehadiran polisi dalam prosesi tersebut menjadi bentuk empati kepada keluarga korban setelah korban meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

Pemakaman berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di TPU Simaja Blok Sitameng, Jalan Sitameng, Desa Sutawinangun. Kapolsek Kedawung hadir bersama Panit Lantas Iptu Anyu Suparya, personel piket QR, perangkat Desa Sutawinangun, keluarga almarhumah dan warga sekitar.

Kapolsek bersama anggota mengikuti rangkaian prosesi pemakaman hingga selesai. Pendampingan tersebut dilakukan di tengah suasana duka keluarga setelah korban sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya dalam peristiwa penusukan.

Korban A sebelumnya mendapat perawatan di RS Permata Cirebon setelah mengalami luka akibat penusukan pada Rabu (23/9/2026). Korban sempat diperbolehkan pulang pada Kamis (24/9/2026), namun kembali dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan korban lain berinisial R mengalami luka. Dalam penanganan perkara, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial SM alias D yang diduga sebagai pelaku penusukan terhadap kedua korban.

Kehadiran Kapolsek dan anggota Polsek Kedawung dalam prosesi pemakaman menjadi bentuk empati kepolisian kepada keluarga korban. Di tengah suasana duka, personel turut mendampingi keluarga hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai.

Di sisi lain, kepolisian tetap mengambil langkah tegas terhadap perkara yang terjadi. SM telah diamankan bersama barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut dan menjalani pemeriksaan untuk kepentingan proses penyidikan.

Polisi juga mendalami keterangan saksi serta alat bukti untuk mengungkap perkara secara menyeluruh. Dugaan persoalan pribadi yang disebut menjadi latar belakang penganiayaan turut menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Kepolisian juga memperhatikan kondisi lingkungan setelah kejadian, menyusul adanya keberatan sebagian warga terhadap keberadaan pelaku dan keluarganya. Penanganan perkara tetap diarahkan melalui proses hukum sehingga persoalan tidak berkembang menjadi tindakan lain di luar ketentuan hukum.

Bagi Polsek Kedawung, pendampingan hingga seluruh prosesi pemakaman selesai merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga korban. Sementara terhadap pelaku, proses hukum tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kapolres Cirebon Kota Ungkap Peran Dua Tersangka dalam Kasus Konten Asusila Sesama Jenis


Cirebon Kota - Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Kasatreskrim Polres Cirebon Kota AKP Dr. M. Fadlillah menyampaikan perkembangan pengungkapan kasus dugaan produksi dan penyebaran konten pornografi sesama jenis dalam doorstop di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (25/9/2026) pukul 11.15 WIB. Didampingi Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, keduanya menjelaskan penetapan dua pria berinisial R dan A sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat melalui layanan Polisi 110 dan media sosial mengenai beredarnya video asusila sesama jenis. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Satreskrim Polres Cirebon Kota dengan melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang terlibat dalam rekaman tersebut.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan dua tersangka di lokasi berbeda. Tersangka A diamankan di wilayah Cirebon, sedangkan tersangka R ditangkap di kawasan Tangerang Selatan.

Keduanya tercatat berasal dari daerah berbeda. A merupakan warga yang memiliki identitas kependudukan di Cirebon, sedangkan R tercatat sebagai warga Lampung.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua tersangka mengungkap keterlibatan mereka dalam pembuatan konten yang kemudian beredar di media sosial.

“Tim Satreskrim berhasil mengamankan dua orang yang ada di dalam rekaman tersebut. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui perbuatannya dan saat ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka pidana pornografi,” ujar AKBP Bimantoro Kurniawan.

Kasatreskrim Polres Cirebon Kota AKP Dr. M. Fadlillah menjelaskan, penyidik menemukan dugaan motif komersial dalam pembuatan konten tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, tersangka R disebut datang ke Cirebon untuk mencari target dengan menawarkan imbalan uang.

“Tersangka A membuat video tersebut dengan menerima imbalan sebesar Rp1.800.000 dari tersangka R. Setelah kami kembangkan, tersangka R ini ternyata telah merekam konten serupa dengan sekitar 50 pria berbeda,” kata AKP Dr. M. Fadlillah.

Penyidik masih mendalami rangkaian pembuatan dan penyebaran konten tersebut, termasuk informasi yang ditemukan dari pemeriksaan terhadap barang bukti dan keterangan para tersangka.

Dalam perkara ini, kedua tersangka diproses secara hukum dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang tentang Pornografi sesuai dengan dugaan perbuatan yang dilakukan.

Polres Cirebon Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskan kembali konten asusila yang ditemukan di media sosial. Informasi mengenai konten yang diduga melanggar hukum dapat disampaikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia.

Kodim 0707/Wonosobo Berduka Cita, Dandim Pimpin Persemayaman Almarhum Sertu Supadi Babinsa Koramil 04/Garung



Wonosobo – Seluruh jajaran Kodim 0707/Wonosobo diliputi rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Sertu Supadi, Babinsa Koramil 04/Garung, Kodim 0707/Wonosobo, Korem 072/Pmk. Almarhum meninggal dunia di RSU Setjonegoro Wonosobo karena sakit. (25/9/2026)

Dalam kesempatan memimpin upacara persemayaman di rumah duka, Dandim 0707/Wonosobo menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya. “Kami segenap jajaran Kodim 0707/Wonosobo turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian anggota terbaik kami. Kami hanya mampu berdoa semoga amal baik almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan diampuni segala kesalahannya,” ujar Dandim.

Dandim juga menyampaikan doa dan harapan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kepada keluarga almarhum, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dandim 0707/Wonosobo mengajak seluruh personel untuk mengambil hikmah di balik kepergian almarhum. “Kepada kita semua, mari mengambil hikmah di balik kepergian almarhum. Umur kita semua tidak ada yang mengetahui kapan datangnya ajal. Untuk itu, kita harus senantiasa berbuat baik kepada siapa pun dan di mana pun, baik dalam melaksanakan tugas kedinasan maupun di lingkungan rumah tangga dan masyarakat,” tegasnya.

Kepergian Sertu Supadi merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Kodim 0707/Wonosobo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan serta keberkahan.


(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image