Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Diduga Pengelolaan Limbah Buluh Ayam di wilayah Desa Kerandon, Talun, Cirebon Tak Miliki Izin Resmi

Cirebon, 11 Juni 2026 – Sebuah lokasi pengelolaan limbah buluh ayam yang beroperasi di wilayah Desa Kerandon, Kecamatan Talun, K...

Postingan Populer

Kamis, 11 Juni 2026

Diduga Pengelolaan Limbah Buluh Ayam di wilayah Desa Kerandon, Talun, Cirebon Tak Miliki Izin Resmi

Cirebon, 11 Juni 2026 – Sebuah lokasi pengelolaan limbah buluh ayam yang beroperasi di wilayah Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, diduga tidak mengantongi perizinan resmi, baik dari pemerintah desa setempat maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Dugaan ini muncul setelah warga sekitar melaporkan adanya aktivitas yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.pada hari kamis tgl,11/62026.
 
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, lokasi tersebut telah berjalan selama beberapa waktu, namun hingga kini belum ada bukti dokumen izin yang sah yang ditunjukkan oleh pihak pengelola bernama inisial (A), Baik persetujuan lokasi dari pemerintah desa maupun izin lingkungan dari instansi terkait dinyatakan belum diterbitkan.
 
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya. “Setiap hari sering terlihat kendaraan masuk membawa limbah buluh ayam. Baunya sangat menyengat dan kadang air rembesannya mengalir ke sawah dan saluran air sekitar. Kami sudah menanyakan soal izinnya, tapi tidak ada yang bisa memperlihatkannya,” ujarnya, Kamis (11/6).
 
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Kerandon menegaskan bahwa pihaknya belum pernah menerima permohonan izin maupun mengeluarkan surat persetujuan operasional untuk kegiatan tersebut. “Sampai saat ini tidak ada pihak pengelola yang datang mengajukan permohonan izin ke kantor desa. Jika benar beroperasi tanpa izin, maka hal itu jelas melanggar aturan yang berlaku,” tegasnya.
 
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menyatakan bahwa setiap usaha pengelolaan limbah ternak wajib memiliki izin resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Pengelolaan limbah harus dikelola dengan standar yang benar agar tidak mencemari tanah, air, maupun udara. Kegiatan yang berjalan tanpa izin dikategorikan ilegal dan dapat dikenakan sanksi tegas,” jelasnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola lokasi tersebut belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan maupun klarifikasi. Pemerintah Desa Kerandon bersama tim dari DLH Kabupaten Cirebon berencana segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan fakta di lapangan dan mengambil langkah penanganan demi melindungi lingkungan dan kenyamanan warga.

((Rahmat))

Sinergi Tiga Pilar di Kejaksan Dinilai, Kolaborasi untuk Pelayanan Masyarakat Jadi Sorotan


Cirebon Kota - Penilaian Lomba Tiga Pilar menjadi momentum untuk melihat sejauh mana sinergitas antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa atau lurah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kamis (11/06/2026) pada pukul 13.00 WIB di Kantor Kelurahan Kejaksan dan Pos Satkamling RW Kegiren, Kota Cirebon, melalui berbagai aspek penilaian yang menitikberatkan pada kerja sama lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan warga.

Kasat Binmas Polres Cirebon Kota IPTU Erni Suhaeni menjelaskan bahwa kegiatan penilaian tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengukur efektivitas pelaksanaan tugas Tiga Pilar di tingkat kelurahan dalam membangun komunikasi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Tiga Pilar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Penilai dari Polda Jawa Barat melakukan penilaian terhadap berbagai aspek yang telah dipersiapkan oleh peserta dari Kelurahan Kejaksan. Penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga melihat implementasi nyata dari program-program yang telah dilaksanakan oleh Tiga Pilar dalam mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kejaksan AIPDA Pendy Tristiyanto, S.H., bersama Babinsa SERDA Kardi dan Lurah Kejaksan Teguh Mulyono menjadi peserta yang mewakili dalam kegiatan penilaian tersebut. Ketiganya memaparkan berbagai bentuk kerja sama yang selama ini dibangun dalam rangka mendukung penyelesaian permasalahan di wilayah binaannya melalui pendekatan yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.

Aspek sarana dan prasarana menjadi salah satu fokus utama penilaian, meliputi keberadaan kantor Tiga Pilar, struktur organisasi, peta wilayah, tabulasi kegiatan, data kejadian kriminalitas maupun bencana, hingga kelengkapan intelijen dasar yang menjadi pendukung dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Seluruh unsur tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam menunjang efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, aspek operasional juga mendapat perhatian khusus dari tim penilai. Kemampuan Tiga Pilar dalam melakukan problem solving terhadap berbagai persoalan masyarakat menjadi indikator penting yang menunjukkan kualitas koordinasi dan komunikasi antar unsur di tingkat kelurahan. Inovasi program yang lahir dari kebutuhan masyarakat setempat juga menjadi nilai tambah dalam proses penilaian.

Keberadaan Pos Satkamling RW Kegiren turut menjadi bagian dari objek penilaian karena dinilai memiliki kontribusi dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Satkamling tidak hanya dipandang sebagai tempat ronda malam, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

Penilaian juga mencakup aspek pengawasan dan pengendalian yang meliputi adanya arahan dari tingkat kecamatan maupun kabupaten/kota, supervisi pejabat terkait, pelaksanaan apel Tiga Pilar, pemberian penghargaan, hingga evaluasi rutin terhadap berbagai program yang telah berjalan. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat kehadiran Tiga Pilar di tengah masyarakat. Sinergitas yang baik antara aparat dan pemerintah kelurahan menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang nyaman, meningkatkan kepercayaan publik, serta mempercepat penyelesaian persoalan yang muncul di tingkat akar rumput.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung berbagai program kolaboratif yang melibatkan Tiga Pilar di lingkungan masing-masing. "Keberhasilan Tiga Pilar tidak hanya ditentukan oleh aparat yang bertugas, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersamaan, saling peduli, dan membangun komunikasi yang baik. Penilaian ini menjadi motivasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dan memberi manfaat yang nyata," ungkapnya.

((A, Rahmat))

Propam Polsek Panongan Sosialisasikan Layanan Dumas Polri Melalui Scan Barcode


Uploaded Image


TANGERANG – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan terhadap kinerja anggota Polri, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polsek Panongan Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan pengaduan masyarakat (Dumas) melalui sistem Scan Barcode kepada masyarakat di wilayah hukum Polsek Panongan, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kanit Propam Polsek Panongan, AIPDA Ferdi Yanto, SH, tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menyampaikan pengaduan, saran, maupun laporan terkait pelayanan kepolisian melalui kanal resmi Propam Polri.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan informasi mengenai tata cara penggunaan layanan Scan Barcode yang dapat diakses secara mudah dan cepat untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada Propam Polri.

AIPDA Ferdi Yanto menjelaskan bahwa layanan Dumas Propam merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.

“Dengan adanya layanan pengaduan berbasis Scan Barcode ini, masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan laporan maupun masukan terkait pelayanan kepolisian sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di lingkungan Polsek Panongan Polresta Tangerang dan mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Selain memberikan pemahaman mengenai layanan Dumas Propam, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.




Toher Aswi

Polres Cirebon Kota Kumpulkan 75 Kantong Darah, Hadiah Nyata Hari Bhayangkara ke-80 untuk Kebutuhan Masyarakat

Cirebon Kota - Kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi salah satu bentuk kepedulian Polres Cirebon Kota terhadap kebutuhan kemanusiaan di tengah masyarakat. Pada Kamis (11/06/2026), tepat di tengah rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB di Aula Catur Prasetya Polres Cirebon Kota, personel kepolisian bersama Bhayangkari berpartisipasi aktif mendonorkan darah sebagai wujud kontribusi nyata bagi warga yang membutuhkan bantuan transfusi darah.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Menurutnya, setetes darah yang disumbangkan memiliki nilai yang sangat besar karena dapat membantu menyelamatkan nyawa sesama.

Donor darah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk kepedulian sosial yang mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan darah yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan medis, baik untuk pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan, korban kecelakaan, maupun penderita penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi secara berkala.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Cabang Cirebon Kota Ny. Maya Eko Iskandar, personel Polres Cirebon Kota, serta Bhayangkari Cabang Cirebon Kota. Kehadiran para peserta menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat tumbuh melalui keterlibatan berbagai unsur dalam institusi kepolisian.

Dari pelaksanaan donor darah tersebut berhasil terkumpul sebanyak 75 kantong darah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Jumlah tersebut menjadi kontribusi yang berarti dalam mendukung ketersediaan stok darah, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai momentum refleksi perjalanan institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan peran sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, kehadiran Polri diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh warga dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain memberikan manfaat bagi penerima donor, kegiatan donor darah juga memberikan dampak positif bagi pendonor, seperti membantu menjaga kesehatan tubuh melalui proses regenerasi sel darah. Namun demikian, yang paling utama dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran bahwa membantu sesama dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang memiliki dampak besar.

Antusiasme peserta dalam mengikuti donor darah mencerminkan semangat kebersamaan untuk terus berbagi. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan merupakan bagian penting yang harus terus dipelihara, terutama dalam membangun hubungan yang harmonis antara institusi kepolisian dengan masyarakat yang dilayani.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk tidak ragu menjadi pendonor darah secara sukarela karena kebutuhan darah di rumah sakit terus berlangsung setiap hari. "Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana namun sangat berarti bagi keselamatan orang lain. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini kami harapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, karena satu kantong darah yang didonorkan dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang membutuhkan pertolongan," ujarnya.

((A, Rahmat))

POLRES KUNINGAN UNTUK SWASEMBADA PANGAN NASIONAL

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan dan penguatan Ketahanan Pangan nasional, Sat Lantas Polres Kuningan memantau dan mendukung aktivitas pertanian sebagai salah satu sektor strategis penopang kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Polda Jabar, Polres Kuningan, dan Sat Lantas Polres Kuningan berkomitmen mendukung setiap langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan demi Indonesia yang lebih kuat.

“Bersama Petani, Mewujudkan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Bangsa.”

((A, Rahmat))

Rabu, 10 Juni 2026

Kecelakaan Maut Akibat Rem Blong, Satu Orang Meninggal di Lampu Merah Arjawinangun


 
Cirebon Buserpersisi com ,9 Juni 2026 – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan lampu merah Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu rem blong ini merenggut nyawa satu orang warga setempat.
 
Berdasarkan keterangan polisi, sebuah truk bermuatan penuh melaju dari arah Jakarta menuju Tegal melalui Jalur Pantura. Saat mendekati persimpangan lampu merah, pengemudi mendapati antrean kendaraan yang padat berhenti. Pada saat itulah, sistem pengereman truk diduga mengalami gangguan atau rem blong, sehingga kendaraan tidak dapat diperlambat dan sulit dikendalikan.
 
Untuk menghindari tabrakan beruntun yang lebih parah, sopir membanting setir ke arah kiri. Namun, kendaraan justru keluar jalur dan langsung menghantam dua unit warung milik warga yang berada tepat di pinggir jalan. Benturan berkecepatan tinggi menyebabkan bangunan hancur berantakan dalam sekejap.
 
Akibat kejadian tersebut, seorang penjaga warung diketahui meninggal dunia di lokasi akibat luka parah. Sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, membenarkan peristiwa tersebut. "Dugaan sementara, kendaraan mengalami gangguan pada rem saat akan berhenti di lampu merah. Sopir sudah berusaha menghindar, namun tidak terelakkan dan menabrak bangunan di pinggir jalan," jelasnya.
 
Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan serta pengemudi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Arus lalu lintas sempat tersendat dan dipindahkan sementara guna memperlancar proses evakuasi korban dan pembersihan lokasi.
 
Polisi mengimbau seluruh pengemudi kendaraan besar untuk selalu memeriksa kondisi kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama bagian sistem pengereman, guna mencegah kejadian serupa terulang pungkasnya.

((A, Rahmat))

Jadi Pilot Project Pertama, Polresta Cirebon Sosialisasikan Kampung Tangguh Narkoba di Trusmi Kulon

​Polresta Cirebon, melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)  menggelar kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (9/6/2026) malam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menggalakkan program Kampung Tangguh Narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon.

​Kegiatan yang berlangsung di salah satu ketua RT tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Satresnarkoba disambut hangat oleh Kuwu (Kepala Desa) Trusmi Kulon, Abdul Tholib, serta dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Bripka Soetani, Babinsa Sertu Fernando, perangkat desa, dan elemen masyarakat setempat.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Kompol Heri Nurcahyo, mengungkapkan bahwa Desa Trusmi Kulon dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) pertama di Kabupaten Cirebon. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pemetaan berkala yang menunjukkan bahwa desa tersebut memiliki tingkat kerawanan peredaran narkoba yang rendah.

​"Tujuan utama dari sosialisasi Kampung Tangguh  Narkoba ini adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan desa yang bersih, aman, dan sehat bagi generasi masa depan," ujar Kompol Heri Nurcahyo.

​Melalui pembentukan satgas-satgas pencegahan yang melibatkan sinergitas  Polri, TNI dan pemangku kepentingan desa, program terintegrasi ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi penguatan keamanan di tingkat desa. Pihak kepolisian memberikan beberapa materi krusial kepada warga terkait ​Poin Utama Edukasi ​Dalam sosialisasi yang dikemas interaktif tersebut.

Diantaranya, Warga diberikan edukasi mendalam agar lebih mengenal jenis-jenis narkoba serta dampak negatif penyalahgunaannya, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, sosial, budaya , maupun masa depan generasi muda, hingga Penjelasan mengenai risiko dan sanksi hukum yang tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Selain itu, sosialisasi tersebut membuka Membuka ruang tanya jawab langsung bagi warga untuk berkonsultasi mengenai penanganan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga atau tetangga, dan Edukasi mengenai tata cara pelaporan cepat dan aman melalui Call Center 110 Polresta Cirebon, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi jika menemui aktivitas mencurigakan.

"​Rangkaian acara sosialisasi ini berjalan dengan interaktif, aman, dan kondusif dari awal hingga selesai. Ke depan, Polresta Cirebon berencana mereplikasi program Kampung Tangguh Narkoba ini ke desa-desa lain guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

((A, Rahmat))

Peran Aktif Babinsa Kepatihan Wetan Berikan Paparan Dalam Rapat Panitia Persiapan Gelar Budaya Babad Kepatihan 2026

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono menghadiri Rapat Persiapan Gelar Budaya Babad Kepatihan bertempat di Pendopo Kelurahan Jl. Sutan Syahrir No.26 Kelurahan Kepatihan Wetan Kec. Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 09/06/2026 ) Pkl 19.00 Wib

Dalam agenda rapat tersebut membahas tentang persiapan-persiapan sarana prasarana dan paparan panitia kegiatan dalam rangka penyelenggaraan Gelar Budaya Babad Kepatihan tahun 2026.

Dalam sambutan Sertu Budiono mengatakan bahwa sebagai generasi penerus bangsa, saat ini tugas kita melestariakan budaya daerah dengan nilai-nilai positif dan mempertahankannya.

Untuk itu, dalam rangka Gelar Budaya Babad Kepatihan tahun 2026 yang akan kita selenggarakan pada tanggal 18 Juli tahun ini, mari kita bersama-sama mulai menyiapkan sarana dan prasarananya dengan baik, agar pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini, juga sebagai wujud penghargaan kepada nenek moyang berikan wariasan budaya lokalnya

Sertu Budiono juga menyampaikan kegiatan gelar budaya babad kepatihan setiap tahun dilaksanakan tentunya kita harus menyiapkan secara sungguh-sungguh agar kegiatan berjalan dengan baik. Koreksi dan kekurangan pada pelaksanaan tahun kemarin hendaklah bisa diperbaiki.

Demi suksesnya penyelenggaraan Gelar Budaya Babad Kepatihan nantinya, semua pihak untuk turut berpartisapasi, terlebih kepada para panitianya agar melakukan setiap tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Piket Koramil 04/Jebres Bersama Linmas Patroli Malam Sambil Himbauan Kamtibmas

Surakarta - Mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif di lingkungan  Masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Teguh Pria  melaksanakan Patroli Bersama Anggota Linmas Guna menciptakan Kamtibmas yang aman di wilayah Kecamatan Jebres Surakarta, Selasa (09/06/2026) pukul 21.00 wib.

Sembari melaksanakan Patroli Malam, Sertu Teguh Pria  juga melaksanakan kegiatan Komsos dengan warga dengan memberikan himbauan untuk menjaga Kamtibmas tetap aman diwilayah binaan.

"Pada pelaksanaan ini memaksimalkan peran komunikasi sosialnya dengan sejumlah warga sebagai upaya untuk cegah dini dan deteksi dini terhadap hal hal yang tidak diinginkan. Warga dapat terjalin dengan baik diharapkan berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk mengantisipasinya," ungkapnya 

"Dengan rutin melaksanakan Patroli wilayah di malam hari, kami berusaha menciptakan Kamtibmas di wilayah tetap aman dan  warga masyarakat akan terasa tenang dan nyaman, Semoga warga masyarakat akan senang dengan keberadaan kita yang rutin melaksanakan patroli," harapnya.

(Arda 72)
Uploaded Image

Selasa, 09 Juni 2026

Polisi Ingatkan kepada masyarakat Cirebon kota Dan Sekitarnya Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu.

 
Cirebon Kota – Peristiwa meninggal dunia diduga akibat tertemper kereta api terjadi pada Selasa (09/06/2026) pukul 11.51 WIB di jalur utara KM 215+1 Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang mengakibatkan seorang pria berusia 25 tahun asal Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon meninggal dunia dan langsung mendapatkan penanganan dari aparat kepolisian bersama pihak terkait.

Kapolsek Mundu AKP Didi Sumardi, S.H. menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya dugaan korban tertemper kereta api, petugas gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta melaksanakan proses identifikasi terhadap korban sesuai prosedur yang berlaku.

Korban diketahui berinisial A.R.N., berjenis kelamin laki-laki, berusia 25 tahun, warga Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Gunung Jati Cirebon guna proses identifikasi lebih lanjut serta penanganan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, informasi mengenai adanya korban tertemper kereta api diterima setelah pihak PT KAI mendapatkan laporan dari Stasiun Kejaksan terkait adanya seseorang yang diduga tertemper kereta api di sekitar jalur KM 215+1 Desa Citemu, Kecamatan Mundu.

Salah seorang saksi berinisial F.D.A., perempuan berusia 24 tahun, warga Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa saat melintas di Jalan Pantura wilayah Mundu, dirinya melihat sepeda motor yang diduga milik korban terparkir di pinggir jalan dekat jalur rel kereta api. Ketika mendekati lokasi, saksi kemudian mengetahui adanya potongan tubuh di sekitar lintasan kereta api.

Saksi lainnya, Hasan Basyari, laki-laki berusia 54 tahun dari pihak PT KAI yang bertugas sebagai mandor, menerangkan bahwa dirinya menerima informasi dari petugas Stasiun Kejaksan mengenai adanya dugaan orang tertemper kereta api di jalur utara KM 215+1. Atas informasi tersebut, pihak PT KAI segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman sementara, korban diduga tertemper Kereta Api Harina Nomor 99 jurusan Bandung–Surabaya yang melintas di lokasi kejadian. Petugas kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.

Petugas kepolisian bersama unsur terkait kemudian melakukan langkah-langkah penanganan berupa mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, mencari dan meminta keterangan saksi-saksi, mendokumentasikan lokasi kejadian, mengevakuasi jenazah ke rumah sakit, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa jalur rel kereta api merupakan kawasan terbatas yang memiliki risiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar rel serta meningkatkan kewaspadaan saat berada di area perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi dengan palang pintu dan petugas penjaga.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, agar selalu berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu, memastikan kondisi rel benar-benar aman dengan melihat ke kanan dan kiri, mendengarkan suara kereta yang akan melintas, serta tidak memaksakan diri menerobos lintasan. "Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan mengambil risiko sekecil apa pun di perlintasan kereta api karena kelalaian dalam beberapa detik dapat berujung pada hilangnya nyawa," tegasnya.

((A, Rahmat))