Buserpresisi COM, CIREBON – Mahasiswa (SEMA) kritik terhadap kepemimpinan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, datang dari kalangan mahasiswa, Lokasi Depan Kantor Bupati Cirebon mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Selasa (28/4/2026).
Para mahasiswa menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja kepala daerah, dengan fokus pada beberapa hal utama:
Pengelolaan APBD 2026: Menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, serta menduga adanya penyimpangan atau pemanfaatan untuk kepentingan kelompok tertentu, bukan kesejahteraan rakyat. Mereka juga menyoroti isu proyek aspirasi anggota dewan yang dinilai tidak jelas peruntukannya dan diduga ada praktik jual-beli proyek.
Kondisi Infrastruktur: Banyak jalan rusak, tumpukan sampah, dan kurangnya penerangan jalan umum yang belum tertangani meski anggaran daerah cukup besar. Pembangunan juga dinilai belum merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Desa Guwa Kidul.
Mahasiswa menilai Bupati Cirebon jarang turun langsung ke lapangan dan bertemu warga untuk mendengar keluhan, berbeda dengan gaya gubernur pak KDM kepemimpinan yang dekat dengan rakyat yang diharapkan.
Aksi berlangsung dengan damai, diisi dengan orasi, pembacaan pernyataan sikap, dan pemasangan spanduk berisi tuntutan dan kritik.Tidak ada insiden kekerasan atau kerusakan yang terjadi selama aksi berlangsung.
“Di sana banyak permasalahan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga infrastruktur dan Penerangan Jalan Umum (PJU),” ujar Afwan di sela orasinya.
Ia mendesak agar Bupati Cirebon segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi objektif masyarakat. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah sangat penting untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusi yang tepat.
Sebaliknya, ia menilai Bupati Cirebon belum sepenuhnya mampu memposisikan diri sebagai pemimpin yang fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan lain-lain.pungasnya.
Jurnalis: Rahmat




