Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Babinsa Punggawan Bersama Petugas Kebersihan Wujudkan Lingkungan Bersih, Indah, dan Sehat

Surakarta – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh prajurit kewilayahan. Babinsa Kelurah...

Postingan Populer

Senin, 02 November 2026

Babinsa Punggawan Bersama Petugas Kebersihan Wujudkan Lingkungan Bersih, Indah, dan Sehat


Uploaded Image

Surakarta – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh prajurit kewilayahan. Babinsa Kelurahan Punggawan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Junaidi bersama petugas kebersihan Kelurahan Punggawan melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemilahan sampah di wilayah Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan bertahap di sepanjang jalan yang memerlukan pembersihan. Dengan lingkungan yang bersih, selain menyehatkan juga akan indah dipandang mata dan memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas maupun yang bermukim di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, keikutsertaan Babinsa dalam membersihkan lingkungan bersama petugas kebersihan memiliki makna yang sangat mendalam. Ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana Babinsa hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan dibersihkannya lingkungan setiap hari, diharapkan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, mengantisipasi penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.

Serma Junaidi mengatakan, kehadirannya bersama petugas kebersihan adalah untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat.

"Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan kewajiban kita bersama. Dengan turun langsung ke lapangan, kami ingin mengajak warga agar merasa memiliki dan peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Jika bersih, rapi, dan indah, sudah selayaknya kita jaga dan rawat bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu Warga Masyarakat sekitar pun mengapresiasi aksi nyata Babinsa yang tak segan memegang sapu dan mengangkut sampah bersama petugas. Sinergi antara TNI dan aparat kelurahan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Babinsa Punggawan terus membuktikan jati dirinya sebagai prajurit rakyat yang selalu hadir menjadi solusi dan teladan di wilayah binaan.

Penulis : Arda 72

Babinsa Punggawan Bersama Petugas Kebersihan Wujudkan Lingkungan Bersih, Indah, dan Sehat


Uploaded Image

Surakarta – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh prajurit kewilayahan. Babinsa Kelurahan Punggawan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Junaidi bersama petugas kebersihan Kelurahan Punggawan melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemilahan sampah di wilayah Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan bertahap di sepanjang jalan yang memerlukan pembersihan. Dengan lingkungan yang bersih, selain menyehatkan juga akan indah dipandang mata dan memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas maupun yang bermukim di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, keikutsertaan Babinsa dalam membersihkan lingkungan bersama petugas kebersihan memiliki makna yang sangat mendalam. Ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana Babinsa hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan dibersihkannya lingkungan setiap hari, diharapkan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, mengantisipasi penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.

Serma Junaidi mengatakan, kehadirannya bersama petugas kebersihan adalah untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat.

"Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan kewajiban kita bersama. Dengan turun langsung ke lapangan, kami ingin mengajak warga agar merasa memiliki dan peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Jika bersih, rapi, dan indah, sudah selayaknya kita jaga dan rawat bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu Warga Masyarakat sekitar pun mengapresiasi aksi nyata Babinsa yang tak segan memegang sapu dan mengangkut sampah bersama petugas. Sinergi antara TNI dan aparat kelurahan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Babinsa Punggawan terus membuktikan jati dirinya sebagai prajurit rakyat yang selalu hadir menjadi solusi dan teladan di wilayah binaan.

Penulis : Arda 72

Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja, Babinsa Manahan Gembleng Linmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga


Uploaded ImageSurakarta – Guna meningkatkan kedisiplinan dan semangat kerja, Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi memberikan arahan kepada anggota Linmas Kelurahan Manahan di Halaman Gedung Graha Kusuma, Jl. Manyar I No. 2, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Linmas merupakan ujung tombak petugas dari Kelurahan yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan warga masyarakat. Setiap saat harus siap jika ada tugas, sehingga Linmas harus mempunyai kedisiplinan tinggi dalam melaksanakan tugasnya, apalagi saat ini sudah memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan yang rawan bencana.

Menyikapi tugas pokok Linmas yang tidak mudah, Babinsa Manahan memberikan arahan yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas, serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan keamanan.

"Linmas harus bisa memberi contoh bagi masyarakat lainnya dalam penanaman disiplin dan semangat dalam melaksanakan tugas," ungkap Serma Saring.

Lebih lanjut Serma Saring menegaskan, kedisiplinan adalah modal pokok keberhasilan dalam melaksanakan tugas ataupun kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun kegiatan dalam pekerjaan.

"Tanpa kedisiplinan, pekerjaan yang dilakukan hasilnya tidak akan bisa maksimal," pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas, Babinsa Pucangsawit Kawal Penyaluran Makan Bergizi Gratis di SDN Badran


Uploaded Image

Surakarta – Wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, Babinsa Kelurahan Pucangsawit Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Suparno melaksanakan pendampingan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa-siswi SDN Badran, Jl. Ir. Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Senin (02/11/202)

Pendampingan penyaluran Makan Bergizi Gratis ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya siswa-siswi di sekolah dasar.

Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa-siswi, serta mendukung pembangunan generasi muda yang lebih sehat dan cerdas. Dengan dukungan Babinsa, program ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

Di sisi lain, melalui kegiatan ini, Babinsa berperan aktif dalam memastikan distribusi MBG berjalan lancar dan aman.

“Kami juga membantu memantau kualitas makanan dan memastikan bahwa semua porsi makanan bergizi diterima oleh siswa,” ungkap Serka Suparno.

“Program ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dan meningkatkan prestasi belajar mereka. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” tambahnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa aman serta nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kopka Eva Agus melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Minggu ( 01 / 11 / 2026)

Dikatakan Kopka Eva Agus Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban,agar tidak terjadi nya suatu tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus selalu tanggap terhadap perkembangan situasi yang ada di lingkungan sekitar wilayah."tegasnya.

Penulis : Arda 72

Polsek Jebus Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Bakau Sungailalang



Bangka Barat, Polsek Jebus Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan bakau Dusun Sungailalang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Imbauan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Bakit , Bripka Amin Yulianto, saat melaksanakan kegiatan sambang dan imbauan kamtibmas pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Amin Yulianto memberikan imbauan langsung kepada para penambang agar menghentikan aktivitas pertambangan di kawasan hutan bakau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah kerusakan lingkungan serta menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, imbauan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk menaati ketentuan hukum.

“Polres Bangka Barat melalui jajaran Polsek terus mengedepankan langkah preventif dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal, terlebih di kawasan hutan bakau yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan dukungan seluruh lapisan masyarakat.

“Polisi Bersama Masyarakat, mari kita jaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup dan masa depan generasi mendatang,” tutupnya.

(HR) 

Minggu, 01 November 2026

Ada Apa di Balik Sengketa Lahan Pantai Takari? Ahli Waris Bongkar Dugaan Kejanggalan.


BANGKA – Harapan memperoleh keadilan masih terus diperjuangkan ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo dalam perkara sengketa lahan di kawasan Pantai Takari, Kabupaten Bangka. Melalui kuasa hukumnya, Armansyah, S.S., S.H., pihak ahli waris meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) mengkaji dan meninjau kembali putusan perkara tersebut berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti baru yang diajukan.

Perjuangan hukum ini bukan perjalanan singkat. Sengketa lahan yang telah bergulir sejak 2020 hingga 2026 tersebut kini memasuki tahapan Peninjauan Kembali (PK), setelah kuasa hukum mengajukan permohonan melalui Pengadilan Negeri Sungailiat pada 4 Juni 2025.

Permohonan PK tersebut diajukan terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5058 K/Pdt/2024 tertanggal 14 November 2024.
Dalam perjalanan perkara ini, sebelumnya almarhum Sri Dwi Joko bersama ahli waris Rahmat Widodo juga telah membuat laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024 pada 13 Mei 2024, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, dengan terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi gugatan perdata yang diajukan pihak Dewi Hartati Pattiasina terhadap almarhum Sri Dwi Joko dan para ahli warisnya.

Hingga saat ini, Armansyah selaku kuasa hukum menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak kliennya melalui jalur hukum. Ia berharap proses peradilan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berlandaskan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
Dua Novum Menjadi Dasar Pengajuan PK
Dalam permohonan Peninjauan Kembali tersebut, pihak pemohon mengajukan dua bukti baru (novum) yang dinilai memiliki relevansi penting terhadap objek sengketa lahan Pantai Takari.

Pertama, dokumen yang berkaitan dengan status kawasan lahan yang dikuasai pihak Dewi Hartati Pattiasina. Menurut pihak pemohon, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Pantai Takari yang berdasarkan Surat Keputusan Nomor SK.3924/MENLHK-PSKL/PSL.0/6/2018 tertanggal 7 Juni 2018, yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, merupakan bagian dari tanah negara.

Kedua, Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 1/Prapid/2025/PN Pkp yang berkaitan dengan laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024/SPKT/Polda Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 13 Mei 2024, atas nama terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).
Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari dasar permohonan PK yang diajukan pihak ahli waris. Kuasa hukum berharap majelis hakim Mahkamah Agung dapat memeriksa dan mempertimbangkan seluruh bukti tersebut secara menyeluruh dalam proses peninjauan kembali.

Minta Pengawasan Khusus, Sejumlah Lembaga Disurati. 

Tidak hanya menempuh jalur peradilan, kuasa hukum Armansyah juga menyampaikan surat permohonan pengawasan khusus kepada sejumlah lembaga negara.

Surat tersebut ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Kejaksaan Agung, Kapolri, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan agar proses penanganan perkara mendapatkan perhatian dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Perkara yang dimaksud tercatat dalam rangkaian Nomor 6/Akta PK/2025/PN Sgl jo. Nomor 52/Pdt.G/2023/PN Sgl jo. Nomor 10/PDT/2024/PT BBL jo. Nomor 5058 K/Pdt/2024.

Pihak kuasa hukum berharap tidak ada intervensi maupun kepentingan pihak mana pun dalam proses pemeriksaan PK tersebut. Mereka meminta agar majelis hakim Mahkamah Agung dapat mengambil keputusan secara independen berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Mafia Tanah Dilaporkan ke Kejati Babel
Di sisi lain, ahli waris Rahmat Widodo juga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan praktik mafia tanah.

Dalam laporan tersebut, pihak ahli waris mempersoalkan keberadaan dan keabsahan dokumen kepemilikan lahan yang menurut mereka tidak tercatat di Desa Rebo maupun Kecamatan Sungailiat.

Mereka juga mempertanyakan bagaimana lahan yang diklaim sebagai bagian dari tanah negara di kawasan Pantai Takari dapat dikuasai, dipatok, hingga menjadi bagian dari objek sengketa yang kemudian diputus melalui proses peradilan.

Atas persoalan itu, ahli waris meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh dokumen, riwayat penguasaan tanah, serta proses administrasi yang berkaitan dengan objek sengketa.

Dugaan adanya keterlibatan oknum dalam persoalan tersebut juga menjadi hal yang diminta untuk ditelusuri lebih lanjut. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Berharap Mahkamah Agung Menjadi Pintu Terakhir Keadilan. 

Bagi ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo, pengajuan PK bukan sekadar upaya melanjutkan proses hukum. Lebih dari itu, mereka berharap masih ada ruang untuk mendapatkan keadilan atas hak yang selama ini mereka perjuangkan.

Mereka mengaku merasa dirugikan dan berharap seluruh fakta serta bukti yang diajukan dapat dipertimbangkan secara objektif oleh majelis hakim Mahkamah Agung.
Armansyah, S.S., S.H. selaku kuasa hukum menyampaikan harapannya agar Mahkamah Agung benar-benar mengkaji, mengoreksi, dan meninjau kembali perkara tersebut dengan mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan.

Menurutnya, hukum harus menjadi tempat berlindung bagi setiap warga negara, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Prinsip hukum Audi et alteram partem atau kewajiban mendengarkan kedua belah pihak menjadi penting dalam memastikan setiap pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan fakta dan pembelaannya.
Demikian pula prinsip Ubi jus ibi remedium, yang mengandung makna bahwa di mana ada hak, di situ harus tersedia upaya hukum untuk memperjuangkannya.

Kini, harapan para ahli waris tertuju pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mereka berharap proses PK dapat diperiksa secara cermat dan menghasilkan putusan yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

Sebab, pada akhirnya, keadilan bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam sebuah perkara, melainkan bagaimana hukum ditegakkan berdasarkan kebenaran, fakta, dan hati nurani.

(HR/TIM) 

*Tingkatkan Disiplin Berkendara, Polres Kuningan Gencarkan Sosialisasi dan Himbauan Kamseltibcarlantas Operasi Patuh Lodaya 2026*

*KUNINGAN* — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengintensifkan sosialisasi dan himbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat. Upaya edukatif dan preventif ini digelar dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di berbagai titik strategis di wilayah hukum Kabupaten Kuningan, meliputi pusat keramaian, pangkalan transportasi umum, perempatan lampu merah, hingga menyasar langsung komunitas masyarakat dan sekolah. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membagikan brosur, pamflet himbauan keselamatan, serta memberikan penyuluhan langsung mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Kapolres Kuningan menyampaikan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 berfokus pada upaya persuasif, edukatif, dan humanis guna menekan angka fatalitas kecelakaan serta meningkatkan kesadaran pengendara. Penindakan hukum, baik secara tilang elektronik (ETLE) maupun teguran simpatik, difokuskan pada sejumlah pelanggaran prioritas yang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan.

*Sasaran prioritas dalam operasi ini antara lain:*
• Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara.
• Pengemudi atau pengendara di bawah umur.
• Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
• Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar SNI.
• Pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengamanan (safety belt).
• Pengendara yang melawan arus lalu lintas.
• Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang.
• Melampaui batas kecepatan yang ditentukan.
• Penggunaan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi teknis (knalpot brong/bising).

Melalui momentum Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Kuningan mengajak seluruh lapisan warga Kuningan untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban karena adanya petugas di lapangan. Disiplin berkendara yang dimulai dari diri sendiri merupakan langkah paling efektif untuk melindungi diri dan pengguna jalan lainnya.

((A, Rahmat))

Jaga Tradisi dan Budaya Masyarakat, Kapolresta Cirebon Pimpin Langsung Pengamanan Memayu Buyut Trusmi

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.

Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.

Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.

((A, Rahmat))

Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Malam



Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Syukur melaksanakan Patroli malam bersama anggota linmas di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ditegaskan Serka Syukur Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil 02/bjs bersama anggota linmas dengan sasaran tempat - tempat keramaian yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital dan Tempat-tempat keramaian di wilayah kecamatan Banjarsari

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar.

Penulis : Arda 72