Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Satresnarkoba Polres Wonosobo Tangkap Pengguna Sabu di Kec. Kalikajar

Wonosobo – Satresnarkoba Polres Wonosobo kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Wonos...

Postingan Populer

Rabu, 20 Mei 2026

Satresnarkoba Polres Wonosobo Tangkap Pengguna Sabu di Kec. Kalikajar


Wonosobo – Satresnarkoba Polres Wonosobo kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Wonosobo. Seorang pria berinisial BS (34), warga Kecamatan Kalikajar, ditangkap petugas saat diduga hendak mengonsumsi sabu di rumahnya sendiri.

Penangkapan dilakukan pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di teras rumah tersangka di wilayah Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Kasatresnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti informasi masyarakat, anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menyimpan narkotika jenis sabu,” ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu seberat bruto 1,24 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok warna putih kombinasi merah. Paket sabu itu dibungkus tisu putih, dimasukkan ke dalam potongan sedotan plastik hitam yang dilakban warna oranye, lalu disimpan di saku celana pendek yang dikenakan tersangka.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu di dalam lemari pakaian kamar tersangka. Barang bukti tersebut antara lain satu set bong atau alat hisap dari botol plastik bekas, pipet kaca, sekop dari sedotan plastik, korek api gas, gunting, serta plastik klip bekas bungkus sabu.

Petugas turut mengamankan satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku sudah pernah membeli sabu beberapa kali dengan harga ratusan ribu untuk digunakan sendiri. 

“Selain mengamankan narkotika jenis sabu, petugas juga menemukan seperangkat alat hisap yang menguatkan dugaan penyalahgunaan narkotika oleh tersangka,” kata AKP Teguh.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri pemasok narkotika tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

AKP Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas informasi yang diberikan sehingga pengungkapan kasus ini dapat dilakukan. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkotika,” ujarnya.


(Yudhi)
Uploaded Image

Viral “Pocong” Diduga Modus Kejahatan, Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli dan Imbau Warga Aktifkan Ronda


Uploaded Image


Polresta Tangerang merespons teror “pocong” di sejumlah wilayah yang viral beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengimbau masyarakat tetap waspada namun tetap tenang dan tidak panik.

"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik. Serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2026). 

Dari informasi yang beredar, muncul dugaan aksi teror "pocong" tersebut dijadikan modus kejahatan seperti pencurian atau perampokan dengan cara menakut-nakuti warga. Oleh karena itulah, Indra Waspada meminta masyarakat tenang. 

Sebab menurutnya, aksi-aksi menyerupai teror tersebut diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Situasi itu kemudian dapat dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya saat lingkungan dalam kondisi tidak kondusif.

"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.

Indra Waspada menegaskan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polresta Tangerang melalui fungsi Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan akan meningkatkan patroli di wilayah permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari.

Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Indra Waspada menegaskan, masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar. Pelaporan dapat dilakukan ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror “pocong” tersebut guna mengungkap pihak yang terlibat serta motif di balik aksi tersebut.

“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” pungkas Indra Waspada.





Toher Aswi

Selasa, 19 Mei 2026

Hari ke-28 TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0735/Surakarta, Progres Capai 97%

Surakarta- Memasuki hari ke-28 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung yang dilaksanakan oleh Kodim 0735/Surakarta, progres pengerjaan infrastruktur di Desa Krajan, Kecamatan Jebres, telah mencapai 97%, Antusiasme dan semangat gotong royong antara TNI dan warga terus mewarnai kegiatan yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selasa (19/05/2026) 

Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman. S.H menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang solid antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendorong kemajuan desa.

“Kami berharap program ini dapat segera selesai tepat waktu, agar hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain meningkatkan Sarana Pembangunan, TMMD ini juga diharapkan mampu menahan lateral tanah dan air untuk mencegah longsor dan Pengendali drainase serta melindungi badan jalan jembatan atau bangunan agar tidak mudah ambles atau rusak,” ujar Letkol Inf Arief

Kegiatan TMMD ini mencakup pembangunan talud beton, dan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, serta bakti sosial.

Respon masyarakat pun sangat positif. Mereka menyambut dengan antusias setiap progres yang telah dicapai. Salah seorang warga mengungkapkan rasa bangga desanya terpilih menjadi lokasi TMMD.

"Kami sangat senang dan bangga. Talud yang dibangun ini sangat penting bagi kami. Sekarang makin kokoh taludnya, dan ke depan pasti membawa dampak baik bagi kehidupan kami,” ungkap Suwarno seorang warga setempat.

Dengan sisa waktu yang tersedia, pihak Kodim 0735/Surakarta Koramil 04/Jebres optimis seluruh sasaran akan tercapai 100% dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Krajan Mojosongo.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

BTNGC Dan KTH Siliwangi Gelar Sekat Bakar di Cikaracak, Antisipasi Kebakaran Hutan Jelang Musim Kemarau

MAJALENGKA – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menggelar kegiatan pembuatan sekat bakar sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau panjang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Cikaracak, Blok Agropak, Kabupaten Majalengka.

Program sekat bakar dilakukan dengan membuka jalur pembatas antara kawasan hutan milik warga dan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). 

Jalur tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter dengan total panjang mencapai 15 kilometer mengelilingi kawasan hutan TNGC di titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya.
Pembuatan sekat bakar ini menjadi agenda rutin tahunan yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Siliwangi Majakuning dengan jumlah anggota sekitar 60 orang.

 Mereka bergotong royong membersihkan rumput ilalang dan vegetasi kering yang berpotensi menjadi sumber penyebaran api.
Ketua KTH Paguyuban Siliwangi Majakuning, H. Nandar, mengatakan bahwa kegiatan kolaborasi bersama BTNGC ini telah berjalan sejak tahun 2021.

"Alhamdulillah kegiatan sekat bakar ini sudah berjalan sejak tahun 2021 bersama pihak TNGC. Hari ini kami memulai di Desa Cikaracak Blok Agropak. Sebelumnya kegiatan penyekatan juga telah selesai dilakukan di wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, program tersebut mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPI) serta Kementerian Kehutanan.
Tak hanya fokus pada pencegahan kebakaran, pihaknya juga menjalankan program penghijauan melalui penanaman pohon.

"Selain sekat bakar, kami juga terus melakukan penanaman pohon. Hingga saat ini kurang lebih sudah mencapai 100 ribu pohon dari berbagai jenis yang telah ditanam," katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) H. Itang Sunarya mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan.

"Hutan bukan hanya untuk kepentingan kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu di masa mendatang. Karena itu keseimbangan dan kelestarian hutan harus benar-benar dijaga," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan program Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) telah membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Menurutnya, masyarakat yang sebelumnya melakukan aktivitas berburu liar kini telah lebih terarah dan terkoordinasi melalui kegiatan yang legal dan produktif.
"Alhamdulillah, dengan adanya program HHBK, masyarakat kini memiliki aktivitas yang lebih positif. Tidak ada lagi kegiatan menyimpang seperti perburuan liar maupun pembalakan kayu ilegal yang memang dilarang di kawasan taman nasional," pungkasnya.

Kegiatan sekat bakar ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan yang kerap.

(B, Pamungkas)

Piket Koramil 04/Jebres Gencarkan Patroli Malam Bersama Linmas Guna Tercipta Wilayah Aman & Kondusif


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Joko Riyanto melaksanakan Patroli malam bersama Linmas guna terciptanya wilayah yang kondusif, aman dan terkendali di wilayah Kecamatan Jebres, Senin (18/05/2026) tadi malam.

Ditegaskan Serka Joko Riyanto pelaksanaan patroli tersebut dilaksanakan di wilayah keramaian dan obyek vital yang berada di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

"Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali serta hal tersebut senantiasa dilaksanakan demi memastikan dan mengecek langsung kondisi wilayah di saat malam hari."tegasnya.

"Harapan kami dengan adanya kegiatan patroli secara rutin ini dapat mencegah tindak kejahatan di malam hari, serta menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah terutama di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta ini."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Jaga Stabilitas Pangan, Disperdagin Kabupaten Cirebon Gelar Operasi Pasar Beras Murah di Pasar Minggu


 
CIREBON, 18 Mei 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Cirebon kembali menggelar operasi pasar beras murah di Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, pada Senin dini hari pukul 01.51 WIB. Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
 
Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas pergerakan harga beras yang sempat terdeteksi sedikit naik di pasaran belakangan ini. Beras yang disalurkan merupakan beras kualitas baik bermitra dengan Bulog, dijual jauh di bawah harga pasaran, yakni sekitar Rp11.600 per kilogram, sedangkan harga di pedagang eceran berkisar Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram.
 
"Kami tidak ingin menunggu harga melonjak. Begitu ada indikasi kenaikan, kami langsung turun ke lapangan. Tujuannya agar harga di tingkat pedagang ikut terkendali dan masyarakat terbantu, apalagi pasca cuaca buruk kemarin yang sempat mengganggu distribusi," ujarnya.
 
Warga pun antusias memadati lokasi penjualan. Salah satu pembeli, Siti, mengaku sangat terbantu karena bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga murah. "Alhamdulillah, sangat meringankan pengeluaran rumah tangga kami," katanya.
 
Disediakan ribuan kilogram beras dalam kegiatan ini. Hingga berita diturunkan, antrean warga masih panjang dan stok terus ditambah. Disperdagin menegaskan akan terus memantau harga dan siap menggelar operasi serupa di titik lain jika diperlukan, guna menjamin ketersediaan pangan aman, cukup, dan terjangkau di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon pungkasnya.

((A, Rahmat))


Banjir Landa Desa Plumbon ,Karangasem, kedungsana, Air Masuk ke Rumah Warga


CIREBON Buser persisi com  – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari,petang tepatnya pukul jam 09.00 Sampai pukul 00.31 WIB, menyebabkan banjir merendam wilayah Dusun, Desa Karangasem, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Air yang meluap dari saluran irigasi dan Kali Soka dengan cepat masuk ke pemukiman warga, menyebabkan puluhan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu,tgl,19/5/2026.
 
Berdasarkan keterangan warga setempat, air naik sangat cepat hanya dalam waktu sekitar 1 jam. Ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter, membanjiri halaman hingga masuk ke ruang tamu dan ruang tengah rumah. Jalan utama di wilayah tersebut juga tertutup air, sehingga kendaraan tidak bisa lewat dan warga harus berjalan kaki di dalam air.
 
"Memang hujannya sangat deras sekali, tidak berhenti sejak tengah malam. Air langsung meluap dari selokan dan sungai, langsung masuk ke rumah. Kami sempat kaget dan buru-buru mengangkat barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi," ujar salah satu warga, Supriadi.
 
Kepala Dusun waraga mengungkapkan bahwa banjir ini terjadi karena saluran pembuangan air tidak mampu menampung debit air yang tinggi, ditambah lagi kondisi sungai yang dangkal akibat pendangkalan. Pihak desa dan petugas BPBD sudah turun ke lokasi untuk memantau kondisi dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan, terutama lansia dan anak-anak.
 
Hingga berita ini diturunkan, air belum sepenuhnya surut dan hujan masih turun dengan intensitas sedang. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar karena banyak peralatan rumah tangga dan bahan makanan yang rusak terendam air.
Pemerintah desa menghimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan, serta siap mengungsi jika kondisi air semakin tinggi. Tim gabungan masih meninjau lokasi untuk pendataan jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir ini.

((Bang keling))

Senin, 18 Mei 2026

Polsek Kelapa Polres Bangka Barat Respon Cepat Ungkap Kejadian Penganiayaan Maut, Pelaku Diamankan Kurang dari 1 Jam



Bangka Barat, Polsek Kelapa Polres Bangka Barat bergerak cepat mengungkap kejadian penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia di tempat usai mengalami luka tusuk di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (18/5/2026).

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, personel Polsek Kelapa langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan berhasil mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian.

“Polsek Kelapa Polres Bangka Barat bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian berlangsung,” kata Iptu Yos Sudarso.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula dari cekcok melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp antara korban dan pelaku yang berujung saling tantang.

Korban kemudian mendatangi rumah pelaku di Desa Kacung dan terjadi perkelahian antara keduanya. Saat perkelahian berlangsung, korban disebut sempat mengambil batu, sementara pelaku masuk ke dalam rumah mengambil pisau dapur lalu kembali dan menusukkan senjata tajam tersebut ke arah dada korban.

Akibat luka tusuk yang dialami, korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan saat kejadian.

“Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Kelapa Polres Bangka Barat guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara baik dan tidak menggunakan kekerasan karena dapat berakibat fatal,” tutupnya.

(HR) 

Pemkab Cirebon Luncurkan Program Pelatihan Kerja ke Jepang


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi masyarakat Kabupaten Cirebon melalui kegiatan rapat launching yang digelar di Ruang Rara Santang Setda Kabupaten Cirebon, Senin (18/5/2026).

Program bertajuk “From Zero to Hero” tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Yayasan Dewa Aksara, dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon.

“Program ini diharapkan mampu memotong rantai pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat secara nyata,” kata Hendra.

Ia menyebutkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon saat ini masih berada di kisaran 10 persen.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembukaan akses lapangan kerja, termasuk melalui kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Pada pelaksanaan tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 75 peserta mengikuti program tersebut.

Peserta diprioritaskan bagi warga Kabupaten Cirebon yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Proses seleksi administrasi akan berlangsung mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan berupa pemeriksaan kesehatan (MCU), tes fisik, dan tes matematika.

Peserta yang dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi akan mengikuti pelatihan secara offline selama tiga bulan di balai pelatihan kerja. Adapun biaya seleksi ditanggung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, pada program tahun 2025, pemerintah daerah menerima lebih dari 300 pendaftar dari kuota awal 130 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 peserta menjalani proses pelatihan. Namun terdapat 20 peserta yang mengundurkan diri karena berbagai alasan, termasuk kondisi kesehatan.

Menurut Novi, sebanyak 48 peserta asal Kabupaten Cirebon kini telah bekerja di Jepang, sedangkan beberapa peserta lainnya masih menunggu proses wawancara keberangkatan.

Ia menuturkan program tersebut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, karena peserta yang bekerja di Jepang memperoleh penghasilan minimal sekitar Rp17 juta per bulan dengan masa kontrak kerja selama tiga tahun.

“Potensi remitansi devisa yang masuk ke Kabupaten Cirebon dari peserta program ini diperkirakan mencapai Rp29,3 miliar,” tuturnya. 

((A, Rahmat))

Jejak Tak Tercatat, Namun Abadi : Babinsa Dalam TMMD Yang Membangun Hati Masyarakat Mojosongo

Surakarta - Dalam setiap pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), banyak yang mengenal hasilnya di peta dan laporan resmi. Namun, ada satu sosok yang pengabdiannya tidak terlihat jelas dalam arsip, namun tertanam dalam hati masyarakat Babinsa. Mereka hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menyatu dalam denyut kehidupan sehari-hari warga desa. Minggu ( 17/05/2026 ) Pkl. 09.00 Wib

Salah satu contoh nyata adalah Sertu Joko Widigdo, Babinsa Mojosongo, Di tengah pelaksanaan TMMD Sengkuyung yang digerakkan oleh Kodim 0735/Surakarta, ia menjadi garda terdepan yang memastikan setiap program tepat sasaran. Kehadirannya bukan karena jabatan, tetapi karena kedekatannya dengan warga.

“Babinsa tahu apa yang dirasakan warga. Kami tahu Infranstruktur mana yang harus di bangun dan keluarga mana yang butuh perhatian. Itulah alasan mengapa kami dilibatkan sejak awal dalam TMMD, ” ujar Sertu Joko Widigdo dengan tulus.

Peran Babinsa dalam TMMD lebih dari sekadar mendampingi pekerjaan fisik. Mereka adalah mata, telinga, dan suara masyarakat—menggali keluhan, menjembatani kebutuhan, dan menyusunnya menjadi rencana pembangunan yang relevan dan tepat.

Di Desa Krajan, banyak sasaran TMMD tahun ini lahir dari hasil komunikasi sosial yang dilakukan Sertu Joko. Ia rutin mendatangi rumah warga, berbincang santai, dan mendengarkan aspirasi mereka yang kadang tak terucapkan dalam forum resmi.

“Yang kami bangun bukan hanya jalan atau talud, tetapi juga rasa percaya masyarakat terhadap negara. Itu semua dimulai dari kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka, ” tambahnya.

Bagi warga Desa Krajan, Sertu Joko bukan hanya seorang aparat. Ia sudah menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Dengan pendekatan humanis, tutur santun, dan komitmen tanpa pamrih, kehadirannya memberi energi dan semangat bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Pak Joko Widigdo itu bukan hanya datang saat ada proyek. Beliau sudah ada sejak awal dan tetap hadir setelahnya. Warga merasa didengarkan dan merasa penting, ” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Krajan

Meski pengabdiannya tak selalu tercatat dalam dokumen resmi atau terlihat jelas pada saat peresmian proyek, jejak langkah Babinsa seperti Sertu Joko Widigdo akan terus dikenang. Karena pengabdiannya lahir dari hati, bukan hanya dari tugas semata.

TMMD adalah program negara, namun melalui tangan Babinsa, ia berubah menjadi bukti cinta yang tulus kepada rakyat. Dan cinta yang tidak tercatat di peta ini, akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image