Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Guyup TNI-Polri, Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis Perkuat Sinergitas dan Harkamtibmas

        TANGERANG – Dalam rangka mempererat sinergitas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyara...

Postingan Populer

Selasa, 12 Mei 2026

Guyup TNI-Polri, Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis Perkuat Sinergitas dan Harkamtibmas


       Uploaded Image



TANGERANG – Dalam rangka mempererat sinergitas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis melaksanakan kegiatan Guyup TNI–Polri pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tangerang dengan melibatkan personel Bripka Hendrasari bersama anggota TNI, yakni Sertu Suparjo dan Kopda Gelar.

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. mengatakan kegiatan Guyup TNI–Polri merupakan bentuk soliditas dan kebersamaan antara aparat keamanan dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.

“Melalui kegiatan ini, TNI dan Polri terus memperkuat komunikasi, silaturahmi serta kerja sama dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan,” ujar AKP Humaedi.

Uploaded Image

Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan keamanan.

Kehadiran anggota Polsek Pasar Kemis bersama unsur TNI mendapat respon positif dari masyarakat. Sinergitas yang terjalin diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Kapolresta Tangerang Pastikan Warung Diduga Sediakan Hiburan dan Miras di Kawasan Puspemkab Akan Dibongkar


   Uploaded Image


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan akan membongkar warung atau kafe yang diduga menyediakan layanan hiburan serta menjual minuman keras (miras) di kawasan Puspemkab Tangerang.

Pernyataan tersebut disampaikan Indra Waspada di hadapan ratusan warga yang secara spontan mendatangi lokasi warung atau kafe tersebut pada Selasa (12/5/2026) malam.Warga mengaku resah terhadap keberadaan tempat tersebut karena diduga menjadi lokasi aktivitas maksiat dan disinyalir tidak memiliki izin.

Menanggapi hal itu, Indra Waspada menegaskan pihaknya berada di pihak masyarakat. Dia juga akan segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang guna menindaklanjuti aspirasi warga.

Uploaded Image

"Malam ini kita akan police line, besok kita bongkar," ujar Indra Waspada.

Lebih lanjut, Indra Waspada menerangkan sudah berkomunikasi dengan Satpol PP yang memiliki kewenangan dalam penertiban. Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Indra Waspada menegaskan, kepolisian akan terus merespons setiap keluhan masyarakat. Hal itu demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.





Toher Aswi

Gerak Cepat Polisi dan Warga Gagalkan Curanmor di RSPAD Cirebon, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

Cirebon Kota - Aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 01.11 WIB di area parkir RSPAD Jl. Pulasaren No.7 Kel. Kasepuhan Lemahwungkuk Kota Cirebon berhasil digagalkan setelah korban bersama warga dan personel Polsek Lemahwungkuk bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya tiga terduga pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sepeda motor milik korban.

Korban diketahui bernama Silvi Nurcahaya (23), perempuan, karyawan swasta, warga Kel. Kasepuhan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon, yang kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna hitam bernomor polisi E 4200 BG saat sedang berada di lingkungan rumah sakit sebelum akhirnya kendaraan tersebut ditemukan sedang didorong oleh orang tidak dikenal di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Usep Winta, S.H. mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari kecepatan laporan masyarakat serta respons cepat personel kepolisian yang langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya dugaan pencurian kendaraan bermotor di kawasan RSPAD Kota Cirebon.

Menurut Iptu Usep Winta, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan pengamanan terhadap para terduga pelaku berikut barang bukti kendaraan milik korban, kemudian membawa seluruh pihak yang terlibat ke Mapolsek Lemahwungkuk guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta pendalaman terkait peran masing-masing pelaku dalam aksi pencurian tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Lemahwungkuk IPDA M. Nurul Fajar, S.H., M.M. menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika saksi bernama Renaldi (27), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, datang ke RSPAD untuk menjemput istrinya yaitu korban yang saat itu merasa takut pulang sendirian karena sudah larut malam.

Saat tiba di rumah sakit, saksi Renaldi menanyakan keberadaan sepeda motor Yamaha Xeon yang sebelumnya digunakan korban, namun setelah dilakukan pengecekan di area parkir sesuai lokasi yang ditunjukkan korban, kendaraan tersebut ternyata sudah tidak berada di tempat semula sehingga keduanya langsung melakukan pencarian di sekitar jalan dekat rumah sakit.

Ipda M. Nurul Fajar menerangkan bahwa tidak lama kemudian korban dan saksi melihat sepeda motor miliknya sedang didorong oleh dua orang tidak dikenal, sehingga saksi langsung menghentikan para pelaku sambil menghubungi Polsek Lemahwungkuk untuk meminta bantuan kepolisian sebelum akhirnya personel datang dan mengamankan para terduga pelaku di lokasi.

Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial D.K. (24), perempuan, asisten rumah tangga, warga Kab. Cirebon, kemudian B.S. (26), laki-laki, nelayan, warga Kab. Cirebon, serta M.A. alias M. (24), laki-laki, warga Kota Cirebon, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengetahui keterlibatan masing-masing dalam aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban dan saksi-saksi, mengamankan barang bukti kendaraan, serta melakukan pendataan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengapresiasi masyarakat yang telah membantu memberikan informasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap para terduga pelaku saat diamankan di lokasi kejadian sehingga proses hukum dapat berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor dan tetap menahan diri untuk tidak menghakimi pelaku. Peran aktif warga sangat membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus kejahatan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraan, gunakan kunci ganda, parkir di tempat yang aman dan segera manfaatkan Layanan Polisi 110 apabila menemukan tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar AKP M. Aris Hermanto.

((Red.))

Polresta Tangerang Sosialisasi Call Center 110, Informasi Layanan Kini Tampil di Videotron hingga Radio


Uploaded Image


Polresta Tangerang terus memperluas sosialisasi layanan darurat Call Center 110 agar semakin dikenal dan mudah diakses masyarakat. Berbagai media publikasi dimanfaatkan, mulai dari videotron di titik strategis, media sosial, spanduk, hingga siaran radio.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, layanan pengaduan dan bantuan kepolisian itu kini ditampilkan melalui videotron di sejumlah kawasan ramai.

"Di antaranya Lampu Merah Jalan Baru Cikupa dan kawasan Puspemkab Tangerang," kata Indra Waspada, Selasa (12/5/2026). 

Selain itu, lanjut dia, sosialisasi juga dilakukan melalui spanduk di beberapa titik. Serta menggencarkan penyebaran informasi melalui platform media sosial resmi dan siaran di sejumlah stasiun radio.

"Langkah ini kami lakukan agar masyarakat mengetahui keberadaan layanan Call Center 110 yang dapat digunakan selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat maupun gangguan kamtibmas," ujarnya. 

Uploaded Image

Melalui sosialisasi itu, Polresta Tangerang hendak memastikan masyarakat mengetahui bahwa layanan 110 dapat diakses kapan saja saat membutuhkan bantuan kepolisian.

"Karena itu sosialisasi kami lakukan melalui berbagai media yang mudah dilihat dan dijangkau masyarakat,” kata Indra Waspada. 

Menurutnya, pemanfaatan videotron di titik strategis dipilih agar pesan layanan darurat dapat tersampaikan secara cepat kepada masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara menambahkan, Call Center 110 merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Dia berharap, masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan gangguan keamanan, tindak kriminalitas, dan kecelakaan lalu lintas.

"Serta apabila terjadi situasi darurat lainnya,” katanya.

Sandro melanjutkan, sosialisasi dilakukan secara masif agar informasi layanan kepolisian dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kata dia, selain videotron dan spanduk, sosialisasi juga memanfaatkan media sosial dan siaran radio. Hal itu agar informasi layanan 110 lebih luas diterima masyarakat.

"Termasuk generasi muda maupun masyarakat yang aktif mendengarkan radio saat beraktivitas,” ujar Sandro.

Menurut Sandro, layanan Call Center 110 bisa dimanfaatkan masyarakat agar lebih cepat terhubung dengan kepolisian. Sehingga saat membutuhkan bantuan ataupun ingin menyampaikan laporan bisa lebih cepat. 

“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa Polri hadir dan siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” pungkasnya.




Toher Aswi
Kaperwil Banten

Gerak Cepat Polisi dan Warga Gagalkan Curanmor di RSPAD Cirebon, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

Cirebon Kota - Aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 01.11 WIB di area parkir RSPAD Jl. Pulasaren No.7 Kel. Kasepuhan Lemahwungkuk Kota Cirebon berhasil digagalkan setelah korban bersama warga dan personel Polsek Lemahwungkuk bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya tiga terduga pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sepeda motor milik korban.

Korban diketahui bernama Silvi Nurcahaya (23), perempuan, karyawan swasta, warga Kel. Kasepuhan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon, yang kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna hitam bernomor polisi E 4200 BG saat sedang berada di lingkungan rumah sakit sebelum akhirnya kendaraan tersebut ditemukan sedang didorong oleh orang tidak dikenal di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Usep Winta, S.H. mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari kecepatan laporan masyarakat serta respons cepat personel kepolisian yang langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya dugaan pencurian kendaraan bermotor di kawasan RSPAD Kota Cirebon.

Menurut Iptu Usep Winta, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan pengamanan terhadap para terduga pelaku berikut barang bukti kendaraan milik korban, kemudian membawa seluruh pihak yang terlibat ke Mapolsek Lemahwungkuk guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta pendalaman terkait peran masing-masing pelaku dalam aksi pencurian tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Lemahwungkuk IPDA M. Nurul Fajar, S.H., M.M. menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika saksi bernama Renaldi (27), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, datang ke RSPAD untuk menjemput istrinya yaitu korban yang saat itu merasa takut pulang sendirian karena sudah larut malam.

Saat tiba di rumah sakit, saksi Renaldi menanyakan keberadaan sepeda motor Yamaha Xeon yang sebelumnya digunakan korban, namun setelah dilakukan pengecekan di area parkir sesuai lokasi yang ditunjukkan korban, kendaraan tersebut ternyata sudah tidak berada di tempat semula sehingga keduanya langsung melakukan pencarian di sekitar jalan dekat rumah sakit.

Ipda M. Nurul Fajar menerangkan bahwa tidak lama kemudian korban dan saksi melihat sepeda motor miliknya sedang didorong oleh dua orang tidak dikenal, sehingga saksi langsung menghentikan para pelaku sambil menghubungi Polsek Lemahwungkuk untuk meminta bantuan kepolisian sebelum akhirnya personel datang dan mengamankan para terduga pelaku di lokasi.

Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial D.K. (24), perempuan, asisten rumah tangga, warga Kab. Cirebon, kemudian B.S. (26), laki-laki, nelayan, warga Kab. Cirebon, serta M.A. alias M. (24), laki-laki, warga Kota Cirebon, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengetahui keterlibatan masing-masing dalam aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban dan saksi-saksi, mengamankan barang bukti kendaraan, serta melakukan pendataan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengapresiasi masyarakat yang telah membantu memberikan informasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap para terduga pelaku saat diamankan di lokasi kejadian sehingga proses hukum dapat berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor dan tetap menahan diri untuk tidak menghakimi pelaku. Peran aktif warga sangat membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus kejahatan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraan, gunakan kunci ganda, parkir di tempat yang aman dan segera manfaatkan Layanan Polisi 110 apabila menemukan tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar AKP M. Aris Hermanto.

((A, Rahmat))

Satreskrim Polres Wonosobo Salurkan Bantuan Sosial ke Wilayah Terpencil di Leksono dan Kalibawang




Satuan Reserse Kriminal Polres Wonosobo menyalurkan bantuan sosial kepada warga di wilayah terpencil Desa Lipursari, Kecamatan Leksono dan Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Senin, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., bersama anggota Satreskrim.

Bantuan diberikan kepada Akun Purwanto (55), seorang petani warga Dusun Dampit RT 02 RW 01 Desa Lipursari, Kecamatan Leksono, serta Yanto, warga Desa Mergolangu RT 09 RW 02 Kecamatan Kalibawang.

Dalam kegiatan itu, Satreskrim Polres Wonosobo menyerahkan bantuan berupa 60 kilogram beras, empat kardus mi instan, dua kardus tepung, 30 liter minyak goreng, serta enam kardus eko mie. Selain kebutuhan pokok, petugas juga memberikan lampu emergensi untuk membantu penerangan di lokasi tempat tinggal warga yang masih minim akses listrik.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Polri untuk masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya sebatas ada di tengah masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” ujar Arif.

Kepala Desa Lipursari, Wagiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Satreskrim Polres Wonosobo kepada warganya. Menurut dia, lokasi tempat tinggal Akun Purwanto berada cukup terpencil dan sulit dijangkau.

“Dulu di lokasi itu ada empat kepala keluarga, tetapi ada yang meninggal dunia dan sebagian pindah ke dusun lain. Sekarang akses menuju lokasi cukup sulit dan jauh dari tetangga. Listrik dan jaringan PDAM juga belum sampai ke sana,” kata Wagiman.

Ia juga mengaku bersyukur atas bantuan lampu emergensi yang diberikan petugas. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga karena kondisi wilayah yang gelap pada malam hari.

“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Satreskrim Polres Wonosobo. Bantuan lampu emergensi sangat bermanfaat agar tidak gelap saat malam,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung aman dan lancar serta menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

(Yudhi)
Uploaded Image

Pemkot Bandung Kerahkan 184 Petugas, Pastikan Hewan Kurban Sehat hingga Hari Tasyrik



Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, langkah ini merupakan upaya memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melepas tim antemortem dan postmortem untuk penanganan hewan-hewan kurban. Kita akan mengawasi semua tempat penjualan dan tempat penyembelihan, memastikan hewan kurban kita sehat dan layak,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, sebanyak 184 petugas akan fokus pada pemeriksaan awal atau antemortem. Sedangkan untuk pemeriksaan postmortem, jumlah petugas akan lebih banyak karena dilakukan secara bersamaan saat proses penyembelihan berlangsung.

Tim tersebut akan bekerja tanpa henti mulai hari pelepasan hingga hari terakhir tasyrik. Mereka akan menyisir seluruh wilayah Kota Bandung, mencakup 30 kecamatan dan 151 kelurahan, termasuk menerima laporan masyarakat terkait kondisi hewan kurban.

“Para petugas ini akan terus bergerak setiap hari sampai tasyrik. Tidak ada istirahat, semua untuk memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan layak,” katanya.

Farhan juga menuturkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Bandung wajib telah divaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Upaya pencegahan telah dilakukan jauh hari melalui edukasi dan pemeriksaan terhadap peternak.

“PMK ini sudah pernah terjadi dua tahun lalu, jadi sekarang para peternak sudah paham. Semua hewan yang masuk harus divaksin dan dibuktikan dengan surat kesehatan,” jelasnya.

Terkait jumlah hewan kurban, Pemkot Bandung memperkirakan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat sekitar 18.640 ekor, sementara tahun ini disiapkan hingga 25.000 ekor sebagai langkah antisipasi.

Menurut Farhan, data tersebut juga menjadi indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat. 

“Ini kami laporkan juga ke BPS sebagai indikator sekunder kondisi ekonomi di Kota Bandung,” ujarnya.

Ia mengatakan, hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan langsung dikembalikan ke peternak dan tidak diperbolehkan dijual. Selain itu, penjualan hewan kurban juga harus mematuhi aturan lokasi, seperti tidak menggunakan trotoar dan berada di lahan yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, tim pemeriksa terdiri dari 145 personel DKPP yang didukung berbagai pihak, termasuk Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, dan Telkom University.

“Tim ini akan bergerak mulai hari ini hingga H-1 Iduladha untuk antemortem, kemudian dilanjutkan postmortem pada hari H hingga hari tasyrik,” kata Gin Gin.

Selain pemeriksaan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan pelatihan pemotongan halal bagi 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh kecamatan. Program ini telah berjalan hampir 10 tahun untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan rumah potong hewan sebagai alternatif lokasi penyembelihan, serta memastikan pengawasan distribusi hewan kurban berjalan optimal.

Menariknya, tahun ini Kota Bandung kembali dipercaya menjadi lokasi pembelian sapi bantuan presiden. Tercatat dua ekor sapi dengan berat masing-masing sekitar 1,25 ton telah dipesan untuk disalurkan di wilayah Kota Bandung.

Gin Gin menambahkan, setiap hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi penanda berupa “kalung sehat dan layak” yang terintegrasi dengan aplikasi e-Selamat.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengecek kondisi hewan kurban. Di dalamnya terdapat identitas dan foto hewan, sehingga transparan dan bisa dipastikan kesehatannya,” ujarnya.

Ia menyebut, aplikasi tersebut telah dikembangkan selama hampir lima tahun dan menjadi salah satu terobosan Pemkot Bandung dalam menjamin keamanan pangan asal hewan. (A, Rahmat)

Respon Cepat Polisi Tangani Temuan Pria Meninggal Dunia di Kamar Mandi Rumahnya di Kesambi

Cirebon Kota - Warga Kampung Langensari Baru Kelurahan Pekiringan Kecamatan Kesambi Kota Cirebon digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah pihak keluarga dan warga sekitar mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung merah.

Korban diketahui berinisial D.R. (34), laki-laki, karyawan swasta, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang saksi yang tinggal satu rumah dengan korban merasa curiga karena korban terlihat melamun dan tidak memberikan respons saat diajak berbicara sebelum akhirnya terdengar suara benturan dari arah belakang rumah.

Plt. Kapolsek Kesambi IPTU Iman Hendro Santoso, S.H., M.H. menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengamankan area sekitar, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban di lokasi kejadian.

Menurut IPTU Iman Hendro Santoso, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian ditemukan korban meninggal dunia dalam keadaan tergantung menggunakan kain sarung merah di kamar mandi rumahnya dan terdapat luka berbentuk huruf V pada bagian leher yang diduga akibat ikatan kain sarung, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul.

Salah satu saksi berinisial L.L. (29), perempuan, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 08.00 WIB korban sempat berpamitan untuk berolahraga, kemudian sekitar pukul 09.30 WIB korban pulang ke rumah dan hanya berdiam diri sambil melamun di ruang tengah tanpa banyak berbicara seperti biasanya.

Saksi L.L. juga menjelaskan bahwa beberapa saat setelah dirinya masuk kamar usai mandi, ia mendengar suara benturan dan suara seperti orang mengorok dari arah belakang rumah sehingga merasa ketakutan dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pengecekan ke area dapur dan kamar mandi.

Sementara itu, saksi berinisial D.S. (29), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, menerangkan dirinya datang ke rumah korban setelah menerima telepon dari L.L. terkait suara mencurigakan di dalam rumah, kemudian bersama saksi lainnya melakukan pengecekan ke area belakang rumah hingga akhirnya menemukan adanya bercak darah di depan kamar mandi dan melihat kaki korban dalam kondisi tergantung.

Keterangan serupa juga disampaikan saksi C.C. alias B. (27), laki-laki, petugas parkir, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, dan saksi D.O. (47), laki-laki, karyawan swasta, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, yang ikut melakukan pengecekan bersama para saksi lainnya sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa tindakan pertama yang dilakukan kepolisian di lokasi kejadian merupakan bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi lokasi, mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, hingga melakukan evakuasi korban bersama tim Inafis.

“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di bagian leher. Pihak keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dan segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Gunung Jati Kota Cirebon untuk penanganan lebih lanjut, sementara pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban dengan disertai surat pernyataan resmi yang dibuat di hadapan pihak kepolisian.

((A, Rahmat))

Polsek Belinyu Tertibkan Tambang Timah Ilegal Diarea Fasilitas Umum Desa Gunung Muda.



Bangka, Polsek Belinyu melakukan penertiban aktivitas tambang timah ilegal jenis sebu di Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Senin (11/5/26).

Penertiban itu dilakukan lantaran penambangan beroperasi diarea fasilitas umum tepatnya dipinggir jalan Kampung Kusam Desa Gunung Muda Belinyu.

"Ya, Senin kemarin kita sudah menertibkan aktivitas tambang ilegal jenis sebu yang beroperasi diarea fasilitas umum bersama dengan pihak Satpol PP Belinyu dan perangkat Desa setempat,"kata Ps. Kapolsek Belinyu AKP Rizky Yanuar Hernanda, Selasa (12/5/26).

Rizky menyebutkan, para penambang ini sudah sering diberikan imbauan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal dikawasan tersebut.

"Sudah berapa kali kita kasih imbauan kepada penambang disana untuk memberhentikan aktivitas mereka. Karena masih membandel, akhirnya kemarin kita lakukan penertiban,"sebutnya.

Dalam penertiban itu, kata Rizky, tim gabungan melakukan pembongkaran terhadap tambang jenis sebu. Selain itu, 2 unit mesin robin yang digunakan untuk menambang turut diamankan.

Rizky juga menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik mesin yang beroperasi dikawasan itu.

"Untuk barang bukti 2 mesin robin sudah kita amankan di Polsek. Rencana tindaklanjutnya, kita akan panggil pemilik mesin robin bersama perangkat Desa setempat untuk dibuatkan surat pernyataan tidak melakukan aktivitas penambangan kembali di lokasi tersebut,"ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan adanya penertiban tambang ilegal yang dilakukan oleh Polsek Belinyu pada Senin kemarin.

"Tentunya penertiban itu merupakan bagian upaya respon cepat Polisi terhadap keresahan masyarakat atas keberadaan tambang ilegal yang diketahui beroperasi berdekatan dengan fasilitas umum atau pinggir jalan di Desa Gunung Muda Belinyu,"kata Agus.

Pada kesempatan itu, Agus turut mengimbau agar para penambang tidak lagi melakukan aktivitas ilegal diarea tersebut yang berdampak pada kerusakan lingkungan maupun fasilitas umum.

"Penertiban sudah dilakukan secara humanis, namun jika masih membandel akan kita lakukan secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku,"pungkasnya.

(HR) 

Piket Koramil 04/Jebres Patroli Malam Bersama Linmas, Sebagai Langkah Preventif Guna Menjaga Kondusifitas Wilayah


Uploaded Image

Surakarta - Mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif di Masyarakat Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Teguh bersama dengan anggota Linmas melaksanakan Patroli guna menciptakan situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman di wilayah Kecamatan Jebres, Senin (11/05/2026).

Ditegaskan Sertu Teguh Patroli malam hari rutin dilaksankan oleh guna menjaga keamanan dan ketertiban di Masyarakat khusunya pada Malam Hari.

"Selain untuk menciptakan kondusifitas di Masyarakat kami juga menghimbau agar selalu menciptakan suasana yang aman dan nyaman."ujarnya.

"Patroli malam selain memberi motivasi kepada warga, juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Babinsa di wilayah,"Imbuhnya .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan penjagaan dan menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif karena masyarakat mempunyai peranan penting dalam memelihara keamanan wilayahnya."pungkas Sertu Teguh.