Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Sinergitas Rutan Kelas I Cirebon dengan Aparat Penegak Hukum, Kepala Rutan Cirebon Jonson Manurung Temui Kapolres Cirebon Kota

Cirebon - Jajaran Rumah Tahanan Negara  (Rutan) Kelas I Cirebon perkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dengan melakukan...

Postingan Populer

Rabu, 13 Mei 2026

Sinergitas Rutan Kelas I Cirebon dengan Aparat Penegak Hukum, Kepala Rutan Cirebon Jonson Manurung Temui Kapolres Cirebon Kota

Cirebon - Jajaran Rumah Tahanan Negara  (Rutan) Kelas I Cirebon perkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dengan melakukan audiensi dan berkunjung kepada Kepolisian Resor Cirebon Kota, sebagai peningkatan sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, hari Rabu,tgl, 13/5/2026.

Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Jonson Manurung, dalam pertemuan menyampaikan "Kami berkomitmen menjaga lingkungan Rutan tetap aman dan kondusif, dengan terus meningkatkan sinergi dengan Polres Cirebon Kota, terutama dalam upaya deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban didalam Rutan Cirebon," ujarnya.

Kedatangan jajaran rutan di sambut baik pihak Polres Cirebon Kota, Kepala Polres Kota Cirebon, AKBP Eko Iskandar, menyampaikan "Siap memberikan dukungan kepada Rutan Cirebon, berupa patroli, pengamanan kegiatan razia gabungan dan pertukaran informasi intelijen menjadi bentuk nyata sinergitas yang akan terus ditingkatkan bersama Rutan", paparnya. 
Kerja sama ini diharapkan dapat menjaga lingkungan Rutan tetap tertib dan aman, serta menjadikan program pembinaan warga binaan berjalan sesuai dengan Undang Undang Pemasyarakatan agar saat kembali kemasyarakat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi.

((A, Rahmat))

Tingkatkan Kerjasama, Kepala Rutan Cirebon Kunjungi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Cirebon


Cirebon - Jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon tingkatkan koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, kunjungan kali ini dalam rangka penguatan sinergitas program pembinaan kemandirian bagi warga binaan serta pengembangan program ketahanan pangan yang sudah berjalan di lingkungan Rutan Cirebon. Selasa, (12/05).

Kepala Rutan Cirebon, secara langsung bersilaturahmi dan disambut dengan hangat di kantor DKP3 Kota Cirebon, Jonson Manurung menyampaikan "Permohonan dukungan dari Dinas pertanian dan perikanan untuk membantu pelaksanaan pembinaan serta monitoring program ketahanan pangan baik hidroponik, budidaya polibag dan bioflog yang berjalan di lingkungan Rutan Cirebon agar dapat terlaksana dengan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan", paparnya. 

Pertemuan diterima langsung oleh Kepala DKP3, Elmi Masruroh, dalam sambutannya memaparkan "Siap mendampingi Rutan Cirebon dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan mendukung fasilitas yang dimiliki Rutan, untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas dalam bidang pertanian dan perikanan. Sedangkan untuk hasil kerajinan yang didapat dari kegiatan kemandirian warga binaan akan dibantu dipasarkan di Mall UKM", ujarnya. 
Dalam kegiatan koordinasi tersebut dibahas mengenai peningkatan kerja sama antar instansi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian warga binaan untuk pengembangan keterampilan, sinergi diharapkan dapat menjadi langkah nyata bersama pemerintah daerah dalam memastikan warga binaan memiliki keahlian dan bernilai ekonomi saat kembali ke masyarakat nantinya.

((A, Rahmat))

Dugaan Perampasan Kendaraan Pernyataan Penyidik Berbeda Jauh dengan Fakta Versi Korban, Restoratif justice Kemauan Penyidik Bukan Permintaan Korban dan Terduga Pelaku

TEBING TINGGI Buser Presisi.Com – Sebuah kasus dugaan perampasan kendaraan bermotor kembali menyita perhatian publik setelah adanya perbedaan fakta yang sangat jauh antara keterangan yang disampaikan pihak penyidik dengan apa yang dialami dan disampaikan langsung oleh korban. 

Perkara ini menyangkut kepemilikan mobil jenis Toyota Rush Tahun 2024 dengan nomor polisi BK 1152 VOD, yang diklaim diserahkan secara sukarela oleh korban, namun dibantah keras dan disebut sebagai tindakan yang dilakukan di bawah tekanan serta ancaman.
 
IPDA NJS, selaku penyidik yang menangani perkara ini, dalam keterangannya di Polres Tebing Tinggi pada Selasa (12/5/2026), menyampaikan pandangan yang mengarah pada tidak adanya unsur pidana perampasan. 

Menurutnya, kendaraan tersebut diserahkan oleh korban kepada pihak penagih utang (Debt Collector) atas dasar kemauan sendiri, tanpa adanya unsur paksaan, ancaman, maupun penekanan.
 
“Bahwa kendaraan itu diserahkan oleh korban secara sukarela, jadi bukan dirampas. Kalau memang ada unsur perampasan, mana mungkin ada foto peletakan kunci di atas meja dan juga ada foto bersama di depan kendaraan,” ujar NJS di hadapan sejumlah awak media. 

Ia juga menambahkan bahwa proses penyelesaian melalui mekanisme Restoratif Justice (RJ) telah dilaksanakan, dan menegaskan bahwa langkah tersebut adalah inisiatif pihak penyidik, bukan atas permintaan maupun keinginan dari pihak korban maupun terlapor. 

Sebagai bukti pendukung, pihaknya juga mengaku telah memegang dokumen Sertifikat Jaminan Fidusia yang berkaitan dengan kendaraan tersebut.
 
Pernyataan tegas dari penyidik tersebut langsung dibantah habis oleh Koko Kurniawan Zebua, selaku korban yang merasa hak miliknya dirampas. 

Bagi Koko, apa yang disampaikan di hadapan pers itu merupakan rangkaian informasi yang tidak sesuai kenyataan, bahkan diduga kuat adanya rekayasa fakta serta kerja sama yang tidak wajar antara oknum penyidik, pihak penagih utang, dan pihak terkait lainnya.
 
Secara spesifik mengenai bukti foto kunci yang diletakkan di atas meja yang dijadikan dasar argumen penyidik, Koko memberikan penjelasan yang sangat berbeda. 

“Kunci mobil saya diambil paksa dari dalam saku celana saya, sama sekali bukan saya yang meletakkan di atas meja seperti yang mereka tunjukkan dalam foto. Itu semua hanya bagian dari rekayasa untuk menutupi perbuatan yang sebenarnya,” tegas Koko dengan nada kecewa.
 
Lebih jauh, Koko juga membongkar adanya ancaman nyata yang diterimanya dari para terduga pelaku yang berinisial RN, JN, dan orang-orang lainnya.

Saat kejadian berlangsung, ia mendengar secara jelas salah satu pelaku berucap, “Kalau mau aman ikuti saja.” Kalimat itu ternyata bukan sekadar nasihat biasa, melainkan bentuk tekanan psikologis yang sangat kuat.
 
“Saya terpaksa menuruti semua kemauan mereka karena taruhannya adalah keselamatan nyawa. Karena saat itu, istri dan anak saya ada di dalam mobil tersebut. 

Bagaimana mungkin saya berani melawan atau menolak, jika keselamatan keluarga saya nantinya dijadikan sasaran ancaman?” ungkap Koko, menceritakan alasan di balik sikapnya yang tampak menurut saat kejadian berlangsung.

Masih kata Koko, dirinya mempunyai cukup alasan atas dugaan ketidak netralan oknum Penyidik dalam menangani perkaranya. 

"Nanti pada saatnya akan saya paparkan bukti dugaan ketidak netralan itu, berupa SP2HP, WA dengan Penyidik, WA dengan penagih hutang, bukti transfer dan lainnya.
 
Ketidakpercayaan terhadap keterangan yang dibangun oleh pihak penyidik juga disuarakan oleh orang tua korban, A. Zebua. Dengan bahasa yang lugas dan tegas, ia mempertanyakan logika argumen yang menyebutkan penyerahan kendaraan dilakukan dengan suka rela dan keikhlasan.
 
“Siapa orang yang waras, yang mau menyerahkan harta miliknya secara ikhlas dan suka rela begitu saja? Di sini saya hanya mengingatkan para penyidik sebagai sesama manusia. 

"Bekerjalah dengan benar dan jujur. Karena sesuatu yang tidak benar, yang merugikan dan menzalimi orang lain, ingatlah bahwa hukum sebab-akibat atau karma itu pasti ada dan berjalan". Ucap Zebua mengingatkan.
 
Perbedaan narasi yang sangat tajam ini tentu menimbulkan banyak tanda tanya di mata masyarakat. Di satu sisi, aparat penegak hukum menyatakan peristiwa ini adalah penyerahan sukarela tanpa unsur pidana. 

Namun di sisi lain, korban dan keluarganya meyakini telah terjadi tindak pidana perampasan yang disertai ancaman, serta adanya upaya rekayasa fakta yang melibatkan pihak yang seharusnya menegakkan keadilan.
 
Masyarakat pun kini menunggu langkah selanjutnya dari pihak kepolisian. Akankah penyelidikan dilakukan secara mendalam dan objektif dengan menelusuri seluruh fakta yang ada, ataukah kasus ini akan berhenti pada kesimpulan yang dibangun berdasarkan versi keterangan yang dinilai sepihak? 

Kejelasan proses hukum ini sangat dinanti, bukan hanya oleh korban, melainkan juga demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan.

(Suryono)

Bupati Majalengka Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan Publik.



MAJALENGKA, Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). 

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas.

Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM).

Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi.

Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. 

Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur.

Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani.

Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik.

(Didin.Mh)

Bupati Majalengka Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan Publik.



MAJALENGKA, Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). 

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas.

Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM).

Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi.

Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. 

Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur.

Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik.

(Didin.Mh)

Bupati Majalengka Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan Publik.



MAJALENGKA, Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). 

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas.

Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM).

Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi.

Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. 

Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur.

Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik.

(Didin.Mh)

Bupati Majalengka Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan Publik.



MAJALENGKA, Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). 

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas.

Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM).

Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi.

Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. 

Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur.

Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik.

(Didin.Mh)

Bupati Majalengka Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan Publik.



MAJALENGKA, Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). 

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas.

Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM).

Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi.

Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. 

Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur.

Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik.

(Didin.Mh)

Pengendara Sempat Khawatir Melintas, Polisi Bergerak Cepat Tangani Ceceran Oli di Bundaran Kedawung


Cirebon Kota - Arus kendaraan di kawasan Bundaran Kedawung Kabupaten Cirebon pada Rabu (13/05/2026) sekitar pukul 16.30 WIB sempat menjadi perhatian masyarakat setelah adanya ceceran oli di badan jalan yang diduga berasal dari kendaraan tangki bocor, sehingga personel kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan dengan menaburkan pasir di sepanjang jalan guna mencegah pengendara tergelincir dan menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ceceran oli yang berada di ruas jalan sekitar bundaran tersebut membuat permukaan aspal menjadi licin, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada jam sibuk sore hari, sehingga warga yang mengetahui kondisi tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian agar segera dilakukan penanganan demi keselamatan pengguna jalan.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. mengatakan bahwa penanganan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya tumpahan minyak atau oli di kawasan Bundaran Kedawung yang berpotensi membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut Kompol Ahmad Nasori, personel kepolisian bersama anggota patroli langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penaburan pasir di sepanjang jalan yang terkena ceceran oli agar permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan dan tidak menyebabkan pengendara kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin.

Ia menjelaskan bahwa langkah cepat penanganan sangat penting dilakukan karena Bundaran Kedawung merupakan salah satu titik lalu lintas padat kendaraan yang setiap harinya ramai dilalui masyarakat dari arah Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon, sehingga potensi kecelakaan dapat terjadi apabila tidak segera ditangani.

Selain melakukan penaburan pasir, petugas juga melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi agar pengendara tetap berhati-hati saat melintasi area jalan yang sebelumnya terkena ceceran oli, terutama ketika kendaraan melintas dalam kecepatan tinggi maupun saat kondisi lalu lintas sedang ramai.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga tampak mengapresiasi langkah cepat petugas kepolisian yang langsung turun ke lapangan menangani kondisi jalan licin tersebut sehingga arus kendaraan kembali normal dan pengendara merasa lebih aman saat melintasi kawasan Bundaran Kedawung pada sore hari.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama sehingga setiap laporan masyarakat terkait potensi gangguan di jalan raya akan segera ditindaklanjuti oleh personel kepolisian guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Ceceran oli di jalan sangat berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor karena dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, sehingga kami mengapresiasi masyarakat yang cepat melapor dan anggota yang langsung melakukan penanganan di lapangan demi keselamatan bersama,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Polres Cirebon Kota mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan ketika melihat kondisi jalan yang licin atau terdapat tumpahan cairan di badan jalan, segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di jalan raya, serta memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan gangguan keamanan dan keselamatan di jalan.

((A, Rahmat))

Pengendara Sempat Khawatir Melintas, Polisi Bergerak Cepat Tangani Ceceran Oli di Bundaran Kedawung


Cirebon Kota - Arus kendaraan di kawasan Bundaran Kedawung Kabupaten Cirebon pada Rabu (13/05/2026) sekitar pukul 16.30 WIB sempat menjadi perhatian masyarakat setelah adanya ceceran oli di badan jalan yang diduga berasal dari kendaraan tangki bocor, sehingga personel kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan dengan menaburkan pasir di sepanjang jalan guna mencegah pengendara tergelincir dan menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ceceran oli yang berada di ruas jalan sekitar bundaran tersebut membuat permukaan aspal menjadi licin, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada jam sibuk sore hari, sehingga warga yang mengetahui kondisi tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian agar segera dilakukan penanganan demi keselamatan pengguna jalan.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. mengatakan bahwa penanganan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya tumpahan minyak atau oli di kawasan Bundaran Kedawung yang berpotensi membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut Kompol Ahmad Nasori, personel kepolisian bersama anggota patroli langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penaburan pasir di sepanjang jalan yang terkena ceceran oli agar permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan dan tidak menyebabkan pengendara kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin.

Ia menjelaskan bahwa langkah cepat penanganan sangat penting dilakukan karena Bundaran Kedawung merupakan salah satu titik lalu lintas padat kendaraan yang setiap harinya ramai dilalui masyarakat dari arah Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon, sehingga potensi kecelakaan dapat terjadi apabila tidak segera ditangani.

Selain melakukan penaburan pasir, petugas juga melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi agar pengendara tetap berhati-hati saat melintasi area jalan yang sebelumnya terkena ceceran oli, terutama ketika kendaraan melintas dalam kecepatan tinggi maupun saat kondisi lalu lintas sedang ramai.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga tampak mengapresiasi langkah cepat petugas kepolisian yang langsung turun ke lapangan menangani kondisi jalan licin tersebut sehingga arus kendaraan kembali normal dan pengendara merasa lebih aman saat melintasi kawasan Bundaran Kedawung pada sore hari.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama sehingga setiap laporan masyarakat terkait potensi gangguan di jalan raya akan segera ditindaklanjuti oleh personel kepolisian guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Ceceran oli di jalan sangat berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor karena dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, sehingga kami mengapresiasi masyarakat yang cepat melapor dan anggota yang langsung melakukan penanganan di lapangan demi keselamatan bersama,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Polres Cirebon Kota mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan ketika melihat kondisi jalan yang licin atau terdapat tumpahan cairan di badan jalan, segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di jalan raya, serta memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan gangguan keamanan dan keselamatan di jalan.

((A, Rahmat))