Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Kasus Matel Diduga Peras Pengendara  di Cikupa Diungkap, Polresta Tangerang Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Satreskrim Polresta Tangerang mengungkap perkara dugaan tindak pidana pemerasan yang melibatkan sejumlah orang yang beker...

Postingan Populer

Jumat, 21 Agustus 2026

Kasus Matel Diduga Peras Pengendara  di Cikupa Diungkap, Polresta Tangerang Tangkap Tiga Terduga Pelaku


Uploaded Image


Satreskrim Polresta Tangerang mengungkap perkara dugaan tindak pidana pemerasan yang melibatkan sejumlah orang yang bekerja sebagai mata elang atau matel. 

Perkara tersebut terjadi di Jalan Raya Km 17,5, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/2026). Kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik dan beredar luas di media sosial. 

"Menindaklanjuti laporan korban, kami bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tiga pria terduga pelaku, masing-masing berinisial TB (24), YA (21), dan AF (22)," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, saat konferensi pers, Jumat (21/8/2026). 

Indra Waspada juga mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan respons kepolisian terhadap laporan masyarakat. Sekaligus komitmen untuk memastikan setiap dugaan tindak pidana ditangani secara profesional.

Uploaded Image

Dia menjelaskan, peristiwa bermula saat korban seorang pria berinisial JK melintas di lokasi kejadian. Korban lalu diberhentikan oleh tiga terduga pelaku yang mengaku bekerja di PT. APLBM. Ketiga terduga pelaku kemudian membawa korban bersama sepeda motor yang dikendarainya menuju kantor perusahaan tersebut.

"Sesampainya di kantor, korban dimintai keterangan terkait kendaraan yang dibawanya. Dalam proses tersebut, korban dituduh mengendarai sepeda motor hasil tindak pidana pencurian," ujar Indra Waspada.

Korban kemudian menjelaskan bahwa kendaraan tersebut bukan hasil pencurian dan menyampaikan bahwa dokumen kepemilikan berupa BPKB berada dalam penguasaannya. Namun, korban tetap diminta menyerahkan sejumlah uang dengan alasan agar sepeda motor tersebut dapat dikeluarkan dari kantor.

Korban awalnya diminta menyerahkan uang sebesar Rp2,5 juta. Karena tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, korban menyanggupi memberikan Rp500 korban. Dalam kondisi yang menurut korban disertai tekanan dan intimidasi, korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp500 ribu ke dompet elektronik milik tersangka TB.

Uploaded Image

"Atas kejadian tersebut, korban selanjutnya melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Polresta Tangerang untuk mendapatkan penanganan hukum," terang Indra Waspada. 

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan tiga terduga pelaku pada Kamis (20/8/2026). Ketiga terduga pelaku dijerat Pasal 482 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

Indra Waspada menegaskan, masyarakat tidak boleh mengalami tindakan pemaksaan, intimidasi, maupun permintaan sejumlah uang yang dilakukan dengan cara-cara melawan hukum. Dia mengimbau masyarakat yang mengalami atau mengetahui dugaan tindak pidana serupa agar segera melapor kepada kepolisian.

"Jangan takut untuk melapor karena setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur," pungkasnya.





𝙍𝙚𝙙/𝙏𝙤𝙝𝙚𝙧 𝘼𝙨𝙬𝙞

Kapolres Bangka Barat Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026



Bangka barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Merah Polres Bangka Barat, Jumat (21/8/2026).

Upacara tersebut diikuti pejabat utama, para perwira serta personel Polres Bangka Barat. Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan kepolisian sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam rangkaian upacara, peserta membacakan sejarah singkat Hari Juang Polri serta Naskah Proklamasi Polisi. Pembacaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengingat kembali perjalanan dan nilai perjuangan yang menjadi landasan pengabdian anggota Polri.

Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mewakili Kapolres Bangka Barat mengatakan, peringatan Hari Juang Polri bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai perjuangan kepada setiap personel.

"Semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas, terutama melalui pelayanan yang humanis dan kehadiran Polri yang memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Yos.

Ia mengatakan tantangan tugas kepolisian saat ini semakin kompleks. Karena itu, setiap personel dituntut tetap profesional, humanis dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu harus menjadi motivasi bagi personel Polres Bangka Barat untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

(HR) 

Demi Terciptanya Keamanan Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas di wilayah Kecamatan Serengan

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Sarmin bersama Linmas melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan Patroli malam ini rutin dilaksanakan oleh Piket Koramil 03/Serengan bersama Linmas guna mencegah tindakan - tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuan Patroli tersebut untuk mengecek keadaan wilayah  dan menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Serengan."tegas Serka Sarmin disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Adapun tempat -tempat yg di patroli adalah ,obyek vital,tempat -tempat yg menjadi pusat keramaian masyarakat yg ada di wilayah kecamatan Serengan."imbuhnya.

"Kegiatan patroli disamping  menjaga keamanan di wilayah, juga sebagai sarana sambang warga "pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Polres Wonosobo Gelar Upacara Hari Juang Polri 2026, Kobarkan Semangat Pengabdian dan Perjuangan



WONOSOBO – Polres Wonosobo memperingati Hari Juang Polri 2026 melalui upacara yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel kepolisian untuk mengenang sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus memiliki nilai historis penting bagi perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Polri tidak terlepas dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan negara sejak masa awal kemerdekaan.

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan suasana khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pendahulu Polri.

Peringatan Hari Juang Polri tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Personel Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, integritas, kedisiplinan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Wonosobo untuk semakin dekat dengan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan profesional.

Di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, semangat Hari Juang Polri juga menjadi pengingat pentingnya menjaga soliditas internal dan memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.

Melalui momentum Hari Juang Polri 2026, Polres Wonosobo diharapkan semakin mampu meneruskan semangat pengabdian para pendahulu dengan menjalankan tugas secara Presisi, humanis dan bertanggung jawab.

Semangat perjuangan 21 Agustus 1945 menjadi bagian dari perjalanan sejarah Polri yang terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus. Hari Juang Polri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bahwa Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Yudhi kjn)
Uploaded Image

Tim URC Polres Wonosobo Intensifkan Patroli Cegah Kejahatan Jalanan


WONOSOBO – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Wonosobo meningkatkan patroli sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan atau street crime di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai, Tim URC Polres Wonosobo melaksanakan patroli di sejumlah titik, dengan sasaran utama kawasan Taman Kalianget dan wilayah perkotaan Wonosobo yang dinilai perlu mendapat perhatian pada malam hari.

Patroli dilakukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk pencurian dengan kekerasan atau begal, tawuran, penganiayaan, aksi kelompok atau geng, serta bentuk kejahatan jalanan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

Selain melaksanakan patroli secara mobile, Tim URC Polres Wonosobo juga bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan maupun panggilan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah pelaku kejahatan memanfaatkan situasi malam hari untuk melakukan aksinya.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., mengatakan patroli URC merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi sekaligus memastikan personel hadir di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan. Personel URC menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan dan melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari,” ujar AKP Arif.

Menurutnya, pola patroli juga disesuaikan dengan situasi dan laporan yang diterima dari masyarakat. Dengan dukungan layanan Call Center Polri 110, setiap informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas dapat segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat,” katanya.

AKP Arif juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari dan memastikan tidak terlibat dalam aksi tawuran, balap liar, maupun kelompok yang berpotensi melakukan tindak pidana.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan sampai ada kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Jika melihat adanya kelompok atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian melalui Call Center Polri 110,” tegasnya.

Selama pelaksanaan patroli, situasi kamtibmas di kawasan Taman Kalianget dan wilayah Kota Wonosobo terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun tindak pidana selama kegiatan berlangsung.

Melalui patroli rutin, respons cepat terhadap laporan masyarakat, serta kehadiran personel di lokasi rawan, Polres Wonosobo berkomitmen menjaga situasi keamanan tetap aman, tertib dan kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.

(Yudhi)
Uploaded Image

Polsek Mauk Polresta Tangerang mengadakan lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-81 


Uploaded Image


MAUK, TANGERANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kepolisian Sektor (Polsek) Mauk menggelar perlombaan panjat pinang yang berlangsung meriah di halaman Mapolsek Mauk, Jumat (17/8/2026).

Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah Hukum Polsek Mauk. Suasana riuh dan penuh gelak tawa mewarnai jalannya acara saat para peserta berjuang keras memanjat batang pohon pinang yang telah dilumuri oli licin demi meraih berbagai hadiah menarik di puncaknya.

Kapolsek Mauk  AKP I NYOMAN NARIANA menyampaikan bahwa lomba panjat pinang ini sengaja digelar bukan hanya sekadar sarana hiburan masyarakat, melainkan juga sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan kemitraan antara Polri dan warga setempat.

"Melalui momen peringatan HUT RI ke-81 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat. Panjat pinang ini mengajarkan nilai gotong royong, kerja sama, dan pantang menyerah—nilai-nilai pahlawan yang harus terus kita rawat bersama," ujar Kapolsek Mauk di sela-sela kegiatan.

Berbagai hadiah menarik disiapkan oleh panitia, mulai dari peralatan rumah tangga, dan sembako.
Salah seorang warga peserta lomba mengaku sangat senang dan mengapresiasi inisiatif dari pihak Kepolisian. "Seru sekali, walau susah dan licin karena harus bekerja sama, tapi di situ seninya. Terima kasih Polsek Mauk sudah bikin acara semeriah ini untuk warga," ungkapnya dengan wajah penuh oli dan tawa.

Acara perlombaan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga akhir dengan pengawalan serta pengamanan dari personel Polsek Mauk. Kemeriahan ditutup dengan penyerahan hadiah secara langsung oleh Kapolsek kepada para pemenang yang berhasil mencapai puncak pinang.




Red/Toher Aswi

Kamis, 20 Agustus 2026

Polres Wonosobo Gandeng UI Kaji Kemacetan Jalur Wisata Dieng Berbasis Data

WONOSOBO – Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia untuk mengkaji persoalan kemacetan di jalur wisata Dieng. Kepolisian tidak hanya menyiagakan personel saat arus kendaraan mulai padat, tetapi mendorong penanganan berbasis data agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) “Dieng Lancar Wisata Nyaman” di Aula Endra Dharmalaksana, Kamis, 20 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha travel, tour organizer, Paguyuban JIP Dieng hingga para pelaku jasa wisata.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan persoalan Dieng perlu ditangani melalui penelitian dan data empiris. Menurut dia, hasil kajian nantinya akan diserahkan kepada Bupati Wonosobo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

“Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran,” kata Ricky dalam forum tersebut.

Pelibatan Patron UI menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi demografi, pola pergerakan kendaraan, persepsi masyarakat, serta kebutuhan pelayanan di kawasan Dieng. Ricky meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi lapangan secara terbuka sehingga hasil kajian tidak bias dan dapat menjadi dasar kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Di sisi operasional, Satlantas Polres Wonosobo telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Personel ditempatkan sejak dini di titik-titik yang menjadi sumber kepadatan, terutama Pintu Langit, Gardu Pandang, Batu Angkruk, Watu Angkruk dan Sikapuk. Polisi juga menempatkan personel di tanjakan dengan kemiringan sekitar 15 persen untuk mengantisipasi kendaraan mogok maupun parkir di bahu jalan.

Polres Wonosobo menyiapkan ganjal kendaraan dan kendaraan derek di sekitar pos Gardu Pandang. Koordinasi dengan petugas parkir di setiap objek wisata juga dilakukan untuk mencegah kendaraan keluar-masuk kawasan wisata menghambat arus utama.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto mengatakan persoalan utama di jalur Dieng adalah ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir. Pada masa libur Lebaran 2026, jumlah pengunjung objek wisata Dieng tercatat mencapai 530.150 orang dengan lebih dari 21.500 kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi jalan yang sempit, menanjak dan berkelok membuat kendaraan yang mogok dapat dengan cepat memicu antrean dari dua arah. Persoalan juga muncul ketika pengendara mengambil jalur berlawanan untuk mendahului antrean sehingga kendaraan dari arah berlawanan bertemu dan menyebabkan arus berhenti.

Kajian lintas sektor dalam forum tersebut juga mengarah pada solusi yang tidak hanya bersifat kepolisian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengusulkan penyediaan kantong parkir berkapasitas besar yang terhubung dengan moda shuttle. Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendorong perubahan orientasi dari mass tourism menuju quality tourism dengan memperhitungkan daya dukung kawasan.

Akademisi Dr. Ahmad Khoiri menilai persoalan kemacetan perlu ditangani dalam tiga tingkatan. Pada tingkat mikro, rekayasa lalu lintas dilakukan langsung ketika kemacetan terjadi. Tingkat mezo mencakup pembatasan kendaraan pribadi, penyediaan kantong parkir dan shuttle publik. Adapun tingkat makro membutuhkan penataan ruang jangka panjang.

Ia juga mendorong integrasi data antarinstansi, mulai dari volume dan kecepatan kendaraan, kapasitas jalan, pola asal-tujuan wisatawan, kondisi infrastruktur, hingga data angkutan umum. Teknologi seperti pemantauan lalu lintas secara real-time dan sistem reservasi perjalanan terintegrasi juga dinilai dapat membantu mengendalikan pergerakan kendaraan menuju Dieng.

Bagi Polres Wonosobo, FGD tersebut menjadi langkah awal untuk mengubah pola penanganan kemacetan dari sekadar respons di lapangan menjadi mitigasi berbasis kajian. Kepolisian tetap menempatkan pengaturan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas, sembari mendorong solusi lintas sektor untuk mengendalikan arus kendaraan di kawasan wisata.

Dengan menggandeng Patron UI dan melibatkan pemerintah daerah serta pelaku pariwisata, Polres Wonosobo berharap penanganan jalur Dieng dapat dilakukan secara lebih terukur. Tujuannya bukan sekadar mengurai antrean kendaraan saat musim liburan, tetapi membangun sistem lalu lintas yang mendukung keamanan, kenyamanan wisatawan, aktivitas ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan kawasan Dieng.

(Yudhi KJN)
Uploaded Image

Kapolsek Mauk Menghadiri pembukaan kegiatan musabaqah tilawatil Quran (MTQ) ke IV dan Pelantikan Pengurus LPTQ Tingkat Desa Patramanggala tahun 2026


Uploaded Image


TANGERANG – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mauk AKP I NYOMAN NARIANA menghadiri acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IV sekaligus Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang tahun 2026. Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Kp. Patra Rt 04/02 Ds. Patramanggala ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Kemiri, Kepala Desa Patramanggala beserta perangkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan peserta MTQ dari berbagai wilayah RT/RW setempat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Mauk menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Kehadiran pihak kepolisian dalam gelaran ini tidak hanya untuk memastikan kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral terhadap syiar Islam dan pembinaan generasi muda di wilayah hukum Polsek Mauk.

Uploaded Image

"Kami sangat mendukung penuh kegiatan MTQ ke-IV dan pengukuhan pengurus LPTQ Desa Patramanggala. Kegiatan positif seperti ini sangat efektif dalam membina mental dan karakter generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif, kenakalan remaja, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya," ujar Kapolsek Mauk.

Selain pembukaan MTQ, agenda dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus LPTQ Desa Patramanggala masa bakti 2026. Kapolsek Mauk menyampaikan harapannya kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah dengan baik dalam melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berprestasi yang dapat membawa nama baik desa ke tingkat kecamatan hingga nasional.

Rangkaian acara pembukaan MTQ ke-IV dan pelantikan pengurus LPTQ Desa Patramanggala berjalan dengan lancar, tertib, dan aman berkat pengamanan serta pengawalan langsung dari personel Polsek Mauk bersama unsur terkait.




Red/Toher Aswi

Polres Bangka Barat Antisipasi Penyelundupan Timah Lewat Jalur Laut



Bangka barat, Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, sebagai langkah mengantisipasi upaya penyelundupan timah melalui jalur laut.

“Pengawasan ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah adanya upaya penyelundupan timah melalui jalur pelabuhan. Kami tidak ingin jalur transportasi laut dimanfaatkan untuk membawa keluar komoditas timah secara ilegal,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso di Mentok, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan, pengawasan dilakukan Satpolairud Polres Bangka Barat dengan memeriksa kendaraan dan muatan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian.

Selain itu, petugas memeriksa dokumen kapal dan manifest, mengecek data berat kendaraan melalui loket, serta meminta keterangan kepada pengemudi mengenai asal dan tujuan barang yang dibawa.

Menurut dia, langkah tersebut penting dilakukan mengingat jalur pelabuhan merupakan salah satu akses keluar-masuk barang dari Pulau Bangka, sehingga diperlukan pengawasan untuk mencegah berbagai bentuk penyelundupan.

“Personel kami melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara selektif terhadap kendaraan maupun muatan. Apabila ditemukan sesuatu yang mencurigakan, tentunya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan yang dilaksanakan pada Rabu sore tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas maupun muatan barang yang mencurigakan terkait dugaan penyelundupan timah.

Polres Bangka Barat menegaskan pengawasan di kawasan pelabuhan akan terus dilakukan sebagai upaya preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan dan menjaga agar jalur transportasi laut tidak dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal.

Kepolisian juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang menggunakan jasa pelabuhan untuk bersama-sama mencegah penyelundupan serta melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.

(HR) 

Bhabinkamtibmas Polsek Mauk Melaksanakan Bakti Sosial Di Desa Kemiri


Uploaded Image


Tangerang – Wujud kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kemiri, Aiptu Johana. Dalam rangka meringankan beban sesama serta mempererat tali silaturahmi, Aiptu Johana menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kp. Kemiri Sabrang, Desa Kemiri, Kec. Kemiri. Kamis (20-08-2026)

Kegiatan yang berlangsung secara door to door ini menyasar warga lanjut usia, janda kurang mampu, serta keluarga yang membutuhkan bantuan ekonomi secara langsung. Kehadiran Aiptu Johana yang turun langsung menyusuri pemukiman warga menyapa dengan hangat dan penuh kekeluargaan, membawa kebahagiaan tersendiri bagi para penerima manfaat.

Aiptu Johana menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas), tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan.

"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kami kepada warga Desa Kemiri. Harapan kami, bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari dan membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Aiptu Johana di sela-sela kegiatan.

Selain menyerahkan bantuan pangan, Aiptu Johana juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas secara dialogis. Warga diingatkan untuk senantiasa menjaga keharmonisan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak ragu untuk berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas jika ada permasalahan di desa.

Aksi nyata ini mendapat apresiasi hangat dari warga setempat. Salah seorang penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bhabinkamtibmas yang dinilai sangat dekat dan peka terhadap kondisi warga binaannya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan hubungan harmonis dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Desa Kemiri dapat terus terjalin erat demi terciptanya lingkungan desa yang aman, kondusif, dan sejahtera.




Red/Toher Aswi