Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Miliki Ratusan Butir Hexymer, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk Polresta Tangerang

Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial PM (25), pada Senin (31/8/2026). Warga Desa S...

Postingan Populer

Senin, 07 September 2026

Miliki Ratusan Butir Hexymer, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk Polresta Tangerang


Uploaded Image


Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial PM (25), pada Senin (31/8/2026). Warga Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg tersebut ditangkap lantaran kedapatan memiliki ratusan butir obat keras daftar G jenis hexymer secara ilegal. 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menerangkan, tersangka PM ditangkap di Kampung Kayu Apu, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri. 

"Saat diamankan, dari tangan tersangka ditemukan sebanyak 505 butir obat keras jenis hexymer," kata Indra Waspada, Sabtu (5/9/2026). 

Awal kasus terungkap, Indra Waspada menjelaskan, berawal dari informasi masyarakat. Dalam informasi tersebut, disampaikan ada dugaan seorang pria yang menjual bebas obat keras tanpa izin. 

Informasi tersebut kemudian didalami petugas Polsek Mauk dengan langsung bergerak ke lokasi. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas kemudian mengamankan tersangka PM. 

"Selanjutnya  tersangka dan barang bukti di bawa ke Polsek Mauk untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Indra Waspada.

Tersangka PM dikenakan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 13 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp5 miliar.



Toher Aswi

Pantang Pulang sebelum api Padam, Koramil 04/Jebres Bantu Pemadaman Kebakaran TPA Sampah Putri Cempo


Uploaded Image

Surakarta - Bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) gabungan, Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono. S, Sos bersama anggotanya, turut serta dalam upaya memadamkan api yang terbakar karena cuaca terik panas bertempat di TPA Sampah Putri Cempo Kelurahan Mojosongo Kec Jebres Surakarta. Minggu ( 06/09/2026 ) Pkl. 10.00 Wib

“Kami lakukan pemadaman bersama petugas Damkar Gabungan dan instansi terkait, agar api tidak meluas,” ucap Danramil 04/Jebres dilokasi kebakaran.

“Pemadaman api dilakukan secara berkelanjutan, agar api tidak merembet. Karena, tumpukan sampah tersebut mengandung gas metan sehingga perlu gerak cepat untuk memadamkan api,” ungkapnya.

Dari peristiwa kebakaran ini, warga disekitar TPA Putri Cempo Kelurahan Mojosongo sangat berdampak karena asap sehingga bisa menganggu pada kesehatan terutama lansia dan balita untuk sementara diungsikan kerumah saudara terdekat.

Penulis : Arda 72

Menuju KBD Tahap III, Koramil 04/Jebres Bersama Warga Gandekan Siapkan Kotis Hingga Dapur Lapangan


Uploaded Image

Surakarta – Antusiasme warga menyambut Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap III TA. 2026 semakin tinggi. Anggota Koramil 04/Jebres bersama masyarakat Kelurahan Gandekan bahu membahu melakukan penyiapan sarana dan prasarana di Ds. Karangasem RT 02 RW 02, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Kegiatan dipimpin langsung Bati Tuud Koramil 04/Jebres Peltu Edi Yanto dan berlangsung Minggu (06/09/2026).

Berbagai persiapan telah dimulai, meliputi pembangunan kotis, dapur lapangan, tempat peletakan batu pertama, hingga pengerukan saluran air. Semua dikerjakan dengan semangat gotong royong tanpa mengenal lelah, agar pelaksanaan KBD nantinya dapat berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai jadwal.

Peran serta warga sangat dibutuhkan, mulai dari tahap persiapan, penyiapan sarana prasarana, hingga penyediaan material. Pembukaan resmi KBD Tahap III Kodim 0735/Surakarta di wilayah Gandekan dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Peltu Edi Yanto juga memberikan motivasi kepada personel yang terlibat.  
"Tetap semangat dan utamakan faktor kesehatan serta keamanan dalam bekerja," tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun wilayah, mempercepat pembangunan, dan mempererat kebersamaan sebelum KBD resmi dimulai.

Penulis : Arda 72

Minggu, 06 September 2026

DUA LANGKAH STRATEGIS POLRES KUNINGAN, PEMBAGIAN MASKER ANTISIPASI DEBU VULKANIK DAN PENGAMANAN 4 TITIK KAWASAN KABUPATEN KUNINGAN


KUNINGAN, BUSER PRESISI COM—  Polres Kuningan melaksanakan dua kegiatan penting sekaligus demi keselamatan, kesehatan, serta ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi dampak alam sekaligus menjaga keamanan di akhir pekan,Pada hari Minggu, 6 September 2026,
 
 PEMBAGIAN MASKER ANTISIPASI DEBU VULKANIK GUNUNG KRAKATAU
 
Kegiatan pembagian masker kepada para pengguna jalan dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapan, S.Tr.K., S.I.K.
 
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menyikapi potensi debu vulkanik akibat letusan Gunung Krakatau yang terbawa angin dan bergerak menuju wilayah Provinsi Jawa Barat. Pembagian masker dilakukan di jalan-jalan utama dan kawasan ramai, guna melindungi warga yang beraktivitas di luar ruangan dari gangguan pernapasan akibat paparan debu vulkanik.
 
"Kami ingin memastikan masyarakat tetap terlindungi. Terutama pengendara dan pengguna jalan yang beraktivitas di luar, kami himbau untuk memakai masker guna mencegah dampak buruk debu vulkanik bagi kesehatan," ujar Kapolres Kuningan.
 
Selain membagikan masker, petugas juga menyampaikan imbauan agar warga senantiasa memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  
 PENGAMANAN DAN PATROLI DI EMPAT TITIK STRATEGIS
 
Di hari yang sama, Polres Kuningan juga menempatkan personel di empat titik strategis guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran situasi di wilayah Kabupaten Kuningan. Pembagian tugas dan kepemimpinan di masing-masing lokasi adalah sebagai berikut:
 
 Pos Citamba — Dipimpin langsung oleh Wakapolres Kuningan, didampingi Kabag Ops Polres Kuningan beserta anggota.
 
 Lamer Cijoho — Dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Kuningan bersama Kanit Regident dan anggota.
 
Pos Taman Kota — Dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Kuningan bersama anggota yang bertugas.
 
Pos Cirendang — Dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kuningan bersama anggota yang ditempatkan di lokasi.

Dengan penyebaran pejabat utama dan personel di titik-titik strategis tersebut, kehadiran kepolisian terasa langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mencegah gangguan keamanan, pelanggaran lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga yang beraktivitas maupun melintas di wilayah Kabupaten Kuningan. Seluruh jajaran tetap berkoordinasi dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala guna memastikan kondisi tetap kondusif, aman, dan tertib.

((A, Rahmat))

SATLANTAS POLRES KUNINGAN BAGIKAN MASKER KEPADA PENGGUNA JALAN, ANTISIPASI DAMPAK DEBU VULKANIK GUNUNG KRAKATAU

KUNINGAN Buserpersisi com — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan menggelar kegiatan pembagian masker secara langsung kepada para pengguna jalan, sebagai langkah antisipatif menyikapi potensi dampak debu vulkanik akibat letusan Gunung Krakatau yang terbawa angin hingga ke wilayah Provinsi Jawa Barat.pada hari Minggu tgl,6/9/2026
 
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapan, S.Tr.K., S.I.K., bersama personel jajaran Satlantas. Pembagian masker dilakukan di titik-titik jalan utama dan kawasan yang ramai dilintasi warga, agar perlindungan kesehatan dapat segera dirasakan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
 
Imbauan yang disampaikan menyebutkan bahwa debu vulkanik hasil letusan Gunung Krakatau berpotensi terbawa arus angin dan mencapai wilayah Jawa Barat, yang dapat mengganggu pernapasan serta kesehatan mata dan kulit jika terpapar langsung. Pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampak tersebut.
 
"Kegiatan ini kami lakukan agar masyarakat tetap waspada dan terlindungi. Kami menghimbau seluruh warga, terutama yang beraktivitas di luar rumah, untuk senantiasa memakai masker guna mencegah gangguan pernapasan akibat debu vulkanik," ujar AKP Aktuin Moniharapan.
 
Selain membagikan masker, petugas juga menyampaikan pesan agar masyarakat senantiasa memantau informasi resmi terkait perkembangan kondisi letusan dan arah pergerakan debu vulkanik, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal. Polres Kuningan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga di wilayah hukumnya.

((A, Rahmat))

Koramil Kalikajar Bersama Warga Padamkan Kebakaran Hutan Pinus Seluas 1,2 Hektare





Wonosobo – Kebakaran hutan pinus terjadi di kawasan hutan produksi milik Perhutani petak 24A RPH Kleseman, turut Dusun Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kobaran api diketahui sekitar pukul 19.30 WIB dan dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 20.30 WIB. Mendapat laporan tersebut, Danramil 07/Kalikajar Kapten Kav Sudarmaji bersama dua anggota langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Setibanya di lokasi, petugas gabungan mendapati api membakar semak belukar di kawasan tanaman pinus dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 1,22 hektare.

"Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman sekaligus melokalisir api agar tidak merambat ke area hutan lainnya," ujar Kapten Kav Sudarmaji.

Pemadaman melibatkan personel Polres, Polsek Kalikajar, Koramil 07/Kalikajar, BPBD Kabupaten Wonosobo, Perhutani, SAR-RPB Kalikajar, Relawan Base Camp Gajah Mungkur Lamuk, perangkat Desa Wonosari serta warga setempat.

Karena kondisi medan dan lokasi kebakaran berada di kawasan hutan, proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual. Petugas dan warga bekerja bersama menyisir titik api serta membuat batas agar kobaran tidak semakin meluas.

Setelah sekitar 1,5 jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Kebakaran tersebut diduga dipicu kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan kawasan hutan dalam kondisi kering dan mudah terbakar.

Petugas memastikan api telah padam dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


(Yudhi)
Pendim 0707
Uploaded Image

Polres Wonosobo Amankan Pria Asal Aceh, 1.430 Obat Keras dan 32 Psikotropika Disita

WONOSOBO – Polres Wonosobo mendalami perkara dugaan peredaran obat keras yang berawal dari penyerahan seorang pria oleh masyarakat pada Jumat, 4 September 2026. Polisi kini memeriksa orang yang diserahkan beserta barang yang diamankan untuk memastikan konstruksi perkara berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

Tempat kejadian perkara (TKP) berada di sebuah rumah kontrakan di Dukuh Sejaten RT 005 RW 005, Kelurahan/Desa Kejiwan, Kecamatan Wonosobo. Penanganan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB dan selanjutnya tersangka beserta barang yang diamankan dibawa ke Polres Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satresnarkoba.

Pria tersebut berinisial MHS, 29 tahun, dari Provinsi Aceh.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H., mengatakan penyidik langsung melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap tersangka maupun barang yang diamankan.

“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Setiap fakta dan barang yang diamankan kami periksa berdasarkan alat bukti,” kata Teguh.

Dari penanganan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 32 butir obat Psikotropika dan juga mengamankan 1.430 butir obat keras (Daftar G). 

Selain obat-obatan tersebut, penyidik turut mengamankan satu plastik kresek warna putih, satu tas ransel, satu unit telepon seluler iPhone 14 warna putih, serta uang tunai Rp360 ribu yang merupakan hasil dari penjualan obat tersebut. 

Seluruh barang yang diamankan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk didalami keterkaitannya dengan perkara.

Menurut Teguh, setiap tahapan penyidikan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Penanganan perkara kami lakukan secara profesional, objektif, dan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Teguh juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah membantu memberikan informasi kepada kepolisian.

“Partisipasi masyarakat sangat membantu Polri dalam menjaga lingkungan dari peredaran obat-obatan yang berpotensi membahayakan,” katanya.

Dalam perkara ini, tersangka dikenakan sangkaan terkait tindak pidana psikotropika dan kesehatan. Pasal yang diterapkan adalah Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 435 dan subsider Pasal 436 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sangkaan tersebut berkaitan dengan kepemilikan, penyimpanan atau membawa psikotropika serta peredaran sediaan farmasi berupa obat keras yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Adapun mengenai ancaman pidana, penerapannya disesuaikan dengan sangkaan pasal yang dikenakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyidik masih mengembangkan perkara dengan menindaklanjuti informasi yang diperoleh selama proses penyidikan, termasuk melakukan upaya pencarian terhadap DPO yang dalam perkara tersebut adalah berperan sebagai penyuplai obat. 

“Perkara ini sudah masuk ke tahap Penyidikan dan masih berjalan. Informasi yang kami peroleh akan kami tindak lanjuti untuk mengungkap perkara ini secara menyeluruh,” tegas Teguh.

Polres Wonosobo memastikan perkembangan perkara akan disampaikan secara resmi sesuai tahapan penyidikan dan informasi yang dapat dibuka kepada publik.

(Yudhi KJN)
Uploaded Image

“Hanya 1 KM dari Mako Airud Polda Babel, 4 PIP Diduga Tambang Timah Ilegal Beroperasi di DAS Ampui”

PANGKALPINANG — Aktivitas dugaan pertambangan timah ilegal menggunakan jenis Ponton Isap Produksi (PIP) kembali mencuat di wilayah Kota Pangkalpinang. Kali ini, aktivitas tersebut diduga berlangsung di kawasan Jalan Kakap 1, RT 03, Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, yang berada di sekitar aliran Daerah Aliran Sungai (DAS).

Informasi mengenai aktivitas tersebut diterima tim investigasi awak media dari laporan warga sekitar pada Sabtu, 5 September 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi kemudian melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim tiba di lokasi yang dimaksud.

Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat empat unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga sedang melakukan aktivitas penambangan di balik rindangnya pepohonan bakau.

Sejumlah orang juga terlihat berada di lokasi dan melakukan aktivitas penambangan dengan cara melubangi permukaan tanah, kemudian menghisap lumpur yang diduga bercampur dengan material mengandung timah.
Temuan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan serius, terutama terkait pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan aliran sungai.

Dugaan Ada Pembiaran?

Hasil penelusuran tim investigasi juga menemukan fakta bahwa lokasi aktivitas dugaan tambang tersebut berada relatif dekat dengan Mako Airud Polda Bangka Belitung, dengan jarak sekitar satu kilometer.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah aktivitas dugaan tambang ilegal tersebut tidak diketahui aparat, atau justru belum tersentuh penindakan?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab oleh pihak berwenang, mengingat aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerusakan lingkungan.

Namun demikian, dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tersebut masih sebatas temuan dan indikasi di lapangan. Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan penyelidikan dan klarifikasi dari aparat penegak hukum.

Ancaman Terhadap Ekosistem DAS. 

Selain persoalan legalitas, aktivitas penambangan timah di kawasan aliran sungai juga menyisakan persoalan lingkungan.
Aktivitas pertambangan berpotensi merusak kawasan DAS, termasuk flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi. Tim investigasi juga menemukan adanya potensi pencemaran akibat penggunaan bahan bakar minyak dan oli dalam kegiatan operasional ponton.

Jika limbah solar maupun oli sampai tumpah dan masuk ke aliran sungai, dampaknya tidak hanya dirasakan pada lokasi tambang, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem perairan dan organisme yang bergantung pada kawasan tersebut.

Dengan demikian, persoalan ini bukan hanya menyangkut dugaan aktivitas tambang tanpa izin, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan, penerimaan negara, serta pengawasan aparat penegak hukum.

Menunggu Langkah Aparat. 

Keberadaan empat unit PIP di kawasan tersebut tentu membutuhkan perhatian serius dari instansi terkait. Terlebih, lokasi aktivitas disebut berada tidak jauh dari salah satu markas aparat yang memiliki kewenangan dalam pengawasan wilayah perairan.

Publik kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki legalitas atau justru merupakan kegiatan pertambangan ilegal.
Jika terbukti tidak memiliki izin, penindakan terhadap aktivitas tersebut semestinya tidak berhenti pada pekerja lapangan maupun pemilik ponton. Aparat juga perlu menelusuri rantai distribusi material hasil tambang, termasuk pihak yang menampung atau menjadi kolektor bijih timah.

Sebab, aktivitas pertambangan ilegal tidak mungkin berdiri sendiri. Ada mata rantai dari lokasi penambangan hingga material tersebut masuk ke jaringan perdagangan.

Tim investigasi awak media akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ini dan menelusuri lebih jauh dugaan rantai penampungan bijih timah dari aktivitas tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Airud Polda Bangka Belitung maupun instansi terkait mengenai keberadaan empat unit PIP yang terpantau di kawasan DAS Ampui tersebut.

(HR/ TIM) 

Bersih & Asri, Babinsa Sumber Bersama DLH Surakarta Gotong Royong Bersihkan Lahan Kosong


Uploaded Image

Surakarta – Sebagai Wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, Babinsa Kelurahan Sumber Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Yusuf bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan kosong yang berada di RW 07 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.l, Sabtu (05/09/2026).

Aksi gotong royong ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih asri, bersih, dan nyaman bagi warga. Lahan kosong yang sebelumnya kurang terawat kini dibenahi agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang hijau bersama.

Serka Yusuf menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.  
"Taman ini bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga menjadi ruang hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin untuk kemajuan Kelurahan Sumber," ujarnya.

Sementara itu Bapak Yadi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta mengapresiasi dukungan Babinsa.  
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kontribusi Babinsa yang selalu hadir membantu kami, termasuk dalam pembenahan taman ini. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjaga," ungkapnya.

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya mempercantik lingkungan Kelurahan Sumber, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Pacu Semangat Gotong Royong, Pra KBD Tahap III Koramil 04/Jebres Sasar Revitalisasi Talud 50 Meter di Karangasem


Uploaded Image

Surakarta – Kegiatan Pra Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap III Kodim 0735/Surakarta Tahun 2026 terus digencarkan. Babinsa Kelurahan Gandekan Sertu Teguh Kusno anggota Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta terlihat aktif sejak awal pembukaan hingga mendekati hari pelaksanaan KBD.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (05/09/2026) pukul 07.30 WIB di Ds. Karangasem, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Meski cuaca terik menyengat, semangat prajurit bersama warga tidak surut. Dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan, saat ini fokus pengerjaan adalah Revitalisasi Talud Ds. Karangasem dengan panjang sasaran 50,19 meter.

Keakraban TNI dan rakyat semakin terlihat di lapangan. Para prajurit Koramil 04/Jebres bahu membahu bersama masyarakat menyelesaikan pekerjaan. Sinergi ini menjadi penyemangat tersendiri dan mempererat hubungan harmonis antara TNI dengan warga.

"Kegiatan Pra KBD ini harus selesai tepat waktu sesuai target. Semangat dan mental prajurit di lapangan tidak terpengaruh cuaca, karena ini bentuk pengabdian untuk masyarakat," ujar Sertu Teguh Kusno.

Sasaran KBD Tahap III Kodim 0735/Surakarta di wilayah Jebres antara lain Sasaran Fisik yang meliputi Revitalisasi Talud Ds. Karangasem sepanjang 50,19 meter, dan Pembangunan Pavingisasi jalan ukuran P 5,19 x L 2,20 meter

Sedangkan Sasaran Non Fisik meliputi Penyuluhan Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0735/Surakarta, Penyuluhan Pilah Sampah oleh DLH Kota Surakarta, dan juga Penyuluhan Penyalahgunaan Narkotika oleh BNN Kota Surakarta

Diharapkan melalui KBD ini, infrastruktur wilayah semakin baik dan kesadaran masyarakat dalam berbangsa, menjaga lingkungan, serta menjauhi narkoba semakin meningkat.

Penulis : Arda 72