Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Babinsa Wonosegoro Turut Siaga di Pos PAM Karanggede, Jaga Kelancaran Arus Lebaran 2026

Boyolali – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat perayaan Idul Fitri 1447 H, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim...

Postingan Populer

Senin, 23 Maret 2026

Babinsa Wonosegoro Turut Siaga di Pos PAM Karanggede, Jaga Kelancaran Arus Lebaran 2026

Boyolali – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat perayaan Idul Fitri 1447 H, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serda Sugeng R, melaksanakan kegiatan pengamanan (PAM) di Pos PAM lampu merah Karanggede, Kabupaten Boyolali, Minggu (22/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut difokuskan pada pemantauan arus lalu lintas serta menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di titik-titik keramaian. Kehadiran aparat gabungan di lokasi strategis ini menjadi upaya nyata dalam memastikan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan pasar dan jalur utama, tetap lancar dan tertib.
Pengamanan ini merupakan wujud sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait.

Serda Sugeng R bersama Koptu Imron bahu-membahu personel Polri, petugas Dinas Perhubungan, serta tim kesehatan Kabupaten Boyolali. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat bagi pemudik dan warga yang melintas di jalur Suruh–Karanggede–Gemolong.

Sebagai ujung tombak di wilayah binaan, Babinsa tidak hanya melaksanakan penjagaan, tetapi juga aktif memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat terbukti memberikan dampak positif secara psikologis. Selain menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, juga memastikan perayaan Idul Fitri tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan khidmat tanpa kendala berarti.

"Tugas kami adalah memastikan masyarakat, baik yang mudik maupun yang beraktivitas memenuhi kebutuhan Lebaran, merasa aman dan nyaman. Kami dari Kodim 0724/Boyolali bersama Polri dan instansi terkait akan terus siaga memberikan pelayanan terbaik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegasnya.

Penulis : Arda 72

“Pabrik Sawit Masuk Limbung, Konflik Meledak: Dari Janji Kerja hingga Ancaman Limbah”

Bangka Barat — Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, memicu gelombang pro dan kontra di tengah masyarakat. Di balik agenda sosialisasi resmi pemerintah desa, muncul sejumlah pertanyaan serius terkait dampak lingkungan, transparansi investasi, hingga dugaan penguasaan lahan desa oleh oknum tertentu.

Desa Limbung sendiri tercatat memiliki luas hutan desa mencapai 1.154,96 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 285 kepala keluarga. Selain aktivitas pertambangan yang berada dalam wilayah IUP PT Timah, desa ini juga memiliki lahan swasembada pangan berupa persawahan seluas kurang lebih 50 hektar—yang kini terancam terdampak rencana industrialisasi baru.

Sosialisasi Resmi, Tapi Minim Kehadiran Perusahaan

Pemerintah Desa Limbung melalui Kepala Desa Angga Saputra sebelumnya mengeluarkan undangan resmi bernomor: 005.3.1/55/19704.03.10/2026 tertanggal 4 Maret 2026. Undangan tersebut bersifat penting, berisi agenda sosialisasi rencana pembangunan pabrik kelapa sawit yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Maret 2026 di Kantor Desa Limbung.

Acara tersebut dihadiri Camat Jebus, perangkat desa, kepala dusun, serta unsur keamanan dari Polsek Jebus dan Bhabinkamtibmas. Namun, fakta mencolok terungkap di lapangan: perwakilan dari perusahaan yang disebut-sebut sebagai investor, yakni PT Payung Mitra Jaya Mandiri (PT PMM), justru tidak hadir dalam forum yang krusial tersebut.

"Bagaimana mungkin sosialisasi dilakukan tanpa kehadiran pihak perusahaan? Ini justru menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat," ungkap salah satu sumber kepada tim investigasi.
Dari total 285 kepala keluarga, hanya sekitar 112 yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Janji Lapangan Kerja vs Ancaman Lingkungan.

Dalam forum itu, Camat Jebus menyampaikan bahwa kehadiran pabrik kelapa sawit akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan desa. Pernyataan tersebut dinilai sebagian warga sebagai upaya meyakinkan masyarakat untuk mendukung proyek tersebut.

Namun, suasana berubah tegang ketika seorang warga, sebut saja JM, mempertanyakan potensi limbah pabrik sawit yang dinilai berisiko mencemari lingkungan, terutama karena lokasi rencana pembangunan hanya berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan.

Perdebatan sengit pun tak terhindarkan, bahkan nyaris berujung baku hantam antara JM dan MK, yang diketahui merupakan orang tua dari Kepala Desa Limbung. Ketegangan tersebut akhirnya berhasil diredam oleh warga lain yang hadir.

Dugaan Penguasaan Lahan Desa

Di tengah polemik tersebut, muncul pula isu yang tak kalah serius. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan penguasaan lahan desa seluas sekitar 15 hektar oleh oknum warga lokal berinisial RONI.

Lahan tersebut diduga akan diperjualbelikan kepada pihak PT PMM sebagai lokasi pembangunan pabrik.
"Sepengetahuan kami, itu tanah desa. Warga di sini tahu semua," ujar sumber tersebut.

Jika dugaan ini terbukti, maka potensi pelanggaran terhadap aset desa dan kepentingan masyarakat menjadi persoalan hukum yang tidak bisa dianggap sepele.

Kepala Desa Bungkam

Tim investigasi telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Limbung, Angga Saputra, terkait berbagai polemik yang mencuat. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski pesan konfirmasi telah terbaca.

Desakan Intervensi Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum

Melihat situasi yang semakin memanas dan berpotensi memecah belah warga, masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Bangka Barat, serta aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Bangka Barat.
Langkah cepat dinilai penting untuk memastikan transparansi, kejelasan status lahan, serta jaminan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, polemik pembangunan pabrik sawit di Desa Limbung dikhawatirkan akan berkembang menjadi konflik horizontal yang lebih luas di tengah masyarakat.

(HR/TIM) 

Minggu, 22 Maret 2026

Pantai Kejawanan Diserbu Wisatawan, Kapolres Cek Langsung Kesiapan Pengamanan Ops Ketupat

Cirebon Kota - Lonjakan kunjungan masyarakat ke objek wisata pantai pasca Hari Raya Idul Fitri mulai terlihat pada Minggu (22/03/2026) sekitar pukul 10.40 WIB, saat Kapolres Cirebon Kota turun langsung melakukan pengecekan di kawasan Pantai Wisata Bahari Kejawanan guna memastikan kesiapan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat.

Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, mulai dari arus pengunjung, aktivitas wisata di kawasan pantai, hingga kesiapan personel dan fasilitas pendukung yang ada di lokasi tersebut.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kehadiran dirinya di objek wisata pantai merupakan bentuk komitmen dalam memastikan pengamanan berjalan optimal, khususnya menghadapi meningkatnya jumlah pengunjung setelah perayaan Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kabag Ops Kompol Munawan, S.H., M.H., Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo, S.H., serta unsur terkait lainnya yang turut melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Pengecekan difokuskan pada titik-titik strategis di kawasan pantai, seperti area parkir, jalur keluar masuk pengunjung, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas wisatawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Selain memastikan kesiapan personel, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, Kapolres juga menyempatkan diri berdialog dengan para pengunjung yang sedang menikmati liburan di kawasan pantai, sekaligus menyampaikan pesan agar tetap menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas di area pesisir.

Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat, yang merasa diperhatikan dan mendapatkan rasa aman saat berwisata bersama keluarga di momen libur lebaran.

Langkah ini menjadi bagian dari pengamanan Ops Ketupat yang tidak hanya terfokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga mencakup pengawasan di objek wisata pantai yang menjadi tujuan utama masyarakat.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berwisata, menjaga barang bawaan, serta mengawasi anak-anak ketika berada di area pantai, dan apabila membutuhkan bantuan kepolisian dapat segera menghubungi Layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

((A, Rahmat))

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Sunarto pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026 pukul 21.00 wib melaksanakan kegiatan patroli bersama Linmas di wilayah Kecamatan Pasar kliwon.

Sertu Sunarto juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya  serta  mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon di wilayah."tegas Sertu Sunarto .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli yang kami laksanakan setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif, terutama setelah perayaan idul Fitri 1447 H ini."pungkas Sertu Sunarto.
  
Penulis : Arda 72

Binaan Lapas Kota Banjar 428 Terma Remisi di Bulan Romadhon 1447 Hijriyah.



Kota Banjar Buser presisi.com

Momen hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah menjadi berkah ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan ( LP) kelas dua B kota Banjar, sebanyak 428 warga menerima Remisi pada hari Sabtu kemarin sekaligus tentang keagamaan .22/3/26

Pengarahan Remisi bertempat di mesjid Baiturrahman komplek lapas kota Banjar. Tutut Prasetyo Kepala lapas Banjar menyerahkan surat keputusan Remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif / substantif .

Dengan ini sejumlah total yang menerima sebagian besar masih harus menjalani sisa masa tahanan atau pidana , sementara beberapa lainnya langsung bebas Kata Tutut Prasetyo ucapnya.

Lanjut beliau sebanyak 422 warga binaan menerima Remisi khusus 1 (RK 1) berupa pengurangan masa tahanan antara 15 hari sampai dua bulan . Untuk rincian 187 orang merupakan narapidana umum dan 235 orang terkait peraturan pemerintah nomor 99 tahun 2012..

Sementara 6 warga binaan menerima remisi khusus 2 (RK 2) dari jumlah tersebut tiga orang napi umum langsung bebas.Adapun tiga lainnya terkait PP NO 99 tahun 2012 masih menjalani pidana .

Tutut Prasetyo mengatakan pemberian remisi bukan suatu agenda tetapi melainkan bentuk evaluasi proses pembinaan di dalam lapas .
Remisi itu merupakan bentuk penghargaan negara dan komitmen warga negara binaan dalam mengikuti pembinaan dengan baik tutupnya ( Agus )

Patroli Malam Polsek Panongan Ditingkatkan Jelang Libur Lebaran, Antisipasi Gangguan Kamtibmas





Kab Tangerang – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, Polsek Panongan Polresta Tangerang meningkatkan kegiatan patroli mobile pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga 23.30 WIB.

Patroli tersebut dipimpin oleh IPTU Fuadi selaku Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel piket fungsi, dengan menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Panongan.

Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), premanisme, balapan liar, geng motor, peredaran narkoba, hingga potensi tawuran remaja yang kerap meningkat menjelang masa libur Lebaran.

Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, SH menyampaikan bahwa peningkatan patroli dilakukan sebagai langkah preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat momen mudik dan libur panjang Idulfitri.

"Menjelang libur Lebaran, aktivitas masyarakat meningkat, sehingga kami hadir melalui patroli rutin untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Adapun lokasi patroli meliputi Jalan Raya Pertamina Desa Panongan, Jalan Boulevard Citra Raya di Bundaran 3, 4, dan 5, serta objek vital seperti Bank BRI dan mesin ATM yang menjadi pusat aktivitas transaksi masyarakat.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap waspada, menjaga barang berharga, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek preventif serta meningkatkan rasa aman masyarakat selama periode libur Lebaran.




Red:Toher Sw

TNI Bersinergi Memberikan Pengamanan dan Pelayanan Di Pos Pam Lebaran

Wonogiri - Babinsa Koramil 13/Pracimantori Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Sajugo bersama tiga rekan Babinsa, melaksanakan Apel kegiatan PAM lebaran 1447 H / 2026 di Pos PAM Lebaran Kecamatan Pracimantoro, pada Sabtu (21/3/2026) malam. 

Sertu Sajugo mengungkapkan, Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam melqksanakan perjalanan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita berjaga di Pos Pengaman ini merupakan sebagian dari Pos yang lainnya yang tersebar di wilayah dimana Pos yang di gelar bersama Polres Wonogiri guna menciptakan kondisi wilayah yang ada di kabupaten Wonogiri tepat nya di Pos PAM Lebaran di Pasar Pracimantoro dalam merayakan Lebaran bisa aman dan kondusif," ujarnya. 

Di tempat terpisah Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Oyon menyampaikan, "Kami telah menurunkan personel Babinsa untuk ikut dalam pengamanan pos pengamanan arus mudik lebaran, untuk personel yang melaksanakan pengamanan merupakan anggota gabungan dari Koramil secara bergantian setiap harinya selama pengamanan di Pos Pam mudik Lebaran tahun 2026 ini.

"Saya juga berpesan kepada para Babinsa yang melaksanakan pengamanan di pos Pam Mudik lebaran agar selalu menjaga Kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," tutup Danramil.

Penulis : Arda 72

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang

Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

"Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini," kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini," ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

"Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

"Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati," lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. 

Penulis : Arda 72

Ramah & Humanis, Anggota Kodim 0735/Surakarta Amankan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Surakarta - Anggota Kodim 0735/Surakarta dengan penuh semangat melaksanakan tugas pengamanan sekaligus membantu warga masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso menegaskan Kegiatan pengamanan dilakukan di sekitar Pos Pengamanan (Pos Pam) Mandiri yang digelar oleh Kodim 0735/Surakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya saat meningkatnya aktivitas warga menuju lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri.

"Para personel dengan sigap membantu warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk menyeberang jalan dengan aman di tengah arus lalu lintas yang cukup padat."tegasnya.

"Selain membantu penyeberangan, anggota Kodim juga tetap melaksanakan pemantauan situasi guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung."imbuhnya.

Kehadiran anggota TNI ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Keamanan Wilayah Pasca Lebaran, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat terutama pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/ Surakarta Serda Tarto  melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Sabtu  (21/03/2026).

Ditegaskan Serda Tarto Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal dihari lebaran ini piket Koramil 04 Jebres  gencar patroli di wilayah seputaran kecamatan Jebres kota Surakarta.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah kecamatan Jebres."pungkasnya.

Penulis : Arda 72