Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Anak Muda Indramayu Unjuk Karya di Pasar Kreatif Urban Perdana

Indramayu - Komunitas Pasar Kreatif Urban sukses menggelar kegiatan Pasar Kreatif Urban (Pop Up Market) pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Simple ...

Postingan Populer

Sabtu, 14 Maret 2026

Anak Muda Indramayu Unjuk Karya di Pasar Kreatif Urban Perdana

Indramayu - Komunitas Pasar Kreatif Urban sukses menggelar kegiatan Pasar Kreatif Urban (Pop Up Market) pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Simple Kolektif #1 Indramayu Creaticity Network - Urban Creative Hub, Indramayu.

Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya kreativitas anak muda Indramayu sekaligus alternatif destinasi belanja menjelang Lebaran. Berbagai produk kreatif dipamerkan dan dijual oleh para pelaku kreatif lokal, mulai dari aksesoris, pakaian, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang dihasilkan oleh pemuda dan komunitas di Indramayu.

Dalam penyelenggaraan perdananya, Pasar Kreatif Urban menghadirkan 5 tenant kreatif yang menampilkan beragam produk lokal. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari individu maupun komunitas, yang turut meramaikan kegiatan sekaligus memperkuat jejaring ekosistem kreatif di Indramayu.

Ketua Panitia kegiatan, Hilmi Hilmansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Indramayu Creaticity Network, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan ruang pasar kreatif di Indramayu.

"Ini masih pantikan awal melaksanakan PKU di Indramayu. Harapannya ke depan bisa mengaktivasi pasar kreatif di koridor Sport Center, sepanjang Jalan Stadion Tridaya Indramayu," ujarnya.

Ia menambahkan, Pasar Kreatif Urban diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara pelaku kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk saling bertemu, bertukar gagasan, serta memperkuat geliat ekonomi kreatif lokal.



Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir, baik untuk menikmati suasana komunitas, berbelanja produk lokal, maupun mendukung karya anak muda Indramayu.

Salah satu pengunjung, Rina (24), mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena memberikan ruang baru bagi anak muda untuk menampilkan karya mereka.

"Kegiatannya seru dan suasananya terasa hangat. Produk-produk yang dijual juga unik dan kreatif. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan di Indramayu," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ardi (27), yang datang bersama teman-temannya untuk melihat berbagai produk lokal. Ia menilai Pasar Kreatif Urban menjadi wadah yang positif untuk memperkenalkan karya anak muda kepada masyarakat. "Ini bagus sekali untuk mendukung pelaku kreatif lokal. Selain bisa belanja produk unik, kita juga bisa kenal langsung dengan kreatornya," katanya.

Dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, Pasar Kreatif Urban diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Indramayu. (Wira/Tim)

Momen HUT Ke-23, Polda Babel Gelar Bukber Dengan Komunitas Ojol. 



Bangka belitung, Polda Bangka Belitung menggelar buka bersama dengan komunitas pengemudi ojek online Pangkalpinang, Jumat (13/3/26). Momen itu juga berbarengan dengan syukuran Hari Jadi Polda Babel ke 23 tahun.

Kegiatan digelar di Bhaypark dihadiri Kapolda Irjen Pol Viktor T. Sihombing didampingi Wakapolda Brigjen Pol Murry Mirranda. Tampak hadir juga, Ketua Bhayangkari bersama Wakil Ketua Bhayangkari Babel serta Para Pejabat Utama Polda Babel.

Kegiatan yang berlangsung santai dan penuh kekeluarga ini bertujuan memperkuat tali silaturahmi dan sinergi kamtibmas antara Polda Babel dengan komunitas ojol. 

Dalam sambutannya, Irjen Pol Viktor berbicara mengenai hikmah di bulan Ramadan khususnya bagi situasi kamtibmas di Babel.

"Terus terang sebagai Kapolda sangat senang dan bangga kalau waktu-waktu memasuki bulan puasa. Kalau perlu, satu tahun itu bulan puasa karena bulan puasa itu imannya tinggi. Nilai ibadahnya kuat dan rasa empati sangat luar biasa. Karena diawali bulan puasa, hati yang ikhlas dari dalam dan di bulan puasa kejahatan itu menurun. Artinya ada hikmah yang bisa diambil di bulan puasa itu,"katanya mengawali sambutan.

"Kita merenung diri, meningkatkan ketakwaan dan keimanan serta bisa merasakan rasa penderitaan antar sesama dengan orang lain. Menahan lapar dan melihat itu menjadi suatu hal yang baik sekaligus peduli dengan masyarakat yang ditutup dengan idulfitri saling memaafkan,"sambungnya. 

Dalam kesempatan itu, Viktor turut menyampaikan terimakasih kepada komunitas ojol atas kesiapannya menjadi mitra Polri yang terus bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Babel. 

Oleh karenanya, ia menaruh harapan penuh kepada para driver ojol yang telah menyatakan siap bermitra dengan Polri khususnya di Polda Babel. 

"Mudah-mudahan jalinan ini tetap terjaga, karena kami percaya bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam membina kamtibmas, kita butuh orang lain untuk bisa menjadi duta-duta kamtibmas,"terangnya. 

Eks Kadivkum Polri ini juga menyampaikan pesan khusus kepada pengemudi ojol yang hadir agar dapat menjadi contoh serta tauladan di masyarakat. 

"Jadilah tauladan dan contoh yang baik di masyarakat. Jangan sia-siakan hubungan kita yang sudah baik, supaya masyarakat itu menilai bahwa hubungan antara Polri dan ojol kemudian menjadi kekuatan besar di Babel ini untuk menciptakan Babel yang lebih baik kedepannya,"pesannya. 

"Saya yakin dan percaya dengan keberadaan rekan-rekan semuanya, ojol yang hadir ini dari beberapa kelompok saya lihat siap juga melayani masyarakat,"timpalnya.

Lebih jauh, Viktor juga menuturkan, bahwa Polisi dan Ojol memiliki kesamaaan salah satunya terkait pelayanan.

"Sebenarnya ada kesamaan Polisi dan Ojol. Kalau polisi saat ini sedang mengembangkan pelayanan aplikasi pengaduan 110. Jadi banyak masyarakat yang mau mengadu tekan 110 lapor polisi, petugas pasti datang. Begitu juga ojol, kalau ada yang tekan nomor atau aplikasi, ojol pasti datang,"tuturnya. 

Tak sampai disitu, Viktor juga menyampaikan sejumlah harapan di HUT Polda Babel ke-23 tahun ini. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Terlebih lagi, Polda Babel telah banyak mengalami peningkatan sejak terpisah dari wilayah Sumbagsel hingga menjadi Polda tipe A seperti saat ini.

"Ini peningkatan luar biasa, tapi saya berharap kepada anggota bahwa baik tidaknya Polda itu tergantung kita, kalau kita bisa menyatu dengan masyarakat salah satu contohnya ojol yang merupakan perwakilan masyarakat,"sebutnya.

Ia juga tak menampik, jika Polda Babel saat ini belum sempurna melayani masyarakat. Namun, ia terus meminta dukungan kepada masyarakat agar Polda Babel dapat terus menjaga kamtibmas. 

"Polda Babel ini belum sempurna melayani masyarakat. Mungkin masih kurang karena masih banyak anggota yang mungkin belum melaksanakan tugas dengan baik. Tapi yakin dan percaya, banyak anggota kita yang punya motivasi yang tinggi, yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,"tegasnya. 

"Kepada masyarakat kami berharap bisa bantu Polda Babel agar bisa menciptakan dan menjaga kamtibmas, bisa menjalankan tugannya yakni memelihara kamtibmas, melindungi mengayomi dan melayani masyarkaat serta tegas dalam penegakkan hukum. Kita berharap penuh Polri bersama masyarakat bisa meniciptakan ini dengan baik,"pungkasnya.

Kapolres Bangka Barat Pantau Arus Mudik di Tanjungkalian, 1.030 Pemudik Tinggalkan Pulau Bangka



Bangka belitung, Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha turun langsung memantau arus mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjungkalian, Sabtu (14/3/2026). 

Pengecekan dilakukan untuk memastikan pengamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat yang meninggalkan Pulau Bangka menuju Palembang.

Peninjauan ini dilakukan pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026, yang difokuskan pada pengamanan jalur mudik, termasuk pelabuhan penyeberangan yang menjadi akses utama masyarakat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan di lapangan, sebanyak 1.030 pemudik telah meninggalkan Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjungkalian pada hari pertama operasi.

"Sampai hari pertama operasi kurang lebih 1.030 orang dari wilayah kita menuju Palembang, kemudian 164 unit kendaraan roda dua, 321 unit kendaraan roda empat, dan delapan kendaraan roda enam yang ikut menyeberang," kata Pradana, Sabtu.

Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan tersebut menjadi indikator mulai bergeraknya arus mudik dari wilayah Pulau Bangka menuju wilayah Sumatera Selatan.

Meski terjadi peningkatan mobilitas, Kapolres memastikan kondisi arus mudik di kawasan pelabuhan masih terkendali dan berjalan kondusif.

Ia menjelaskan kepadatan kendaraan yang sempat terjadi di kawasan pelabuhan salah satunya disebabkan oleh faktor pasang surut air laut yang memengaruhi proses naik dan turunnya kendaraan dari kapal penyeberangan.

Selain itu, aktivitas penyeberangan juga dipengaruhi oleh pergerakan penumpang dari arah Pelabuhan Tanjung Api-Api yang berada di seberang lintasan laut.

Kapolres menambahkan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Tanjungkalian guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

Berdasarkan perkiraan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026, dengan potensi peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang dari Bangka menuju Sumatera.

Sementara itu, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026 di wilayah Bangka Barat masih terjaga baik, termasuk belum adanya laporan kecelakaan lalu lintas dengan korban fatal.

(HR) 

Prof. Ipong Dekawati Jadi Rektor Unwir, LPK Kaina Indonesia Siap Dukung Program Pengembangan SDM

Indramayu – LPK Kaina Indonesia menyatakan kesiapan untuk mendukung dan berkolaborasi dalam berbagai program kerja yang akan dijalankan oleh rektor baru Universitas Wiralodra (Unwir). Hal tersebut disampaikan oleh Teguh Adikoesoemah selaku owner LPK Kaina Indonesia dalam menanggapi terpilihnya Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd. sebagai Rektor Unwir yang baru. Sabtu, (14/03/2026)

Sebagaimana diketahui, Universitas Wiralodra baru saja melaksanakan proses pemilihan rektor. Dalam proses tersebut, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd. dipercaya untuk memimpin kampus tersebut pada periode mendatang. Terpilihnya beliau diharapkan mampu membawa semangat baru serta inovasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan universitas.

Owner LPK Kaina Indonesia, Teguh Adikoesoemah, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd. sebagai rektor baru. Ia juga menyatakan bahwa LPK Kaina Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.

"Kami mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd. atas amanah baru sebagai Rektor Universitas Wiralodra. LPK Kaina Indonesia siap berkolaborasi dan berkontribusi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun lulusan Unwir, terutama dalam pengembangan keterampilan kerja dan peluang berkarier," ujar Teguh Adikoesoemah.

Menurut Teguh, kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dengan lembaga pelatihan kerja menjadi langkah penting dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan para lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia profesional.

LPK Kaina Indonesia sendiri dikenal sebagai lembaga pelatihan kerja yang fokus pada pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas tenaga kerja agar siap bersaing di dunia industri maupun peluang kerja internasional.

Ke depan, Teguh berharap komunikasi dan kerja sama antara LPK Kaina Indonesia dan Universitas Wiralodra dapat terus terjalin dengan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program pelatihan, seminar, maupun kegiatan pengembangan kompetensi yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Dengan semangat kepemimpinan baru di Universitas Wiralodra, berbagai pihak berharap terciptanya inovasi serta kolaborasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja generasi muda di Indramayu dan sekitarnya. (Wira)

Kapolresta Tangerang Pimpin Apel Siaga Ops Ketupat Maung 2026 di Pos Terpadu Citra Raya





Tangerang - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M. Indra Waspada A, memimpin langsung pelaksanaan Apel Sore Operasi Ketupat Maung 2026 yang bertempat di Pos Terpadu Citra Raya, Sabtu (14/3/2026). Apel ini digelar guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi lonjakan arus mudik Idul Fitri 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Tangerang, di antaranya Wakapolresta Kombes Pol Christian Aer, Kasat Polair Kompol Sri Raharja, hingga Kasihumas Ipda Sandro T.B.

Dalam arahannya, Kapolresta menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Maung segera menempati pos masing-masing. Hal ini mengingat pantauan arus lalu lintas sejak pagi hingga sore hari ini sudah mulai mengalami peningkatan volume kendaraan.

"Personel Satgas agar melaksanakan pengaturan lalu lintas, khususnya pada jam sore, mengingat kepadatan arus lalu lintas mulai meningkat," tegas Kombes Pol Andi M. Indra Waspada.

Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Kapolresta juga menginstruksikan Satgas lainnya untuk memperketat patroli di lokasi rawan tindak pidana seperti pasar, perbankan, dan objek vital lainnya untuk menjamin keamanan masyarakat.

Senada dengan Kapolresta, Wakapolresta Tangerang Kombes Pol Christian Aer mengingatkan personel agar selalu menjaga sikap tampang dan profesionalitas. Salah satu poin krusial adalah cara menghadapi keluhan masyarakat.

"Apabila terdapat masyarakat yang menyampaikan komplain terkait pelayanan, diharapkan personel segera merespons dengan menyampaikan permohonan maaf serta komitmen untuk memperbaiki pelayanan. Jangan terlibat perdebatan atau adu argumentasi dengan masyarakat," ujar Christian.

Pimpinan Polresta Tangerang juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan dan keselamatan anggota di lapangan. Bagi personel yang bertugas mengatur lalu lintas hingga melewati pukul 24.00 WIB, diberikan dispensasi untuk tidak mengikuti apel pagi keesokan harinya.

Selama bertugas, personel diwajibkan menggunakan seragam PDL lengkap, kopelrim, tongkat, dan borgol, serta wajib mengenakan rompi pada malam hari demi faktor keselamatan.

Kegiatan apel berakhir pada pukul 15.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, dilanjutkan dengan pengecekan mendalam terhadap tim Satgas di lapangan.





Red/Toher Sw
Kaperwil Banten

Prof. Dr. Ipong Dekawati Terpilih sebagai Rektor Universitas Wiralodra Periode 2026–2030

Indramayu – Universitas Wiralodra (Unwir) resmi menetapkan Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd sebagai Rektor terpilih untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan setelah proses pemilihan di tingkat senat universitas yang berlangsung terbuka, transparan, dan demokratis.

Dalam proses pemilihan tersebut, Prof. Ipong Dekawati berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi yakni 89,702, unggul dari dua kandidat lainnya. Adapun hasil penilaian kandidat adalah sebagai berikut:

* Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd : 89,702
* Dr. M. Zaedi : 76,118
* Dr. Kambali, M.Pd.I : 68,189

Sementara dari sisi perolehan suara, calon nomor urut 2 yakni Ipong Dekawati memperoleh dukungan mayoritas dengan 29 suara. Disusul calon nomor urut 3 dengan 8 suara, dan calon nomor urut 1 memperoleh 2 suara. Dari total 41 hak suara, tercatat dua kartu suara dinyatakan tidak sah.

Dengan hasil tersebut, Prof. Ipong Dekawati dinyatakan sah sebagai Rektor Universitas Wiralodra periode 2026–2030.

Dalam sambutannya, Ipong menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Unwir. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa kampus tersebut semakin maju dan berdaya saing.

"Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya berharap seluruh civitas akademika dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan Unwir sebagai kampus yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Ipong menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor berlangsung secara demokratis dengan memberikan kebebasan kepada seluruh pemilik hak suara untuk menilai setiap calon secara objektif tanpa intervensi.

"Mereka diberikan kesempatan untuk menilai secara bebas tanpa intensi tertentu. Kemudian peringkatnya juga sudah ditentukan, sehingga prosesnya benar-benar berlangsung demokratis," jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa dalam forum pemaparan visi dan misi, sebagian besar peserta lebih banyak menanyakan program kerja yang akan dijalankan ke depan. Meski demikian, Ipong mengaku tidak ingin terburu-buru menjanjikan program sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi universitas saat ini.

"Yang pertama tentu kita evaluasi dulu. Setelah itu baru kita bisa menentukan prioritas kegiatan yang harus dikerjakan, mana yang membutuhkan penanganan cepat dan mana yang menjadi program jangka panjang," katanya.

Menurutnya, langkah evaluasi penting dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi nyata kampus, baik dari sisi keuangan maupun kinerja lembaga.

"Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu sebelum melihat secara utuh kondisi yang ada," tambahnya.

Ipong juga menilai perkembangan Universitas Wiralodra saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari semakin luasnya jangkauan mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

"Kalau dulu banyak mahasiswa berasal dari Indramayu saja. Sekarang mahasiswa kami datang dari berbagai daerah seperti Kuningan, Majalengka, Brebes, bahkan Bogor dan Sumedang. Artinya Unwir sudah mulai dikenal lebih luas," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Wiralodra saat ini, Prof. Dr. Ujang Suratno, menjelaskan bahwa hasil pemilihan di tingkat senat menunjukkan dukungan mayoritas kepada calon nomor urut 2.

"Pada pemilihan di senat terlihat bahwa nomor urut 2 memperoleh 29 suara, nomor urut 3 mendapatkan 8 suara, dan nomor urut 1 memperoleh 2 suara," ujarnya.

Ujang berharap rektor terpilih dapat melanjutkan sekaligus menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya.

"Saya berharap apa yang menjadi kekurangan saya selama menjabat sebagai rektor dapat dilanjutkan dan diperbaiki oleh rektor yang terpilih nanti, sehingga Universitas Wiralodra bisa semakin maju," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perguruan tinggi agar mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat, sekaligus terus mendorong upaya menuju status perguruan tinggi negeri di wilayah Ciayumajakuning.

Selain itu, Ujang optimistis Unwir memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena jumlah dosen bergelar doktor di kampus tersebut terus meningkat dan saat ini telah mencapai sekitar 46 orang.

Ke depan, pihak universitas menargetkan setiap fakultas minimal memiliki satu guru besar, bahkan jika memungkinkan setiap program studi juga memiliki profesor guna mendorong peningkatan akreditasi hingga mencapai predikat unggul.

"Harapannya setiap fakultas memiliki minimal satu guru besar, bahkan kalau bisa setiap program studi juga ada. Dengan begitu kita bisa mendorong akreditasi unggul dan membawa Universitas Wiralodra semakin maju," pungkasnya. (Wira)

Babinsa Koramil Ngadirojo Aktif Patroli  Bersama Linmas

Wonogiri - Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Hal ini terlihat saat Babinsa Koramil 03/Ngadirojo Kodim 0728/Wonogiri Serka Wiyono menyambangi warga yang sedang melaksanakan ronda malam di salah satu pos kamling di Desa Ngadirojo Kidul Kec.Ngadirojo Kab. Wonogiri. Sabtu (14/3/2026).

Dengan penuh keakraban, Babins menyapa para warga yang tengah berjaga. Ia duduk bersama mereka sambil berbincang ringan mengenai situasi keamanan di sekitar wilayah, sembari memberikan semangat agar kegiatan ronda tetap berjalan konsisten.

Sertu Wiyono, menegaskan bahwa sambang pos kamling merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. "Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu ada untuk mereka, bukan hanya saat terjadi masalah. Dengan kebersamaan seperti ini, keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga," ucapnya.

Tak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan selama berjaga malam, serta saling mengingatkan bila ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Kehadiran anggota Babinsa di pos kamling ini sangat berarti. Selain mencegah tindak kriminalitas, kegiatan seperti ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Kami berharap semangat ini terus dijaga demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif," tambahnya.

Dengan terjalinnya sinergi antara warga dan TNI, diharapkan Kecamatan Ngadirojo tetap dalam suasana aman, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penulis : Arda 72

Respons Cepat Layanan 110, Polsek Panongan Amankan Perselisihan di Perumahan Graha Raflesia





Kabupaten Tangerang – Jajaran Polsek Panongan Polresta Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110 Polri terkait permasalahan di Perumahan Graha Raflesia, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (14/3/2026).

Kapolsek Panongan Irruandy Aritonang menjelaskan bahwa laporan tersebut diterima sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam laporan tersebut, pelapor menginformasikan bahwa gerbang rumahnya dalam keadaan terkunci dari luar sehingga ia tidak dapat keluar dari rumah.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Panongan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, diketahui bahwa kejadian tersebut dipicu oleh adanya perselisihan pribadi antara pelapor dengan mantan suaminya yang diduga berkaitan dengan penggembokan gerbang rumah dari luar.

Petugas kemudian melakukan klarifikasi kepada pelapor serta pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada kedua belah pihak agar dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek Panongan Irruandy Aritonang menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu siap merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang disampaikan melalui layanan darurat 110 Polri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas," ujarnya.

Setelah dilakukan penanganan oleh petugas, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Polsek Panongan juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan 110 Polri apabila membutuhkan bantuan kepolisian.





Red/Toher Sw
Kapeewil Banten

 

Misteri Mobil Box Ribuan Botol Miras yang Sempat Diamankan Satpol PP Indramayu Justru Dilepas Pimpinan

Indramayu – Penanganan mobil box yang membawa ribuan botol minuman keras (miras) di Kabupaten Indramayu kini menjadi sorotan tajam. Setelah sempat diamankan anggota Satpol PP, kendaraan yang memuat ribuan botol miras itu justru dilepaskan kembali atas perintah pimpinan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP dan Damkar Indramayu, Asep Afandi, secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah pihak yang memerintahkan pelepasan mobil tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Asep dalam rapat kerja bersama Komisi I DPRD Indramayu, Sabtu (14/3/2026).

"Biar jelas, jika ada yang bertanya siapa yang mengeluarkan mobil box isi miras itu, saya orangnya. Jadi tidak benar jika ada tuduhan keterlibatan Stafsus Bupati Salman ataupun Bupati," tegas Asep di hadapan anggota dewan dan wartawan.

Namun keputusan tersebut memunculkan tanda tanya publik. Pasalnya, mobil yang awalnya diamankan karena diduga membawa barang ilegal justru dilepas tanpa proses hukum lanjutan.

Asep beralasan pelepasan mobil dilakukan karena proses penangkapan dinilai tidak sesuai prosedur. Menurutnya, penindakan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah seharusnya dilakukan oleh Satpol PP bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dilengkapi surat perintah operasi serta berita acara pemeriksaan.

Ia menyebut saat penangkapan terjadi, dirinya sedang berada di Yogyakarta sehingga tidak mengetahui langsung kejadian di lapangan. Setelah mempelajari laporan, ia menilai terdapat sejumlah kejanggalan.

"Tidak ada PPNS yang menangani, tidak ada BAP, tidak ada pendataan identitas ataupun dokumentasi barang bukti. Karena sejak awal prosedurnya keliru, saya putuskan mobil itu dilepas," ujar Asep.

Ia juga membantah keras isu adanya praktik "86" atau transaksi uang dalam pelepasan kendaraan tersebut. Meski begitu, Asep mengaku siap menerima konsekuensi jika keputusannya dianggap keliru.

"Jika dari keputusan saya ada yang salah, saya siap menanggung konsekuensinya sebagai pimpinan," katanya.

Polemik semakin melebar ketika muncul informasi bahwa mobil box tersebut sempat dibawa ke Pendopo Kabupaten Indramayu sebelum akhirnya dilepas.

Asep mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan menegaskan langkah itu dilakukan di luar perintahnya.

"Saya justru heran kenapa mobil itu dibawa ke Pendopo. Itu di luar instruksi saya," katanya.

Di sisi lain, keterangan berbeda muncul dari jajaran Satpol PP sendiri.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda), Abdul Fatah, menyebut penangkapan mobil box tersebut merupakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan anggotanya, Candra.

Menurutnya, saat itu Candra yang sedang dalam perjalanan mencurigai mobil box berpelat nomor D di wilayah Cangkingan. Setelah dicegat, mobil tersebut ternyata membawa ribuan botol miras dalam kardus. Karena temuan tersebut, mobil langsung diamankan dan dibawa ke Indramayu.

"Ini bukan razia atau operasi resmi, tapi OTT. Tangkap tangan juga dilindungi undang-undang," kata Fatah.

Candra bahkan disebut sempat membawa mobil tersebut ke Pendopo untuk melaporkan temuan itu kepada Bupati sebelum akhirnya menuju kantor Satpol PP.

Namun Fatah mengaku heran karena pada pagi hari setelah kendaraan itu diamankan, mobil tersebut sudah tidak lagi berada di kantor.

"Setelah diserahkan kepada pimpinan, pagi harinya mobil sudah tidak ada di kantor. Kami juga tidak memahami hal tersebut," ujarnya.

Perbedaan keterangan antara pimpinan dan anggota di lapangan membuat kasus ini semakin memicu perhatian publik.

Ketua Komisi I DPRD Indramayu, Endang Efendi, menilai kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi penegakan Perda di daerah. Ia mengaku awalnya mengapresiasi penangkapan mobil box yang membawa ribuan botol miras tersebut. Namun pelepasan kendaraan tanpa proses hukum membuat upaya penindakan itu berakhir mengecewakan.

"Awalnya kami apresiasi penangkapan mobil miras ini. Tapi endingnya tidak baik dan membuat kami kecewa," kata Endang.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyisakan sejumlah pertanyaan: mengapa mobil yang diduga membawa ribuan botol miras bisa dilepaskan, mengapa prosedur penindakan tidak dipenuhi sejak awal, serta mengapa muncul perbedaan keterangan antara pimpinan dan anggota di lapangan. Publik pun menunggu kejelasan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut. (WH)


Di Balik 7 Nyawa Melayang di Tambang Pondi: Dugaan Peran Pemilik Alat Berat Mulai Terkuak.

Pangkalpinang – Tragedi kecelakaan tambang yang mengguncang dunia pertambangan di Bangka Belitung pada 2 Februari 2026 lalu masih membekas di ingatan publik. Peristiwa memilukan di kawasan eks tambang timah Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, itu menewaskan tujuh penambang asal Banten yang tertimbun material tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung.

Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal di wilayah tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks tambang Pondi. 

Mereka adalah Kimkian alias Akian, Suhendri alias Aciu, Sarpuji Sayuti, Hian Tian alias Atian Deniang (39), serta MN alias Ni (62). Dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara.

Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahanan di Rumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut.

Namun, pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut.
Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang dipercaya tim investigasi awak media—yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan—muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan di balik aktivitas tambang tersebut.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun di lokasi kejadian diduga kuat merupakan milik seorang pengusaha berinisial RxxxL alias AF, yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung.

Tidak hanya itu, sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotek ternama di Kota Pangkalpinang.

Menurut sumber tersebut, sosok RxxxL dikenal sebagai "pemain lama" dalam dunia pertimahan yang bergerak secara senyap dan jarang muncul di permukaan.
"Dia dikenal sangat rapi dalam bergerak. Namanya hampir tidak pernah muncul ke publik, padahal sudah lama bermain di sektor ini," ungkap sumber kepada tim investigasi awak media.

Jika dugaan tersebut benar, maka peran penyedia alat berat dalam aktivitas tambang ilegal berpotensi masuk dalam kategori turut serta atau membantu terjadinya tindak pidana pertambangan tanpa izin.

Secara hukum, aktivitas penambangan tanpa izin dapat dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), yang mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin resmi seperti IUP, IPR, maupun SIPB dapat dipidana penjara paling lama lima tahun serta denda hingga Rp100 miliar.

Dalam praktik penegakan hukum, pihak yang turut serta atau membantu kegiatan tersebut—seperti penyandang dana, penyedia alat berat, hingga penadah hasil tambang ilegal—juga dapat dijerat melalui kombinasi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP mengenai penyertaan dan pembantuan tindak pidana.

Tim investigasi awak media menilai penting bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih jauh kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik operasi tambang ilegal yang berujung maut tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut dalam informasi tersebut masih terus dilakukan guna memperoleh klarifikasi dan menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Sementara itu, publik Bangka Belitung kini menanti langkah lanjutan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Babel. Apakah akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tambang ilegal yang telah merenggut tujuh nyawa tersebut, ataukah perkara ini berhenti pada lima nama yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia. Kini, masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini mampu membuka seluruh rantai aktor yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

(TIM)