Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, Kapolresta Cirebon Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga dan Rawat Kabupaten Cirebon

CIREBON – Polresta Cirebon menggelar Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Tahun 2...

Postingan Populer

Jumat, 14 Agustus 2026

Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, Kapolresta Cirebon Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga dan Rawat Kabupaten Cirebon

CIREBON – Polresta Cirebon menggelar Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika No. 1, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/8/2026) sore.

Apel tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus membangun komitmen bersama antara pemerintah, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai pimpinan apel. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., Kasdim 0620 Kabupaten Cirebon Mayor Arm Sulkhan, Ketua FKUB Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani Amin, Ketua Dai Kamtibmas Polresta Cirebon KH. M. Arif Suhartono, Rektor UMC Cirebon Arif Nurudin, S.T., M.T., Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie, perwakilan Danlanal Cirebon, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, serta unsur instansi terkait.

Apel juga diikuti personel gabungan dan berbagai komponen masyarakat, di antaranya jajaran Polri, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Satpol PP, Satpam Red Guard Cirebon, KBP3 Polresta Cirebon, Senkom Mitra Polri, Banser, Pemuda Muhammadiyah, mahasiswa UMC, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, seniman dan budayawan, komunitas ojek online, komunitas Motor Tiger Kabupaten Cirebon, aliansi buruh, gabungan Kuwu, kelompok tani, serta Pramuka Saka Bhayangkara.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penandatanganan dan deklarasi kebangsaan sebagai bentuk komitmen seluruh elemen untuk menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat sinergitas, serta mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, damai dan kondusif.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, Apel Kebangsaan tersebut merupakan gagasan Kapolda Jawa Barat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Apel Kebangsaan ini merupakan ide dari Bapak Kapolda Jawa Barat dan dilaksanakan serentak pada sore ini di seluruh Jawa Barat. Bapak Kapolda Jawa Barat memberikan jargon atau tagline yaitu Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan Kabupaten Cirebon merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.

“Kami semua di sini bersama Pak Bupati, kemudian Ibu Ketua Dewan, Pak Dandim, kemudian dari TNI lainnya, kami semua bersatu padu, berkomitmen dengan seluruh masyarakat dan elemen yang ada untuk menjaga Kabupaten Cirebon tetap aman dan merawat Kabupaten Cirebon sehingga warga Kabupaten Cirebon merasa nyaman tinggal di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Kapolresta menambahkan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Apel Kebangsaan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik itu dari ormas, kepemudaan, mahasiswa, kemudian juga ojek online, semuanya wajib memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Kabupaten Cirebon ini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan Apel Kebangsaan yang digelar Polresta Cirebon. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kebersamaan seluruh unsur dalam menjaga keamanan Kabupaten Cirebon.

“Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Cirebon dan masyarakat Kabupaten Cirebon mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolresta, Pak Imara, yang telah mengadakan kegiatan Apel Kebangsaan ini. Mudah-mudahan Cirebon aman,” ujar Imron.

Bupati juga mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, kesatuan dan toleransi.

“Kami berharap kepada anak-anak muda dan masyarakat Kabupaten Cirebon, jaga persatuan dan kesatuan, toleransinya kita jaga, rawat Kabupaten Cirebon,” katanya.

Ia menambahkan, semangat merawat kebersamaan merupakan bagian penting dari nilai sejarah Cirebon.

“Cirebon ini adalah dulu yang digagas oleh Sunan Syekh Syarif Hidayatullah, yaitu merawat dan memelihara kebersamaan untuk pembangunan Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., mengatakan bahwa Apel Kebangsaan memiliki makna penting dalam memperkuat sinergitas seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat.

“Makna dari Apel Kebangsaan ini adalah kita selalu bersinergi antara seluruh unsur Forkopimda dan juga seluruh elemen masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa bersatu padu untuk menjaga dan merawat Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Selain itu, dalam Apel Kebangsaan disampaikan pula pernyataan kebangsaan oleh Kapolresta Cirebon, Bupati Cirebon dan Dandim 0620 Kabupaten Cirebon. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan dan kesatuan serta memperkuat sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat.

Kapolresta Cirebon menyatakan komitmen Polresta Cirebon untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan pelayanan, perlindungan, penegakan hukum dan pencegahan gangguan kamtibmas.

Bupati Cirebon menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung Polri dalam memelihara kamtibmas melalui pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon menyatakan komitmennya mendukung Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai tugas dan fungsi serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apel Kebangsaan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting Polda Jawa Barat dan diikuti seluruh Polres jajaran Polda Jawa Barat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan, keamanan dan kondusivitas wilayah Jawa Barat.
Kapolresta Cirebon berharap semangat “Jaga Rawat Jawa Barat” dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui toleransi, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, mari kita jaga dan rawat Kabupaten Cirebon agar tetap aman, damai, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

((A, Rahmat))

Kapolda Babel Tindaklanjuti Arahan Presiden Soal Tambang Ilegal Di Babel.



Bangka belitung, Polda Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pemberantasan pertambangan ilegal dan penyelundupan timah di Babel.

Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Sihombing menyatakan jajarannya tidak akan ragu menindak siapa pun pelaku penyelewengan termasuk jika terdapat oknum aparat yang nekat membekingi aktivitas ilegal tersebut.

Menanggapi sorotan tegas Presiden terkait maraknya tambang ilegal, Kapolda menyebut arahan Presiden merupakan perintah langsung yang harus dilaksanakan di lapangan.

“Instruksi Presiden itu jadi perintah bagi kami. Jadi bagaimana kita merawat apa yang sudah ada sekarang, sekaligus juga warning untuk mempertahankan yang sudah baik,"ujar Viktor, Jumat (14/8/26).

Ia menambahkan upaya penegakan hukum terhadap tambang liar di Bangka Belitung sudah dan akan terus berjalan secara konsisten.

"Memang masih perlu dilakukan lagi upaya-upaya ya termasuk penegakan hukum. Belakangan ini kan kita juga baru saja melakukan penegakan hukum. Nah, itu akan terus kita lakukan,"katanya.

Selain penegakan hukum, Jenderal Bintang Dua Polri ini menekankan pentingnya tata kelola pertambangan yang legal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Polda Babel berjanji akan mengawal rencana pemerintah daerah terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

"Tapi yang paling penting sebenarnya, tambang ini harus juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga rencana IPR yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah, nanti kami akan perintahkan para Kapolres untuk mengawal itu. Supaya nanti masyarakat bisa merasakan manfaatnya,"jelas Irjen Pol Viktor.

Mengenai penindakan terhadap oknum penegak hukum yang diduga membekingi pertambangan liar maupun jalur penyelundupan, Eks Kadivkum Polri ini menegaskan sikap tegas tanpa toleransi.

"Ya, semuanya, siapa aja gitu. Dan kita tidak pernah membiarkan, terus kemudian memilih-milih. Siapa pun yang menjadi pelaku akan kita tindak,"katanya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pembersihan total terhadap praktik tambang ilegal, penindakan tegas oknum aparat penegak hukum, hingga pemberantasan penyelundupan timah di Bangka Belitung.

Hal itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Di hadapan para anggota MPR, DPR, DPD, serta pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden menyoroti maraknya keberadaan sekitar 1.000 tambang ilegal di berbagai daerah. Kepala Negara mempertanyakan fungsi pengawasan dan meminta Panglima TNI serta Kapolri untuk menindak tegas oknum yang terlibat maupun membiarkan praktik haram tersebut.

Presiden juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani dalam menegakkan disiplin internal.

(HR) 

HMI Cabang Indramayu Soroti Dugaan Korupsi Rp39 Miliar di Perumdam Tirta Darma Ayu


Indramayu- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pada hari Jumat, 14 Agustus 2026 telah dilaksanakan Audiensi bersama Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu, yang bertempat di kantor pusat Perumdam Tirta Darma Ayu.

 Pertemuan tersebut, Dihadiri Oleh Pengurus HMI Cabang Indramayu, Direktur Utama, Direktur Teknis, beserta jajaran staff pegawai PDAM.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indramayu yang merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki peranan sebagai sosial kontrol serta Penyambung Lidah masyarakat Kabupaten Indramayu, menyatakan keprihatinan serius atas dugaan korupsi atau penyimpangan anggaran senilai sekitar Rp39 miliar di tubuh Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM) Kabupaten Indramayu.

Kasus ini, yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Indramayu sejak 9 Desember 2025, disebut berkaitan dengan dugaan mark up, jual beli proyek, dan pengondisian pengadaan barang dan jasa di lingkungan perusahaan daerah tersebut. 

HMI menilai bahwa dugaan penyimpangan dalam tubuh BUMD air minum tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan telah menyentuh kepentingan publik secara langsung. Perumdam TDA merupakan institusi pelayanan dasar yang semestinya menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, sehingga setiap rupiah anggaran yang dikelola harus digunakan secara akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik koruptif. 

Berdasarkan perkembangan informasi yang beredar, Kejaksaan Negeri Indramayu telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk Direktur Utama Perumdam TDA, sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan belanja rutin tahun anggaran 2025 senilai Rp39 miliar. Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa perkara ini sudah masuk dalam tahap penelusuran serius oleh aparat penegak hukum dan masih membutuhkan pengawalan publik agar prosesnya berjalan objektif dan tuntas. 

HMI Cabang Indramayu memandang bahwa dugaan korupsi ini harus dibuka seterang-terangnya kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap PDAM. Oleh karena itu, HMI mendesak Kejari Indramayu dan Kejati Jawa Barat untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi, serta meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Perumdam TDA. 

Selain persoalan dugaan korupsi, HMI juga menyoroti bahwa kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat harus menjadi perhatian utama. Jika benar terdapat kebocoran anggaran atau praktik pengadaan yang tidak sehat, maka dampaknya akan berujung pada rendahnya kualitas pelayanan publik, melemahnya jaringan distribusi, dan tertundanya perbaikan fasilitas yang dibutuhkan warga. 

Atas dasar itu, HMI Cabang Indramayu menyampaikan sikap sebagai berikut:     -mendorong audit independen terhadap penggunaan anggaran Perumdam TDA, 
- menuntut keterbukaan informasi pengadaan
- meminta evaluasi terhadap pejabat yang diduga mengetahui atau terlibat dalam proses bermasalah
- serta mendesak adanya komitmen serius untuk memperbaiki layanan air bersih bagi masyarakat Indramayu. 

HMI Cabang Indramayu menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal uang rakyat dan kepentingan publik. Kami akan terus mengawasi perkembangan kasus ini dan mendesak agar penegakan hukum tidak berhenti pada pemeriksaan saksi, tetapi benar-benar mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan tersebut. 

HMI Cabang Indramayu
Untuk Keadilan, Transparansi, dan Pelayanan Publik yang Lebih Baik

((Bang Keling))

Tiga Hari Terungkap! Polisi Tangkap 4 Pelaku Perampokan SPBU Selokromo

WONOSOBO – Unit Reaksi Cepat Polres Wonosobo  dan Polda Jateng berhasil menangkap empat tersangka pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Kasus yang terjadi pada Minggu (9/8/2026) itu berhasil diungkap dalam waktu tiga hari.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., mengatakan empat tersangka yang ditangkap yakni RAT, MRA, WW, dan AH. Sementara itu, dua pelaku lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Dalam waktu tiga hari tim gabungan berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap empat tersangka. Kami juga terus berupaya mengejar dua tersangka DPO," kata Ricky dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Jumat (14/8/2026).

Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat supervisor SPBU berada seorang diri di ruang kantor. Tiga pelaku datang dengan menyamar sebagai anggota Resmob dan mengaku hendak memeriksa CCTV terkait dugaan pembegalan.

Saat korban lengah, pelaku membekap dan membanting korban. Pelaku lainnya menodongkan senjata ke kepala korban serta mengancam akan membunuh korban jika melawan. Korban kemudian diikat menggunakan kabel ties dan mulutnya dilakban.

Petugas keamanan yang terbangun juga sempat dikelabui pelaku. Namun, setelah curiga, petugas tersebut turut ditodong dan diikat.

Para pelaku kemudian mengambil uang dari brankas dan laci ruang supervisor serta membawa DVR CCTV. Kerugian sementara mencapai sekitar Rp718 juta.

Setelah beraksi, para pelaku melarikan diri menuju sebuah bengkel di wilayah Banjarnegara. Di tempat tersebut, mereka berganti kendaraan dan membagi hasil kejahatan. Para pelaku juga berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara membakar dan membuangnya ke aliran Sungai Serayu.

AKBP Ricky mengatakan aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Para pelaku disebut sempat melakukan pertemuan dan simulasi pembagian peran sebelum menjalankan aksinya.

"Ini bukan aksi spontan. Mereka sudah melakukan perencanaan, termasuk pembagian peran dan simulasi sebelum mendatangi SPBU," ujar AKBP Ricky.

Polisi pertama kali menangkap RAT pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. RAT merupakan pemilik bengkel yang diduga membantu menyiapkan sarana dan tempat sebelum maupun setelah aksi.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap tiga tersangka lainnya, yakni MRA, WW, dan AH, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Keempat tersangka memiliki peran berbeda. AH diduga menjadi pelaku yang pertama masuk ke ruang supervisor dan mengambil uang serta barang. WW berperan melakukan kekerasan dan melumpuhkan korban. MRA bertugas mengawasi situasi sekaligus mengelabui petugas keamanan, sedangkan RAT membantu menyiapkan sarana dan tempat yang digunakan para pelaku sebelum dan setelah aksi.

"Kasus ini masih kami kembangkan, termasuk mengejar dua tersangka lain yang saat ini sudah masuk DPO," ujar AKBP Ricky.

Para tersangka dijerat Pasal 479 ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


(Yudhi)
Uploaded Image

Polsek Tigaraksa Melaksanakan Peresmian dan Revitalisasi Jembatan Merah Putih Secara Virtual oleh Presiden Republik Indonesia


Uploaded Image


Tigaraksa, Tangerang – Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang Melaksanakan kegiatan Peresmian Jembatan Merah Putih dan Revitalisasi Jembatan Merah Putih yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Jembatan Katomas, RT 01/01, Kampung Katomas, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Acara tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur perdesaan guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut AKP I Made Artana, S.H., M.H. selaku Kapolsek Tigaraksa, H. Cucu Abdurosyied, S.H., S.I.P., M.Si. selaku Camat Tigaraksa, Pelda Arendi yang mewakili Danramil 06 Tigaraksa, Eko Suyanto, S.E. selaku Lurah Tigaraksa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Pada pukul 09.00 WIB, rangkaian kegiatan peresmian dimulai dengan mengikuti siaran virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polri atas inisiatif pembangunan infrastruktur secara swadaya dan kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Uploaded Image

Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah mobilitas barang dan orang, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta menghidupkan aktivitas ekonomi dan perdagangan antardesa.

Selain itu, keberadaan Jembatan Merah Putih juga diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah agar dapat melintas dengan aman dan nyaman. Akses menuju fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat pelayanan masyarakat juga menjadi lebih cepat dan mudah.

Presiden juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terfokus pada wilayah perkotaan atau proyek-proyek besar semata. Infrastruktur di pelosok desa memiliki nilai strategis karena menyangkut keselamatan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup warga.

“Jembatan di pelosok desa ini memiliki nilai yang sangat penting. Selain menjamin keselamatan anak-anak yang berangkat ke sekolah, juga mempermudah akses pelayanan dasar dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat,” demikian salah satu pesan yang disampaikan Presiden dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah Tigaraksa.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang aman dan layak akan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Kegiatan peresmian dan revitalisasi Jembatan Merah Putih secara virtual berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pada pukul 11.15 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dalam situasi yang kondusif.

Melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih, diharapkan pemerataan pembangunan dapat terus terwujud sehingga tidak ada lagi masyarakat di wilayah pelosok yang mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, maupun aktivitas perekonomian.






Red/Toher Aswi

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kodisif Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Dan Himbaukan Kamtibmas


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Teguh K melaksanakan Patroli malam dan himbauan Kamtibmas di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Kamis  ( 13/08/2026).

Ditegaskan Sertu Teguh Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya warga di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut,kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."tegasnya.

Penulis : Arda 72

Kamis, 13 Agustus 2026

Polsek Seltim Ungkap Pencurian Saat Kebakaran, Dua Pelaku Ditangkap


Cirebon Kota – Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi saat proses evakuasi kebakaran di Kampung Penggung Utara Gang Cendrawasih I RT 005 RW 010, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (12/08/2026), dengan mengamankan dua pelaku beserta sebagian besar barang bukti hasil kejahatan.

Korban diketahui bernama Nur Janah, perempuan, 41 tahun, mengurus rumah tangga, warga Kampung Penggung Utara RT 005 RW 010 Nomor 04, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang sebelumnya melaporkan kehilangan uang tunai Rp60 juta serta perhiasan emas saat rumahnya mengalami kebakaran.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan situasi ketika warga bersama-sama membantu mengevakuasi barang-barang milik korban. Saat sebuah lemari dipindahkan, sebuah tas berwarna ungu yang berisi uang tunai, perhiasan emas, dan dokumen penting terjatuh, kemudian diambil oleh pelaku untuk dikuasai dan dibagi hasilnya.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur di bawah pimpinan Panit I Reskrim IPTU F. Heru Purwandhali, S.H. langsung melakukan penyelidikan melalui pengumpulan bahan keterangan, pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi, hingga mengarah kepada salah satu terduga pelaku berinisial S.S. (35), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dari hasil pemeriksaan, petugas kemudian mengembangkan penyelidikan hingga mengamankan pelaku kedua berinisial S.B. (35), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Petugas turut mengamankan barang bukti berupa tas ungu, uang tunai sebesar Rp48 juta, sebuah kalung emas, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan menyimpan sebagian uang hasil kejahatan.

Kapolsek mengatakan pengungkapan tersebut menjadi bukti pentingnya gerak cepat penyelidikan sejak laporan diterima sehingga keberadaan pelaku dapat segera diketahui sebelum barang bukti berpindah ke tempat lain.

“Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, mengembangkan informasi di lapangan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku beserta sebagian besar barang bukti. Proses hukum selanjutnya akan kami jalankan sesuai ketentuan,” ujar AKP Juntar Hutasoit.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran maupun bencana lainnya, sekaligus segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana melalui Layanan Polisi 110 atau kantor polisi terdekat.

“Dalam situasi darurat, kepedulian warga sangat dibutuhkan, namun tetap penting menjaga barang berharga dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana. Layanan Polisi 110 siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam,” kata AKP M. Aris Hermanto.

((A, Rahmat))

Polsek Seltim Gerak Cepat Tangani Laporan Pria Meninggal di Argasunya

Cirebon Kota – Polsek Cirebon Selatan Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah rumah kontrakan di Kampung Mendeng RT 03 RW 03, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (13/08/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Begitu menerima informasi, Panit I Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur IPTU F. Heru Purwandhali, S.H. bersama piket Reskrim, piket QR, Bhabinkamtibmas, serta personel Polres Cirebon Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.

Korban diketahui berinisial A (56), laki-laki, karyawan swasta, warga Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, yang juga menempati rumah kontrakan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Berdasarkan keterangan saksi Siti Rahayu, perempuan, mengurus rumah tangga, warga Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, ia datang ke lokasi untuk melihat tanah miliknya yang berada di sekitar rumah kontrakan tersebut, kemudian masuk setelah panggilannya tidak mendapat jawaban dan mendapati korban telah meninggal dunia sebelum menghubungi keluarga.

Sementara itu, saksi Guntur, laki-laki, buruh harian lepas, warga Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, mengatakan korban baru pulang dari menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Abdi Dharma karena riwayat penyakit TBC dan mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi pihak keluarga.

Di lokasi kejadian, petugas segera mengamankan area, berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cirebon Kota untuk melakukan pemeriksaan awal, mendata saksi-saksi, serta memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai prosedur kepolisian.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan PSC 119 Kota Cirebon menuju kamar jenazah RSUD Gunung Jati untuk penanganan lebih lanjut bersama pihak keluarga.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional agar penanganan di lokasi dapat dilakukan sesuai prosedur serta memberikan kepastian kepada keluarga maupun warga sekitar.

“Kami langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan masyarakat. Penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan lokasi, koordinasi dengan Inafis hingga proses evakuasi bersama instansi terkait. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan ditubuh korban, dan diduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan menggantungkan diri” ujar AKP Juntar Hutasoit.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan kondisi darurat, termasuk seseorang yang membutuhkan pertolongan atau ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri maupun meninggal dunia, sehingga petugas dapat segera memberikan penanganan sesuai kewenangannya.
 “Jangan menunda menyampaikan informasi kepada kepolisian. Layanan Polisi 110 siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam agar setiap kejadian darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” kata AKP M. Aris Hermanto.

((A, Rahmat))

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Perhatian Sejak Dini, Kapolres Cirebon Kota Bersama Ketua Cabang Bhayangkari Tinjau Langsung Sekolah Kemala Bhayangkari


 
CIREBON KOTA – Pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa tidak bisa dipisahkan dari perhatian dan kepedulian yang diberikan sejak usia dini. Kesadaran inilah yang mendorong Kepala Kepolisian Resor Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., bersama Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Cirebon Kota, Ny. Eka Bimantoro, serta jajaran pimpinan lainnya untuk melakukan kunjungan peninjauan ke lembaga pendidikan Kemala Bhayangkari.
 
Rombongan meninjau langsung dua lokasi pendidikan, yaitu TK Kemala Bhayangkari 27 Kota Cirebon dan SD Kemala Bhayangkari 3 Kota Cirebon. Kedatangan Kapolres Cirebon Kota beserta rombongan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di kedua lembaga pendidikan tersebut, guna memastikan bahwa fasilitas yang digunakan untuk proses belajar mengajar telah memadai, aman, dan mampu mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas bagi para peserta didik.
 

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa kunjungannya, Kapolres Cirebon Kota menekankan bahwa fondasi pendidikan yang kuat harus dibangun sejak usia dini, karena masa-masa awal perkembangan anak merupakan masa emas yang sangat menentukan karakter dan masa depan mereka. Oleh karena itu, perhatian terhadap kualitas pelayanan pendidikan, ketersediaan fasilitas yang lengkap, serta lingkungan sekolah yang kondusif menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
 
Ny. Eka Bimantoro selaku Ketua Cabang Bhayangkari turut menyampaikan dukungan dan perhatiannya terhadap kemajuan lembaga pendidikan Kemala Bhayangkari. Ia berharap kehadiran Bhayangkari dapat turut berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, mendidik, dan penuh kasih sayang, sehingga para siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berguna bagi nusa serta bangsa.
 
Peninjauan sarana dan prasarana yang dilakukan meliputi ruang kelas, perpustakaan, fasilitas penunjang kegiatan belajar, hingga area bermain dan kebersihan lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil peninjauan ini, diharapkan dapat ditemukan berbagai hal yang perlu diperbaiki, dilengkapi, atau ditingkatkan kualitasnya, sehingga lembaga pendidikan Kemala Bhayangkari dapat terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik, profesional, dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh masyarakat.
 
Kunjungan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian institusi Polri, khususnya Polres Cirebon Kota, terhadap dunia pendidikan di wilayahnya. Dukungan penuh dari pimpinan kepolisian beserta organisasi Bhayangkari diharapkan dapat memotivasi para pendidik untuk semakin meningkatkan kualitas pengajaran, serta mendorong para siswa untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu demi meraih cita-cita yang gemilang di masa depan.

((A, Rahmat))

Dengan Patroli Dan Sambang Warga Cara Babinsa Memberikan Rasa Nyaman Dan Aman Kepada Warga Binaannya

Surakarta - Bersama perangkat Kelurahan Babinsa Kepatihan Kulon Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Koptu Rudy Gunawan melaksanakan monitoring wilayah Binaan di Kelurahan Kepatihan Kulon Kecamatan Jebres Surakarta, Kamis (12/08/2026)

Menurut Koptu Rudy Gunawan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Babinsa dan Perangkat kelurahan dalam melakukan pemantauan untuk mengetahui Kondisi wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Koptu Rudy Gunawan memberikan dan menyampaikan himbauan serta pesan pesan kamtibmas secara langsung. Selain itu, dirinya dan perangkat Kelurahan juga menghimbau kepada warga agar memperhatikan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. "Buang sampah pada tempatnya.

Dijelaskan juga oleh Koptu Rudy Gunawa kegiatan patroli dan juga sambang kepada masyarakat dan satpam yang ada di wilayah binaanya, dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan menumbuhkan rasa kekeluargaan pada warga masyarakat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image